Sejarah Hari Ini (22 Juni 1956) - Peringati HUT Jakarta, Wali Kota Sudiro Bagikan Hadiah dan Beasiswa

Sejarah Hari Ini (22 Juni 1956) - Peringati HUT Jakarta, Wali Kota Sudiro Bagikan Hadiah dan Beasiswa

Suasana simpang Senen Raya, Jakarta, pada tahun 1956. © ANRI

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Tanggal 22 Juni ditetapkan menjadi hari jadi kota Jakarta oleh Wali Kota Sudiro pada 1956.

Sebelumnya, Sudiro meyakini tahun 1957 merupakan tahun lahirnya kota Jakarta.

Ahli sejarah yang diminta bantuan oleh Sudiro, Dr. Sukanto, kemudian menyerahkan naskah berjudul Dari Jayakarta ke Jakarta.

Ia menduga bahwa 22 Juni 1527 adalah hari yang paling dekat pada kenyataan dibangunnya kota Jayakarta oleh Fatahillah.

Pada saat itu tercatat terdapat peristiwa di mana Fatahillah yang merupakan seorang Panglima Kesultanan Banten mengusir Portugis.

Untuk merayakan kemenangannya, Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta yang nantinya diubah namanya menjadi Jakarta seperti yang sudah kita kenal sekarang.

Tepat pada 22 Juni 1956, Sudiro akhirnya mengajukan tanggal tersebut sebagai hari ulang tahun Jakarta dalam sidang pleno dan usulnya itu diterima dengan suara bulat.

Potret Wali Kota Jakarta periode 1953-1960, Sudiro
Potret Wali Kota Jakarta periode 1953-1960, Sudiro. Sumber: Wikimedia Commons

Selanjutnya, sejak saat itu, tiap 22 Juni diadakan sidang istimewa DPRD Kota Jakarta sebagai tradisi memeringati berdirinya Kota Jakarta.

Demi memeringati HUT Jakarta ke-429 tahun pada 22 Juni 1956, Wali Kota Sudiro melakukan upacara pengibaran bendera dan melaksanakan program sosial di antaranya pemberian hadiah bingkisan untuk bayi yang lahir tepat pada tanggal tersebut.

Tak sampai di situ, kakek dari aktor kenamaan Indonesia Tora Sudiro ini juga membentuk badan pemberian beasiswa bagi anak-anak di Jakarta.

"...sedikit usaha sosial (untuk memeringati HUT Jakarta), misalnya pemberian "baby packet" bayi-bayi yang dilahirkan tepat pada tanggal 22 Juni 1956 dan pembentukan sebuah badan untuk memberi beasiswa kepada murid-murid SR (Sekolah Rakyat) asal Jakarta untuk melanjutkan pelajaran mulai dari SMP sampai pada Universitas," lapor redaksi Star Weekly pada tahun itu.

Referensi: Jakarta.go.id | Star Weekly

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
"Garda Terdepan", Lagu bagi Para Pejuang Penanganan Covid-19 di Indonesia Sebelummnya

"Garda Terdepan", Lagu bagi Para Pejuang Penanganan Covid-19 di Indonesia

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.