Kisah Rudi Swasto, Desainer Sepatu Pesohor Sepak Bola Dunia

Kisah Rudi Swasto, Desainer Sepatu Pesohor Sepak Bola Dunia
info gambar utama

Paul Pogba disebut-sebut telah menjadi bintang baru klub sepak bola Inggris, Manchester United.

''Anak hilang'' yang pernah hijrah ke klub besar Italia itu, kini dipercaya menempati posisi yang sama dengan seniornya terdahulu, David Beckham.

Tidak hanya menempati posisi yang sama, belakangan diketahui bahwa sepatu yang digunakan oleh Pogba merupakan hasil karya desain anak Indonesia, yang juga pernah mendesain untuk sepatu Beckham.

Dia adalah Rudi Swasto, anak Indonesia asal Klaten, Jawa Tengah yang ternyata berada dibalik sepatu kenamaan Adidas yang dikenakan bintang-bintang lapangan hijau itu.

Pekerjaan Rudi adalah membuat desain sol alas sepatu bawah, yang tentunya menjadi komponen paling penting pada sepatu bola.

Pekerjaan Rudi tidak mudah karena dia memegang tanggung jawab untuk memperhitungkan semua konsep, kekuatan, aerodinamis, berat beban, hingga bahan yang tepat untuk digunakan pemain.

Tugas Rudi memang desainer alas sepatu, tapi proses pengerjaannya layaknya seorang insinyur sipil.

Rudi harus memperhitungkan berat badan pemain, kekuatan cengkeraman dalam tanah, jenis pertandingan rumput dan tanah lapang, kemampuan menerima tekanan, ergonomi, kenyamanan kaki, sampai estetika visual sepatu bagi pemain.

Ya, banyak sekali yang diperhitungkan. Untuk mengerjakan satu sol sepatu alas bawah sampai menjadi septu utuh, Rudi mengaku membutuhkan waktu sedikitnya satu tahun, lho.

Rudi Swasto: ''Sepatu Paul Pogba Paling Sulit Dibuat''

Paul Pogba, Pemain Manchester United yang Sepatunya Dibuat Oleh Anak Indonesia
info gambar

Ada beberapa tantangan yang diakui oleh Rudi dalam membuat sepatu Pogba. Bahkan Rudi mengaku bahwa sepatu Pogba dirasa paling sulit dikerjakan sepanjang dirinya mendesain sepatu bola untuk pemain tertentu.

“Sepatu yang paling sulit saya kerjakan adalah desain untuk Paul Pogba. Sebab karakter pemain ini unik dalam bermain bola,” ujar Rudi dikutip Antara, Minggu (03/05/2020).

Secara desain dan teknis, Rudi menjelaskan, kemampuan sepatu yang dimiliki Pogba harus memiliki karakter yang lentur. Ini untuk memaksimalkan kemampuan mengoper bola, passing, shot, dan juga daya tahan atau stamina.

Sedikit kesalahan dalam perhitungan gambar awal, meski itu hanya selisih milimeter, maka akan mengurangi kecepatan dan daya tahan pemain dalam bertanding.

Kesulitan itulah yang ia maksud. Tantangan membuat sepatu yang harus mampu menunjang kemampuan Pogba di lapangan.

Tidak hanya sebagai senior desainer konsep sepatu bola, posisi Rudi juga dianggap seperti konsultan. Dia berhak memberikan masukan atas penambahan atau pengurangan pada prototipe yang telah dibuat.

Pihak Adidas tak jarang meminta perubahan atau penyesuaian terhadap kebutuhan pemain sampai kebutuhan pasar.

Agar memberikan produk yang maksimal, Rudi juga kerap diundang langsung ke Jerman. Dimulai dari proses perencanaan sampai finalisasi.

Tidak jarang, pemain melalui tim teknisnya terlibat langsung untuk melakukan test drive sepatu atau hanya sekadar menambahkan corak signature.

Dari Beckham sampai Zidane, Ternyata Rudi yang Buat

Tak disangka, ternyata kiprah Rudi menjadi salah satu desainer sepatu sudah sangat luas. Sebelum menyentuh proyek sepatu Paul Pogba, Rudi ternyata pernah merancang sepatu bintang lapangan hijau lainnya.

Sebut saja, David Silva, Mesut Ozil, Van Persie, Dani Alves, David Beckham, sampai Zinadine Zidane. Pensiunan pemain seperi Beckham dan Zidane bahkan diketahui masih kerap memesan sepatu hasil rancangan Rudi hingga sekarang. Katanya, sepatu itu masih digunakan untuk sekedar berlatih di lapangan.

Bisa dibilang, setiap pemain memang memiliki kebutuhan masing-masing dalam menunjang dan memaksimalkan performa mereka saat di lapangan. Hal ini pun diakui Rudi yang kerap mendapat konsep khusus untuk setiap pemain.

“Khusus Van Persie, dia pernah pesan langsung dengan kebutuhannya sendiri melalui tim teknisnya. Van Persie menginginkan pool sepatunya lebih panjang dari yang lain. Agar cengkeraman di tanah lebih kuat dan tidak mudah jatuh,” jelas Rudi kepada Antara.

“Ada juga sepatu yang dirancang untuk pemain yang full bermain 90 menit. Berarti sepatu tersebut harus berbahan ringan, namun memiliki kelenturan ujung kaki yang lebih. Serta cengkeraman pool yang tidak terlalu panjang, sepatu itu milik Dani Alves,” lanjutnya.

Melalui akun Linkedin miliknya, Rudi diketahui sudah berkriprah menjadi spesialis sepatu sepak bola lebih dari 10 tahun. Terutama dibidang 3D Development Product Designer. Sejak 2011 silam, Rudi bekerja untuk PT. Framas Indonesia yang merupakan perusahaan industri pembuatan Plastic Outsole yang bekerja sama dengan Adidas.

--

Sumber : Antara | LinkedIn Rudi Swasto

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dini Nurhadi Yasyi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dini Nurhadi Yasyi.

Terima kasih telah membaca sampai di sini