Selama PSBB, Tren Urban Farming di Jakarta Meningkat

Selama PSBB, Tren Urban Farming di Jakarta Meningkat
info gambar utama

Tren urban framing atau pertanian kota di Jakarta mengalami peningkatan signifikan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Jadi begini itu terbukti banget selama PSBB, permintaan benih meningkat sekali," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni dikutip dari lansiran Media Indonesia.

Selama tiga bulan belakangan ini atau saat masa PSBB di mana banyak orang Work From Home (WFH), terjadi peningkatan urban framing untuk kebutuhan warga sehari-hari.

"Begitu saya ke lapangan, itu awalnya ada yang (pertanian warga) di lahan kosong atau hidroponik dan sebagainya, ada peningkatan. Itu untuk kebutuhan mereka sehari-hari, mereka tidak perlu ke pasar," kata Darjamuni dikutip dari lansiran SINDOnews.

Urban framing atau pertanian kota di Jakarta meningkat selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Foto: SINDOnews
info gambar

Di kesempatan berbeda, senada dengan Darjamuni, Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Mujiati mengatakan bahwa walaupun belum terdata seberapa besar penambahan lokasi urban farming yang terjadi selama masa PSBB, pihaknya sudah mencatat sedikitnya ada sekitar 900 titik urban farming di Jakarta.

"Kalau orangnya ribuan, jadi jumlah pastinya karena kita hanya melihat titiknya, titiknya ada 600 Gang Hijau. Satu gangnya mungkin rata-rata 10 orang berarti sudah 6 ribu orang. Kemudian karang taruna itu ada 300 lokasi dengan satu lokasi kalau kita hitung 5 orang itu berarti 1.500 orang. Kemudian PKK dan di RPTRA," ungkap Murjiati dikutip dari lansiran Media Indonesia.

"Ada peningkatan. Kami terus berupaya meningkatkan titik-titik urban farming dengan target mencapai lebih dari seribu lokasi," ujar Murjiati dikutip dari lansiran SINDOnews.

Urban farming atau pertanian kota adalah konsep bertani dengan memaksimalkan lahan sempit di wilayah perkotaan yang dapat dilakukan di mana saja, seperti di atap rumah, dinding, pagar, halaman rumah, halaman sekolah, serta atap masjid.

"Wilayah rata-rata banyak itu timur, selatan, barat karena memang secara lokasi lebih luas. Contohnya kayak sawah malah di utara. Di Jakbar itu di atas masjid, Tebet juga," jelas Murjiati dikutip dari lansiran Media Indonesia.

Urban farming memiliki banyak sekali manfaat yang sangat positif, yaitu membuat kondisi lingkungan menjadi lebih hijau dan asri, serta dapat juga untuk memenuhi kebutuhan sendiri akan sayur-mayur.

"Dari sisi edukasi, kita akan memberikan ini juga kepada anak-anak kecil generasi muda. Dari sisi sosial, mereka itu mengerjakan bersama-sama yang artinya lebih guyub," pungkas Murjiati dikutip dari lansiran SINDOnews.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini