Menggali Lebih Dalam Kondisi Pendidikan Indonesia

Menggali Lebih Dalam Kondisi Pendidikan Indonesia

Keceriaan siswa-siswi sekolah dasar di daerah pelosok bogor © pixabay.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Berbagai permasalahan selalu hadir dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Seperti permasalahan kurikulum pembelajaran, metode kelas dan pengajaran, motivasi siswa-siswi Indonesia, dan lain-lain.

Pada tahun 2018 lalu, PISA atau Programme for International Student Assessment yang merupakan program dimiliki oleh OECD telah memberikan hasil dan kesimpulan terhadap kondisi pendidikan di Indonesia. Pada akhirnya, program ini menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia sudah jauh lebih baik, tapi masih ada yang perlu diperhatikan dan diperbaiki.

PISA menilai kualitas pendidikan di suatu negara berdasarkan pada tiga poin utama, yaitu literasi, matematika, dan sains. PISA memberikan penempatan Indonesia pada peringkat 74 se-dunia dalam kemampuan membaca, kemudian peringkat ke-73 dalam hal kemampuan matematika, dan peringkat ke-71 dalam hal kemampuan sains.

Semua poin tersebut jauh lebih rendah dibandingkan hasil PISA tahun 2015 lalu. Selain tiga poin utama ini, terdapat beberapa penilaian lainnya yang disoroti oleh PISA 2018 terhadap pendidikan Indonesia. Apa saja poin penilainnya? Simak ulasan berikut ini.

Aspek Kesetaraan Gender

PISA 2018 menilai bahwa prestasi dan kinerja pendidikan siswa perempuan di Indonesia sudah jauh lebih baik dibandingkan 9 tahun yang lalu dan mampu bersaing secara seimbang dengan siswa laki-laki. PISA 2018 juga menilai bahwa kemampuan matematika dan sains dari siswa perempuan sudah lebih unggul dibandingkan siswa laki-laki.

Foto: Semutijo.com
Safita Dwi Tyasputri, siswa berprestasi Sampoerna Academy yang berhasil menciptakan canting otomatis | Foto: semutijo.com

Hal yang unik dari penilaian PISA ini adalah adanya kecenderungan yang tinggi bagi siswa laki-laki yang ingin mengambil jurusan teknik dibandingkan siswa perempuan, dan hal tersebut berbanding terbalik dengan kecenderungan untuk mengambil jurusan kesehatan.

Aspek Iklim Suasana Sekolah

Pendidikan di Indonesia masih belum bebas dari tindak bullying di dalam lingkungan sekolah. PISA 2018 menilai bahwa 41% siswa di Indonesia mengalami tindakan bullying setidaknya beberapa kali dalam sebulan.

Foto: Tempo.com/Bram Selo Agung
Aksi damai stop bullying oleh pelajar di daerah Gladak Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah | Foto: Tempo.com

Disisi lain, 80% siswa-siswi Indonesia setuju bahwa tindakan bullying adalah hal yang buruk dan mereka setuju untuk membantu mereka yang tidak bisa membela diri akibat bullying tersebut. Akibat dari bullying tersebut, setidaknya terdapat 21% dari mereka memilih untuk tidak sekolah selama beberapa hari dan 52% dari mereka memilih untuk terlambat datang ke sekolah

Aspek Kehidupan Pembelajaran Di Sekolah

Pisa 2018 menyatakan bahwa setidaknya terdapat 70% dari siswa-siswi Indonesia merasa puas dengan kehidupan mereka di sekolah. Uniknya, 91% dari mereka merasakan kebahagiaan ketika menjalankan kehidupannya di sekolah, dan hanya 9% dari mereka yang selalu merasa sedih.

Foto: pwmu.co
Kreatifitas siswa kelas III MI Muhammadiyah 06 Tebluru | Foto: pwmu.co

Hal yang menggelitik dari penilaian PISA dari aspek ini adalah adanya kondisi dimana sebagian besar siswa perempuan di Indonesia menyatakan ketakutan apabila mengalami kegagalan dibandingkan siswa laki-laki.

Berdasarkan ulasan-ulasan di atas, setidaknya kita dapat mengetahui bahwa sistem pendidikan di Indonesia sudah berkembang jauh lebih baik. Namun, fakta-fakta tersebut bukanlah berarti pendidikan di Indonesia sudah baik-baik saja.

Masih banyak PR yang harus diperhatikan oleh pemerintah dan kita semua agar kelak pendidikan di negara akan unggul bersama negara-negara maju lainnya di dunia.*

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kisah Benteng Buton yang Tak Tembus Belanda dan Masuk Guinness World Record Sebelummnya

Kisah Benteng Buton yang Tak Tembus Belanda dan Masuk Guinness World Record

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia Selanjutnya

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia

Megumi Koto
@megumikoto39

Megumi Koto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.