Sejarah Hari Ini (24 Juni 2007) - Lapangan Sepak Takraw Pantai Terbanyak di Bengkalis

Sejarah Hari Ini (24 Juni 2007) - Lapangan Sepak Takraw Pantai Terbanyak di Bengkalis
info gambar utama

Kota Kabupaten Bengkalis, Riau, Indonesia, ditunjuk sebagai tuan rumah kejuaraan sepak takraw se-Asia Tenggara (ASEAN) perdana pada akhir bulan Juni 2007.

Terdapat 12 negara yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut yakni tuan rumah Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, ditambah lima negara dari luar ASEAN, yaitu Srilangka, Korea Utara, Jepang, Iran dan China.

Pertandingan terbagi dua cabang, yakni sepak takraw indoor (dalam ruangan) dan beach takraw (sepak takraw pantai) baik untuk putri maupun putra.

Pihak penyelenggara tidak main-main dalam mempersiapkan kejuaraan sepak takraw skala internasional ini.

Hal itu bisa dilihat dari jumlah lapangan sepak takraw pantai yang tersedia 150 buah.

Lapangan sepak takraw pantai sedang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Mei 2007.
info gambar

“Diperkirakan ada sekitar 2.000 atlet takraw yang ambil bagian pada kegiatan pertandingan sepaktakraw massal. Secara serentak, pertandingan ini nantinya digelar di 150 lapangan ini. Seperti juga acara pembukaan, pertandingan takraw massal dimaksud dilaksanakan di Bandar Sri Laksamana”, terang penanggung jawab pelaksana, H Hasraf Saili, sebulan sebelum perhelatan dimulai.

Pada Ahad, 24 Juni 2007, kejuaraan itu pun dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault dan langsung menjadi pusat perhatian.

Banyaknya jumlah lapangan sepak takraw pantai yang berjumlah 150 buat dalam kejuaraan itu membuat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatatnya dalam buku rekor dalam kategori lapangan terbanyak.

Perwakilan dari MURI, Sri Widayati di Bengkalis, menyebutkan bahwa pemecahan rekor lapangan sepak takraw pantai dengan jumlah terbanyak itu merupakan pencatatan rekor ke 2.600 yang pernah diberikan oleh MURI.

Ada pun Bupati Bengkalis saat itu, Drs. H. Syamsurizal, MM tercatat sebagai inisiator rekor tersebut.


Referensu: Riauinfo.com | Aylawati Sarwono, "Rekor MURI"

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini