Sejarah Hari Ini (30 Juni 1954) - Berkat Nasionalisasi, BVM Jadi PPD

Sejarah Hari Ini (30 Juni 1954) - Berkat Nasionalisasi, BVM Jadi PPD

Bus Leyland Comet asal Australia yang dioperasikan PPD di Jakarta sekitar tahun 50-60-an. © Ron Phillips, "History of the Leyland Bus"

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pada tahun 1950-an, Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan nasionalisasi perusahaan Belanda.

Salah satu perusahaan yang terkena dampak ialah Bataviasche Verkeers Maatschappij atau yang disingkat BVM.

Perusahaan yang diresmikan pada 31 Juli 1930 itu merupakan operator transportasi trem dan bus di kota Batavia atau Jakarta.

Sayangnya tidak mudah begitu saja menasionalisasi BVM karena adanya perbedaan pandangan dari anggota dewan kota Jakarta.

Pasalnya BVM sering dilanda kerugian terutama di sektor transportasi trem yang kerap kali dihinggapi "penumpang gelap".

Namun eksekusi nasionalisasi tetap dilakukan dengan cara membeli saham-saham BVM.

Dijadwalkan nasionalisasi BVM akan dilakukan pada 15 April 1954.

Saat itu BVM memiliki 27 armada trem dan 8 hingga 12 bus kota.

Lebih lanjutnya, demi menghilangkan kesan masih beroperasinya perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia, nama BVM pun diganti dengan Maskapai Pengangkutan Djakarta.

Nama ini hanya bersifat sementara karena pemerintah menggantinya lagi setelah pemerintah mengakuisisi 90 persen saham BVM.

Rapat terakhir dilakukan pemegang saham pada 30 Juni 1954 di mana MPD dipimpin langsung oleh Kementerian Perhubungan.

Melalui akta notaris Mr. Raden Suwandi No.76 tanggal 30 Juni 1954 dan dikukuhkan akta notaris no. 82 tanggal 21 Desember 1954, BVM resmi diganti namanya menjadi Perseroan Terbatas (PT) Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD).

Setelah nasionalisasi, trem masih beroperasi sampai akhirnya dihentikan layanannya pada awal tahun 1960-an.

Berbeda dengan trem, bus tetap dioperasikan PPD berhubung mendapatkan bantuan Colombo Plan dari Australia.

Bus tersebut bermerek Leyland Comet yang dikirimkan sebanyak 250 unit secara bertahap.

Sampai saat ini, PPD tetap mengoperasikn bus di mana beberapa unitnya melayani rute Transjakarta.

Referensi: De Nieuwsgier | Perumppd.co.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Demi Generasi X, Alfamart Buat Co Working Space Khusus Bernama Alfa X Sebelummnya

Demi Generasi X, Alfamart Buat Co Working Space Khusus Bernama Alfa X

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.