Dalam 10 Tahun Terakhir, Inilah Negara-Negara Paling Dermawan Sedunia

Dalam 10 Tahun Terakhir, Inilah Negara-Negara Paling Dermawan Sedunia

Ilustrasi © Unsplash.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Warga negara mana saja yang dianggap paling dermawan dalam memberikan bantuan kepada orang lain? Dalam sebuah survey global yang diadakan oleh Charity Aid Foundation yang berpusat di Inggris, kita mengetahui jawabannya. Survey ini diadakaln selama 10 tahun, dari tahun 2009-2018 di 128 negara, dengan responden sekitar 1.3 juta orang, dan dirilis dalam sebuah laporan World Giving Index.

Dalam laporan tersebut, warga di Amerika Serikat adalah yang paling dermawan di dunia, diikuti oleh Myanmar dan Selandia Baru. Selama rentang 10 tahun terakhir, responden survei ditanya apakah mereka telah melakukan hal-hal berikut dalam sebulan sebelumnya:

  • Menyumbangkan uang untuk amal.
  • Bekerja secara sukarela dalam suatu organisasi
  • Membantu orang yang tidak dikenal yang membutuhkan bantuan

Inilah 10 negara yang warganya paling dermawan di dunia, dalam 10 tahun terakhir:

Sumber : Marketwatch.com

Negara

Peringkat

Kedermawanan

Amerika Serikat

1

Myanmar

2

Selandia Baru

3

Australia

4

Irlandia

5

Canada

6

Inggris

7

Belanda

8

Sri Lanka

9

Indonesia

10

Beberapa highlight dari laporan World Giving Index di antaranya:

  • Lima negara dengan lompatan skor terbesar dari tahun sebelumnya adalah Indonesia, Kenya, Singapura, Malaysia, dan Irak.
  • Lima negara dengan penurunan skor terbesar adalah Maroko, Afghanistan, Kamboja, Mauritania dan Azerbaijan.
  • Lima negara yang menempati peringkat tertinggi untuk membantu orang asing adalah Liberia, Sierra Leone, AS, Kenya, dan Zambia.
  • Lima negara yang melaporkan persentase responden tertinggi mengatakan bahwa mereka telah menyumbangkan uang adalah Myanmar, Inggris, Malta, Thailand, dan Belanda.
  • Lima negara yang melaporkan persentase responden tertinggi yang mengatakan bahwa mereka telah menyumbangkan waktu untuk sebuah organisasi adalah Sri Lanka, Turkmenistan, Myanmar, Liberia, dan AS.

Bagaimana dengan negara-negara di mana penduduknya dianggap paling kurang dermawan? Mereka adalah Tiongkok, diikuti oleh Yunani dan Yaman, yang menurut laporan tersebut, dinyatakan bahwa Tiongkok adalah satu-satunya negara yang masuk dalam 10 terbawah untuk masing-masing dari tiga pertanyaan yang ditanyakan kepada responden.

Negara kaya maupun negara miskin sama-sama dermawan

Tujuh dari 10 negara teratas adalah di antara yang terkaya di dunia, sementara tiga di antaranya adalah negara berkembang kurang makmur: Myanmar, Sri Lanka dan Indonesia. Faktor-faktor budaya dan agama tampaknya memainkan peran.

Beberapa negara Afrika - Liberia, Sierra Leone, Kenya dan Zambia - berada di puncak daftar negara-negara di mana orang-orang kemungkinan besar membantu orang asing, yang menurut laporan tersebut dikaitkan dengan filosofi Afrika ubuntu, yang memprioritasnya kepedulian kepada sesama.

==

Referensi:

“Which Countries Are the Most Generous?” U.S. News & World Report, U.S. News & World Report, www.usnews.com/news/best-countries/articles/2019-12-20/the-worlds-most-generous-countries.

Albrecht, Leslie. “The U.S. Is the No. 1 Most Generous Country in the World for the Last Decade.” MarketWatch, MarketWatch, 7 Dec. 2019, www.marketwatch.com/story/the-us-is-the-most-generous-country-but-americans-say-debt-is-keeping-them-from-giving-more-to-charity-2019-10-18.

Charity Aid Foundation. “World Giving Index 2008-2019.“ 2019. pdf.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Strategi Pemerintah dan Pelaku Transportasi dalam Menghadapi Era ''New Normal'' Sebelummnya

Strategi Pemerintah dan Pelaku Transportasi dalam Menghadapi Era ''New Normal''

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Akhyari Hananto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.