Pandemi Corona, Tren Naik Sepeda Justru Meroket!

Pandemi Corona, Tren Naik Sepeda Justru Meroket!

Ilustrasi Bersepeda Saat Pandemi © Pixabay

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Beberapa bulan terakhir saat masa pandemi, tren naik sepeda di seluruh dunia kini jadi sangat booming! Tak terkecuali di Indonesia tren naik sepeda juga meningkat tajam baik di kota besar maupun kota kecil.

Hal tersebut juga bisa dilihat dari penjualan sepeda yang meningkat secara signifikan saat masa pandemi ini.

Kompas melaporkan bahwa di Amerika Serikat, rak-rak penjualan sepeda di swalayan besar seperti Walmart dan Target terlihat kosong. Sedangkan pemilik toko sepeda di Manila mengatakan, permintaan sepeda sangat besar dan telah melebihi masa Natal.

Tidak beda jauh dengan kondisi di berbagai negara, di Indonesia juga para pedagang sepeda kebanjiran pembeli sepeda.

"Iya betul. Penjualan sepeda lagi naik pesat akhir-akhir ini," kata Azan Laganan, owner Formula Bike dikutip dari lansiran Kompas.

Tren sepeda ini disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi selama masa Pandemi, salah satunya adalah sepeda menjadi alternatif kegiatan olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.

Apalagi saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau pun Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), berbagai tempat gym masih belum diperbolehkan buka.

Setelah pelonggaran masa PSBB berbagai wilayah, bersepeda pun menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk menghilangkan kepenatan selama di rumah saja. Jadi, pesepeda dapat berolahraga sambil jalan-jalan keliling kota.

"Karena orang-orang yang WFH itu kan stress, depresi karena di rumah saja. Jadi kalau melakukan latihan fisik seperti bersepeda muncul hormon dan zat-zat yang bisa menimbulkan rasa senang," ucap dr. Andhika Raspati, Dokter Timnas Balap Sepeda Indonesia dikutip dari lansiran CNN.

Di jalanan pun terlihat banyak keluarga yang bersepeda bersama, hal ini juga berkaitan dengan waktu kerja orang tua yang lebih fleksibel dan juga kegiatan belajar mengajar sekolah yang dilakukan di rumah.

Yang terakhir adalah sepeda kini juga banyak dipilih masyarakat sebagai alternatif transportasi untuk bekerja dan beraktifitas. Karena menganggap transportasi umum memiliki resiko lebih besar sebagai tempat penyebaran Covid-19.

Jadi, untuk kalian semua yang sekarang sedang gandrung-gandrungnya naik sepeda, harus tetap mengikuti protokol kesehatan dan juga aturan lalu lintas agar tetap sehat, aman, dan selamat di jalan.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih100%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kreuz, Sepeda Brompton "Made in Bandung" yang Laris Manis Sebelummnya

Kreuz, Sepeda Brompton "Made in Bandung" yang Laris Manis

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.