Sejarah Hari Ini (9 Mei 1912) - Pendeta Krijger Tiba di Sumba

Sejarah Hari Ini (9 Mei 1912) - Pendeta Krijger Tiba di Sumba
info gambar utama

Lodewijk P. Krijger adalah salah satu pendeta Belanda yang menyebarkan ajaran Protestan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Krijger belajar teologi di Sekolah Teologi Kampen dan menjadi pendeta di Belanda.

Pendidikan persiapannya berlangsung setahun (1910-1911) dan ia diteguhkan serta diutus oleh jemaah Groningen pada 15 November 1911.

Pendidikan persiapan ini dipersingkat karena pendeta Douwes Klaas Wielenga yang sudah ada di Sumba sejak 1904 mendesak Zending (badan misi penyebaran agama Kristen) mengirim Krijger ke Sumba Barat sehubungan masuknya Katolik Roma dan agama Islam.

Pada 1 Januari 1912 akhirnya Krijger bertolak ke Hindia Belanda (sekarang Indonesia) dan tiba di Sumba pada 9 Mei 1912.

Sambil menunggu pembangunan rumah di Karuni, ia belajar bahasa Sumba dan Melayu pada Wielenga di Payeti.

Krijger baru menempati posnya di Karuni pada November 1913.

Masa kerja Krijger merupakan suatu masa perintisan di Sumba Barat.

Ia mendapatkan sambutan yang baik dari raja-raja Sumba Barat dengan diberikan anak sebagai anak piara.

Di kalangan orang Sumba, penyerahan anak untuk dipelihara oleh orang lain memiliki makna yang penting yakni bukti kepercayaan warga lokal pada Krijger.

Sebaliknya, Krijger memandang perlakuan itu sebagai pintu yang terbuka untuk pekabaran Injil terhadap masyarakat Sumba Barat.

Penyebaran agama Protestan sendiri tumbuh subur di Sumba semenjak itu.

Menurut Kantor Statistik di Sumba Barat pada 2002, terdapat 52 persen penganut Protestan, 27 persen Katolik, 3 persen Islam, dan 18 persen lain-lain (Marapu).

Keturunan Krijger dan sejumlah zending yang lain tidak melupakan Sumba.

Karena pada 2019 lalu mereka menghadiri Sidang Raya XVII Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (SR XVII PGI) di kota Waingapu.

Dalam kesempatan itu mereka menyerahkan buku sejarah gereja Sumba dengan judul Gereja Kristen Sumba Hadir dan Melayani.

Referensi: Pgi.or.id | Trouw | Direktorat Jenderal Kebudayaan, "Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Nusa Tenggara Timur" | Frederiek Djara Wellem, "Injil dan Marapu: Suatu Studi Historis-Teologis tentang Perjumpaan Injil dengan Masyarakat Sumba pada Periode 1876-1990" | Gerry van Klinken & Henk Schulte Nordholt, "Politik Lokal di Indonesia"| Jan Sihar Aritonang & Karel Adriaan Steenbrink, "A History of Christianity in Indonesia"

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini