Virtual Photoshoot, Peran Fotografer di Tengah Pandemi

Virtual Photoshoot, Peran Fotografer di Tengah Pandemi
info gambar utama

Sejak kebijakan physical distancing ditetapkan oleh Pemerintah, tentunya banyak kegiatan dan rutinitas yang tertunda hingga masyarakat diimbau untuk melakukan kegiatannya di rumah saja. Akan tetapi, masa pandemi seperti ini tak hanya memberikan dampak negatif bagi masyarakat khususnya para pekerja. Dampak positif juga datang dari pekerja kreatif di bidang fotografi.

Para pekerja seni di bidang fotografi tidak kehabisan akal untuk tetap bekerja ataupun mengisi waktu luang mereka di tengah pandemi. Mereka melakukan pemotretan dengan cara virtual.

Dilansir dari Era.id, pemotretan virtual ini merupakan ide dari fotografer asal Florida Selatan, Amerika Serikat, Reem Photography Kareem Virgo, yang merasakan dampak COVID-19 pada profesinya.

Oleh karena itu, ia bersama sang istri berhasil menemukan inovasi baru agar tetap bisa produktif, yaitu melakukan virtual photoshoot dari rumah. Bahkan beberapa minggu setelahnya, bisnis mereka tersebar di seluruh penjuru negeri hingga mendapat 500 orderan.

Berawal dari fotografer asal Florida tersebut, para selebritas di Indonesia juga turut mencoba virtual photoshoot. Seperti yang dilakukan oleh salah satu fotografer Indonesia beberapa waktu lalu. Michael Fabian atau biasa dikenal Michael Cools di akun Instagramnya ia memposting virtual photoshoot yang telah ia lakukan bersama penyanyi Raisa. Lalu, disusul oleh Luna Maya, Afgansyah Reza, hingga Jessica Iskandar.

Serunya Raisa Jalani Pemotretan Virtual | Foto: @suara.com
info gambar

Tentunya, hasil pemotretan tersebut tidak kalah dengan hasil dari sesi foto di studio atau di luar ruangan. Dan sejak saat itulah, virtual photoshoot mulai dikenal dan menjadi trending di media sosial Indonesia.

Virtual photoshoot ini berbeda dengan sesi foto biasa. Sesi pemotretan virtual mengandalkan komunikasi antara fotografer dan model dengan bantuan aplikasi videocall seperti, FaceTime, WhatsApp, dan aplikasi video call lainnya. Sesi pemotretan ini biasanya memerlukan waktu sekitar 5-10 menit.

Nantinya, para fotografer akan membantu mengarahkan model lewat layar ponsel. Kemudian si model akan ikut membantu memperhitungkan pencahayaan yang pas dan sudut pengambilan gambar.

Untuk melakukan virtual photoshoot, tak harus fotografi yang handal. Kawan GNFI juga memungkinkan untuk mencobanya di rumah karena alat yang dibutuhkan untuk melakukan photoshoot dapat ditemui dengan mudah. Terlebih, pemotretan ini juga dilakukan secara virtual.

Hanya saja mungkin faktor dapat ditemui pada gangguan komunikasi saat jaringan internet bermasalah serta berkurangnya ketajaman gambar. Maka dari itu, bagi Kawan GNFI penting untuk memperhatikannya ya, agar hasil dari pemotretan menjadi maksimal. Selamat mencoba!*

Sumber: era.id, tirto.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini