#BerbagiPandangan bersama AIESEC, Youth Voice Matter!

#BerbagiPandangan bersama AIESEC, Youth Voice Matter!
info gambar utama

Masa pandemi yang terjadi saat ini tidak menghalangi AIESEC Surabaya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Bekerja sama dengan AIESEC Indonesia, Rabu (10/06) bulan lalu, forum Impact Circle kembali diselenggarakan. Kali ini, kegiatan tersebut diadakan secara virtual dengan tema #BerbagiPandangan.

SDG No.17, Partnerships for the goals, dipilih menjadi landasan dari tema. Tema tersebut mempunyai tujuan untuk menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengedepankan suara pemuda. Impact Circle diharapkan dapat memotivasi pemuda untuk menyuarakan pandangan mereka dan membawa dampak positif bagi masyarakat.

Walaupun diadakan secara online, Impact Circle tetap menghadirkan panelis yang luar biasa. Diantaranya, Isabella Silalahi – UNFPA Youth Advisory Panel; Billy Mambrasar – Staf khusus Presiden RI, Founder Kitong Bisa Foundation, National SDGs Ambassador; dan Faldi Goldiano–President of AIESEC In Indonesia 19/20. Acara ini juga dipandu oleh pemuda yang cukup menginspirasi, yaitu Gloria Natapradja – Duta Pemuda Pelajar Kemenpora.

Tangkapan layar kegiatan forum Impact Circle | Foto: AIESEC Surabaya
info gambar

Masing–masing pemateri memberikan pandangannya tentang pentingnya suara anak muda sebagai agen perubahan. Isabella Silalahi mengibaratkan pemuda seperti sebuah semangka, biji semangka seringkali disepelekan.

Padahal biji semangka justru bisa menjadi bibit untuk tumbuhan semangka baru. Begitulah pemuda, yang terkadang tidak menyadari kemampuan yang dimiliki. Pemuda seharusnya lebih berani untuk mengutarakan aspirasinya dan berkreasi.

Selanjutnya, Billy Mambrasar menekankan bahwa untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan mencapai tujuan yang sesuai dengan SDGs diperlukan peran dari berbagai pihak bukan hanya pemerintah, anak muda juga mempunyai potensi yang sangat besar untuk membawa kemajuan.

Di akhir sesi, Billy juga menyatakan bahwa untuk selain harus berani menyuarakan aspirasi, pemuda juga diharapkan melakukan suatu tindakan. “Words are as important as action” ucapnya.

Pembicara terakhir, Faldi Goldiano, menyatakan bahwa pemuda tidak perlu takut jika memiliki perspektif yang berbeda. Ketika memiliki pandangan yang berbeda, pemuda tetap harus bertukar pikiran karena perbedaan tersebut sebenarnya dapat membantu setiap orang untuk berkembang. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin.

Setelah sesi pembicara selesai, audiens pun diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab kepada masing – masing pembicara. Lebih dari 300 peserta yang hadir pun terlihat antusias mengikuti diskusi ini. Kedepannya Impact Circle akan rutin dilakukan setiap bulan oleh AIESEC Indonesia.

Sampai jumpa di Impact Circle selanjutnya!*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini