Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru

Konferensi pers BEKUP pada 7 Juli 2020. © Youtube.com/Kemenparekraf

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) resmi membuka program Baparekraf for Startup atau disingkat BEKUP yang kelima pada Selasa (7/7/2020). BEKUP merupakan program tahunan yang diinisiasi oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sejak tahun 2016 dalam rangka mendukung pertumbuhan startup digital di Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pada tahun 2020 ini, BEKUP menyoroti kebutuhan untuk membangkitkan kembali industri pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah masa sulit pandemi Covid-19. Banyak startup di Indonesia terkena dampaknya. Program BEKUP pun diharapkan mampu mendorong startup nasional yang sudah berjalan atau tengah merintis untuk lebih aktif berkarya demi membangkitkan ekonomi kreatif dan pariwisata pada era new normal atau pascapandemi.

Optimis Bangkit

Co-Founder Tiket.com, Mikhael Gaery Undarsa, yang menjadi pembicara dalam acara tersebut menceritakan beratnya situasi usahanya di tengah pandemi Covid-19. Berhubung Tiket.com bergerak di industri travel, Gaery sudah merasakan terkena dampak pandemi sejak Februari 2020.

Meskipun pergerakan transaksi kecil di startup-nya, tetapi menurut Gaery tidak sampai nol. Gaery juga menyinggung tentang optimisme pemulihan ekonomi di Indonesia pascapandemi.

Co-Founder Tiket.com, Mikhael Gaery Undarsa.
Co-Founder Tiket.com, Mikhael Gaery Undarsa. Sumber: Zoom/Direktorat ATED

''Indonesia adalah salah satu negara yang orang-orangnya paling optimis mengenai economy recovery setelah Covid-19,'' kata Gaery.

Dari situ Gaery menekankan optimismenya melihat Indonesia bisa bangkit lagi lewat pariwisata. "Kalau pariwisata tidak ada yang bisa second Bali, Raja Ampat. Saya positif dan optimis meskipun industri saya yang terkena paling pertama dan recover paling terakhir.''

Tingkat optimisme Indonesia
Terkait pemulihan ekonomi pascacovid-19, tingkat optimisme Indonesia tergolong tinggi pada awal pandemi. Sumber: Mckinsey.com

Sementara itu, Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam menambahkan bahwa pandemi merupakan momentum bagi para wirausaha untuk menggaet lebih banyak konsumen lewat teknologi.

Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam
Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam. Sumber: Zoom/Direktorat ATED

"Secara keseluruhan, ekonomi digital malah naik (selama pandemi) terutama e-commerce, karena ini momentum untuk para pelaku UKM konvensional untuk bertransformasi digital," katanya

BEKUP Siapkan Ratusan Mentor

Selama empat tahun berjalan, BEKUP telah memfasilitasi 390 pre-startup di 15 kota di seluruh Indonesia. Pada tahun kelimanya ini, BEKUP akan menyeleksi ratusan pre-startup yang bergerak di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Program ini akan dilaksanakan dalam 5 batch di 5 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Makassar.

Dua puluh pre-startup terbaik dari setiap batch akan dipilih pada tahapan seleksi awal sebelum para pre-startup yang terpilih melalui periode bootcamp selama 3 hari. Kedua puluh pre-startup tersebut kemudian akan diseleksi kembali untuk menentukan 8 pre-startup terbaik dari setiap batch. Total 40 pre-startup dari seluruh batch akan menerima mentoring intensif selama satu bulan guna mempersiapkan mereka menjalankan bisnisnya.

Lebih dari 110 mentor yang ahli dalam bidangnya telah disiapkan oleh BEKUP 2020 untuk membimbing, mendampingi, dan memberikan bekal yang cukup untuk para startup selama program ini berlangsung. Selama periode bootcamp dan mentoring intensif, beragam materi akan diberikan oleh para mentor dalam bentuk workshop yang berfokus pada pertumbuhan mereka sebagai startup yang masih berada di tahap awal perkembangan bisnisnya (early stage startup). Semua kegiatan seleksi, bootcamp, dan mentoring akan dilakukan secara online.

Deputi Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Joshua Simanjuntak
Deputi Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, Joshua Simanjuntak. Sumber: Zoom/Direktorat ATED

Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Joshua Puji Mulia Simanjuntak mengatakan, ''Sinergi pemerintah dengan para pelaku usaha termasuk startup merupakan hal yang sangat penting dalam masa pemulihan ekonomi negeri ini. Melalui program BEKUP, kami ingin membuka kesempatan lebar bagi para pelaku usaha, serta mendorong terciptanya inovasi digital dan kemampuan adaptasi mereka untuk meningkatkan kualitas wirausaha. Lewat teknologi digital, kita harapkan akan ada akselerasi bisnis yang membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat pulih dengan lebih cepat. Selain itu, dengan adanya kesempatan yang ditawarkan oleh program ini, para pelaku usaha dapat fokus dan berinovasi untuk menjadi solusi menanggulangi dampak pandemi COVID-19.''

Berharap pada Berbagai Startup Daerah di Indonesia

Dalam penyelenggaraannya, BEKUP 2020 didukung oleh jejaring coworking di Indonesia. Presiden Coworking Indonesia, Faye Alund, mengungkapkan startup di berbagai daerah di Indonesia bisa berbicara banyak dengan inovasi lewat program ini.

''Pelaku coworking adalah penggerak ekosistem startup dan kewirausahaan di setiap daerah. Coworking adalah wadah di mana jejaring, ide, kolaborasi menghasilkan banyak inovasi, gerakan dan ide bisnis, yang bisa diakselerasi melalui program-program seperti BEKUP. Kami di komunitas Coworking Indonesia percaya bahwa pertumbuhan kewirausahaan dan ekonomi Indonesia dapat dibangun lewat kolaborasi, dan pandemi bukanlah alasan untuk menghalangi hal tersebut. Namun justru, tidak ada waktu yang lebih tepat daripada sekarang untuk saling bergotong royong mencari solusi dari masa sulit yang tengah kita hadapi saat ini,'' ujar Faye.

Presiden Coworking Indonesia/CEO KUMPUL, Faye Alund
Presiden Coworking Indonesia/CEO KUMPUL, Faye Alund. Sumber: Zoom/Direktorat ATED

Faye menambahkan bahwa program BEKUP dapat menjadi wadah bagi para startup untuk berkarya, menjalin keterhubungan dengan para pelaku industri, serta menjadi motivasi mereka untuk terus melahirkan ide dan mengembangkan inovasi secara kompetitif yang menjawab kebutuhan perekonomian tanah air.

Pendaftaran BEKUP batch pertama tahun 2020 akan dibuka di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2020, lalu akan diikuti oleh batch kedua di Surabaya pada 29 Juli, ketiga di Bali pada 7 Agustus, keempat di Medan pada 20 Agustus, dan kelima di Makassar pada 1 September. Lebih dari 500 startup ditargetkan untuk berpartisipasi dalam program BEKUP 2020. Setelah melalui proses seleksi, startup ini akan dibina untuk kemudian dipilih 40 Startup terbaik yang akan masuk ke tahap inkubasi dengan mentor-mentor high profile di industri startup digital Indonesia.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tesla Akan Bangun Pabrik Baru di Asia, dan Bukan di China. Lalu di Mana? Sebelummnya

Tesla Akan Bangun Pabrik Baru di Asia, dan Bukan di China. Lalu di Mana?

Kontingen Garuda UNIFIL Bantu Korban Ledakan Beirut, Lebanon Selanjutnya

Kontingen Garuda UNIFIL Bantu Korban Ledakan Beirut, Lebanon

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.