Penerbang Tempur Wanita Pertama TNI AU itu Bernama Letda Ajeng

Penerbang Tempur Wanita Pertama TNI AU itu Bernama Letda Ajeng
info gambar utama

Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti menorehkan sejarah baru karena dinobatkan sebagai penerbang tempur perempuan pertama di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Upacara akan berlangsung secara sederhana pada dua tempat, dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat sehubungan kondisi pandemi Covid-19. Di Mabes TNI AU, Marsekal Yuyu menyematkan wing penerbang dan menyerahkan trofi kepada dua lulusan terbaik dan satu perwakilan siswa dari TNI AD.

"Sementara wisudawan lainnya mengikuti upacara dari Wisma Adisutjipto di Yogyakarta dan terhubung melalui jaringan video jarak jauh," kata Muhammad Yuris dikutip dari lansiran Merdeka.

Terpilihnya Letda Pnb Ajeng Tresna merupakan sejarah baru bagi TNI khususnya TNI AU. Karena pada Wingday Sekbang-97 inilah untuk pertama kalinya TNI AU akan memiliki seorang penerbang tempur wanita atau fighter yang akan menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.

Kasubdispenum Dispenau Kolonel Sus Muhammad Yuris menjelaskan bahwa selain melantik Letda Pnb Ajeng, KSAU juga melantik 42 perwira TNI AU, termasuk dua perwira wanita dan dua perwira TNI AD pada upacara Wisuda Siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan ke-97 atau Wingday.

Seusai dilantik, perwira lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 ini, akan memulai pengabdiannya di Skuadron Udara 15 Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, yang mengoperasikan pesawat tempur T50i Golden Eagle.

Dalam wawancara jarak jauh yang dilakukan Yuris dengan Letda Pnb Ajeng pada Ahad (17/5) sore, terungkap bahwa putri pasangan Kolonel Sus Prayitno dan Wiwi Sundari ini memang memiliki tekad yang bulat untuk menjadi fighter karena para instrukturnya memberikan motivasi yang besar setelah melihat kemampuan fisik, psikis, dan bakat terbangnya yang mumpuni.

Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti. Foto: Dispenau
info gambar

"Saya hanya menjalani dengan serius dan menikmati semua tahapan latihan terbang hingga akhir. Para instruktur menyemangati saya, agar bisa menjadi fighter dan sekarang hal tersebut terwujud," kata Ajeng dikutip dari lansiran Antara.

Khusus untuk penerbang tempur, akan menjalani Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Tempur (KPTPT) di Skuadron Udara 15 sebelum menjalani masa transisi di skuadronnya masing-masing. Peraih trofi siswa terbaik kategori fixed wing diraih oleh Letda Pnb Ravi dari Payakumbuh dan kategori rotary wing Letda Pnb Sandro dari Pekanbaru.

"Namun kini, Ajeng akan menjadi pionir bagi juniornya kelak bahwa kaum wanita juga mampu menjadi penerbang tempur TNI AU yang sama baiknya dengan penerbang tempur pria," pungkas Yuris dikutip dari lansiran Liputan6.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

Terima kasih telah membaca sampai di sini