Geowisata Karangsambung Kebumen, Rumah Batuan Tertua di Pulau Jawa

Geowisata Karangsambung Kebumen, Rumah Batuan Tertua di Pulau Jawa

Batuan rijang (chert), batuan sedimen laut dalam yang bisa ditemukan di Geopark Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. © Shutterstock/Aldha Aulia Pangestu

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Aspek wisata tidak bisa lepas dari Indonesia, Kawan GNFI pastinya tahu akan hal itu. Dengan kekayaan alam yang melimpah, beragam macam jenis wisata yang bisa ditemui di Indonesia salah satunya ialah geowisata di sebuah geopark atau taman bumi/taman geologi.

Berwisata di geopark berbeda dengan di taman nasional. Jika berwisata di taman nasional biasanya kita hanya disajikan satwa, fauna dan segala ekosistem lain yang menjadi wilayah konservasi, lain lagi di geopark yang menjadi sebuah wahana memperlihatkan warisan alam dengan nilai-nilai geologi, sejarah, arkeologi, ekologi, dan budaya di dalamnya.

Di geopark, masyarakat setempat juga diajak untuk ikut berperan dalam melindungi kekayaan alam yang ada. Contoh geowisata ada berbagai macam, yakni gunung berapi, danau, air panas, pantai, sungai, ngarai dan semuanya bisa ditemui di sejumlah daerah di Indonesia.

Tujuan dibangunnya geopark tidak hanya untuk konservasi, Kawan GNFI. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, masyarakat juga turut berperan. Keberadaan geopark mampu membuat masyarakat menerima manisnya dalam bentuk pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan karena menjadi destinasi kunjungan wisatawan dan peneliti.

Di sejumlah daerah di Indonesia sendiri sudah ada geopark yang telah dikenal dunia dan tercatat dalam UNESCO Global Geoparks (UGG). Terdapat lima yang tercatat dalam UGG, yakni Geopark Batur, Rinjani, Gunung Sewu, Ciletuh, dan yang terakhir Kaldera Toba. Selain kelimanya, beberapa nama sedang dipersiapkan untuk masuk dalam UGG, salah satunya ialah Karangsambung.

Sekis Mika, "Tanah Dasar Pulau Jawa" Berusia Ratusan Juta Tahun

Karangsambung yang masuk dalam wilayah kota Kabupaten Kebumen – sebuah kota di wilayah Pantai Selatan Jawa Tengah - mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun lain lagi bagi ahli geologi baik yang masih hijau atau sudah pro, tempat ini dijadikan laboratorium alam karena lokasinya diyakini sebagai lantai samudra purba yang muncul ke permukaan akibat adanya proses dinamika bumi.

Bersama daerah Karangbolong di bagian selatan Kebumen, Karangsambung yang memiliki luas 22 ribu kilometer persegi sudah ditetapkan menjadi geopark pada November 2018. Letaknya sekitar 19 kilometer dari pusat kota Kebumen. Dari kota Bandung, Karangsambung dapat dicapai selama 7 jam dengan kendaraan roda empat atau 6 jam dengan kereta api, menempuh jarak kurang lebih 350 km. Sedangkan dari Kota Yogyakarta, Karangsambung hanya berjarak 120 km dan dapat ditempuh selama 3 jam.

Panorama geowisata Karangsambung, Kebumen.
Panorama geowisata Karangsambung, Kebumen. Sumber: Wikimedia Commons

Mengutip artikel SuaraGea berjudul "Karangsambung: Bukan Sekadar Suguhan Keindahan Alam yang Tersembunyi" oleh Ratika Benita Nareswari, bagi pengamat geologi, Karangsambung menyimpan rahasia sejarah terbentuknya Pulau Jawa dan jalur penunjaman purba Lempeng Australia dengan lempeng Indo-Australia pada Zaman Kapur.

