Sejarah Hari Ini (19 Juni 1861) - Sultan Hidayatullah Halau Serangan Belanda di Gunung Pamaton

Sejarah Hari Ini (19 Juni 1861) - Sultan Hidayatullah Halau Serangan Belanda di Gunung Pamaton

Prasasti Gunung Pamaton. © Youtube.com/@Budi IsNakkk

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sultan Hidayatullah Halil Illah bin Pangeran Ratu Sultan Muda Abdurrahman, atau lebih dikenal sebagai Pangeran Hidayatullah atau Sultan Hidayatullah II adalah salah seorang pemimpin Perang Banjar yang lahir di Martapura pada 1822 dan meninggal di Cianjur, Jawa Barat, pada 24 November 1904..

Berkat jasa-jasa kepada bangsa dan negara dalam memerangi kolonialisme Belanda, namanya dianugerahi Bintang Mahaputera Utama oleh pemerintah Republik Indonesia pada 1999.

Salah satu peristiwa pertikaian Sultah Hidayatullah dengan Belanda terjadi pada bulan Juni 1861.

Saat itu Sultan Hidayatullah berada di Gunung Pamaton yang kini terletak di wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Rakyat Gunung Pamaton menyambut kedatangan Sultan Hidayatullah dan rakyat membuat benteng pertahanan sebagai usaha mencegah serangan Belanda yang akan menangkapnya.

Sementara itu Sultan Hidayatullah berunding dengan Mufti di Martapura.

Pangeran Hidayatullah yang juga bergelar Sultan Hidayatullah II.
Pangeran Hidayatullah yang juga bergelar Sultan Hidayatullah II. Sumber: Wikimedia Commons

Perundingan pertama diadakan di Kalampayan dan yang kedua di kampung Dalam Pagar.

Dalam perundingan itu disepakati rencana akan melakukan serangan umum terhadap kota Martapura.

Para penghulu dan alim ulama akan mengerahkan seluruh rakyat melakukan jihad perang sambil mengusir Belanda dari bumi Banjar.

Serangan umum ini direncanakan dilakukan pada tanggal 20 Juni 1861, tetapi rencana itu bocor ke tangan Belanda.

Oleh karena itu 19 Juni 1861 Belanda secara tiba-tiba menyerang benteng Gunung Pamaton tempat pertahanan Sultan Hidayatullah.

Dengan bermodalkan persenjataan sederhana, serangan Belanda itu dapat digagalkan di mana banyak korban berasal dari pihak Belanda.

Sementara itu di kampung Kiram, tidak jauh dari Gunung Pamaton dan di daerah Banyu Irang, Pambakal Intal dan pasukan Tumenggung Gumar telah berhasil menghancurkan kekuatan Kopral Neyeelie.

Mayat-mayat pasukan Belanda ini dihanyutkan di sungai Pasiraman. Pambakal Intal berhasil menguasai senjata serdadu Belanda ini.

Bupati Banjar, Raja Muda H. Khairul Saleh saat meresmikan prasasti Gunung Pamaton.
Bupati Banjar, Raja Muda H. Khairul Saleh saat meresmikan prasasti Gunung Pamaton. Sumber: Disbudpar.Banjarkab.go.id

Perisitiwa ini kemudian dituliskan dalam sebuah prasasti yang bisa ditemui di Gunung Pamaton yang kini menjadi objek wisata di Banjar.

Bupati Banjar, Raja Muda H. Khairul Saleh, meresmikan prasasti ini pada tanggal 7 Desember 2011.

Referensi: Koranmakassarnews.com | Disbudpar.Banjarkab.go.id | De Oostpost | Willem Adriaan Rees, "De bandjermasinsche krijg van 1859-1863: met portretten, platen en een terreinkaart"

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Inilah 10 Merek Paling Bernilai di Indonesia 2020 Sebelummnya

Inilah 10 Merek Paling Bernilai di Indonesia 2020

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.