Kapulaga Indonesia Kian Diminati Pasar Ekspor

Kapulaga Indonesia Kian Diminati Pasar Ekspor

Ilustrasi Kapulaga © Pxfuel

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kapulaga, salah satu komoditas rempah Indonesia yang semakin diminati pasar ekspor dengan indikasi permintaan dari negara lain terus meningkat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, menyatakan bahwa kapulaga yang dimaksud merupakan tanaman yang asli Indonesia.

"Di Indonesia, terdapat dua jenis kapulaga, ada kapulaga lokal dan juga kapulaga sabrang dari India, tetapi pada umumnya, para petani lebih memilih untuk menanam jenis lokal," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (27/5).

Ia mengatakan, kapulaga adalah salah satu rempah yang banyak diminati masyarakat. Tak hanya untuk bahan masakan namun juga dibutuhkan untuk industri makanan, minuman hingga farmasi.

Tak hanya pasar dalam negeri, permintaan rempah ini di pasar internasional juga semakin meningkat. Di Indonesia, pertanaman kapulaga tersebar di 20 provinsi di Indonesia, terluas di Jawa Barat yang mencapai lebih dari 27 ribu meter persegi dengan produksi 62.923 ton.

Peneliti Kapulaga dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Rosihan Rosman menambahkan tanaman kapulaga sering digunakan sebagai bahan untuk obat-obatan, rempah-rempah, sampai kosmetik sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

"Bahkan merupakan komoditas ekspor yang penting terutama untuk negara-negara Timur Tengah, Mesir dan India," katanya.

Nilai ekspor kapulaga semakin meningkat hingga mencapai 6.248 ton atau hampir 8 juta dolar AS, katanya. Di dalam negeri kebutuhannya juga masih besar karena luasnya pemanfaatan di industri makanan, minuman dan farmasi.

"Harga kapulaga kering antara Rp 90.000 hingga Rp 110.000 per kilogram," ujar Rosihan.

Buah kapulaga. Foto: Antara/HO-Balitbangtan Kementan
Buah kapulaga. Foto: Antara/HO-Balitbangtan Kementan

Kapulaga memiliki siklus hidup yang panjang di mana produksi buah setelah melewati panen pertama kegiatan panen dapat dilakukan 4 kali dalam setahun. Setiap tahun, jumlah buah yang di panen juga akan terus meningkat.

Terkait budidaya kapulaga, Rosihan menjelaskan tanaman kapulaga merupakan tumbuhan perdu yang tumbuh baik pada kondisi ternaungi, menghendaki tanah subur, gembur dan berdrainase baik. Panen kapulaga dilakukan setelah tanaman berumur 1,5-2 tahun hingga umur 10 sampai 15 tahun. Buah berbentuk bulat berukuran 1 cm yang bergerombol di atas permukaan tanah, jumlahnya berkisar 10-20 buah per gerombol.

Sumber: Antara

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sejarah Hari Ini (28 Mei 1979) - Pengesahan Nama Museum Nasional Republik Indonesia Sebelummnya

Sejarah Hari Ini (28 Mei 1979) - Pengesahan Nama Museum Nasional Republik Indonesia

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan Selanjutnya

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.