Daerah Karangsambung dinilai istimewa karena menyimpan fitur geologi langka yang secara alami menghasilkan koleksi jenis batuan yang lengkap. Aneka ragam batuan beku, sedimen, maupun metamorf tersedia baik dalam bentuk singkapan dengan tekstur dan struktur batuan yang spektakuler hingga bongkah-bongkah batuan berukuran kerikil hingga membentuk perbukitan dan menarik secara visual. Selain keanekaragaman batuan, sejarah geologi pada Karangsambung menghasilkan bentangan geomorfologi megah yang dapat dinikmati baik siapa saja termasuk masyarakat awam.

Pembentukan batuan vulkanik dengan struktur lava bantal yang terletak di Karangsambung
Pembentukan batuan vulkanik dengan struktur lava bantal yang terletak di Karangsambung. Sumber: Shutterstock/Aldha Aulia Pangestu

Di Museum Melange, Balai Informasi Konservasi Kebumian (BIKK) Karangsambung, jenis batuan tertua di Pulau Jawa atau bahkan di dunia bisa kita temui. Di museum tersebut tersimpan batuan bernama mica schist (sekis mika), batuan metamorf yang menjadi daya tarik wisatawan untuk melihat dan mempelajari proses pembentukannya.

Sekis mika mineral utamanya adalah mika. Mineral mika biasanya digunakan pada alat setrika listrik, tempat elemen pemanas dililitkan. Ahli geologi meyakini bahwa batuan sekis mika yang berusia sekitar 117 tahun itu merupakan "tanah dasar Pulau jawa".

Sekis mika
Contoh batuan sekis mika. Sumber: Geology Superstore

''Batuan ini, jika terkena sinar matahari, mengkilap seperti kaca,'' terang Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BIKK Karangsambung Edi Hidayat pada 2017, dikutip GNFI dari Harian Bernas.

BIKK Karangsambung kerap kali diserbu wisatawan dari kalangan pelajar dan mahasiswa fakultas geologi seluruh Indonesia. Menurut Edi, rata-rata jumlah pengunjung bisa sampai 12 ribu orang per tahun. ''Waktu batu akik sedang booming tahun 2015, pengunjung meningkat sampai 17.000 orang,'' kata Edi.

Tempat Berburu Batu Akik

Batu Badar Besi
(Kau pernah bersaksi)

Akik badar besi
Kau pernah bersaksi
Ketika dunia diguncang tradisi
Semua orang gila batu akik "badar besi"

Kau batu yang ajaib
Bisa menempel besi seperti magnit
Tapi kini kik badar besi
Tetap masih dicari

Kau pernah menghiasi jari-jari
Dari orang biasa, hingga seorang menteri
Dari pasar loak hingga terpajang di galeri
Di manapun kau pernah dipuja hati

Kau tak didapati di lain tempat di mana-mana
Hanya ada di Gombong – Kebumen – saja

Dulu kau pernah berjaya
Tapi kini pamornya entah ke mana

Begitulah puisi dari penyair Kebumen, Karan Figo dalam buku Bait-Bait Pasar Kemit #2. Lewat puisi tersebut, Karan mencoba memperkenalkan kota Kebumen sebagai sentra batu akik khususnya yang berjenis badar besi (iron jasper chalcedony).

Batu akik badar besi.
Batu akik badar besi. Sumber: Gresik.co

Bagi penggemar batu akik yang memercayai klenik, badar besi dikenal berkhasiat sebagai penolak bala dan pembawa keberuntungan. Lalu apa hubungan batu satu ini dengan Geopark Karangsambung? Ya, karena batu akik badar besi ini bisa ditemui sebelah barat Karangsambung lebih tepatnya di Gunung Buluberas Desa Karanggayam.

Seperti yang sudah disinggung oleh Edi Hidayat, Karangsambung sebelum menjadi geopark sering diserbu para pemburu batu akik. Kegiatan pencarian ragam batu akik oleh warga Karangsambung bahkan bukan terjadi ketika booming pada 2015 saja, melainkan sudah ada sejak akhir 1980-an.

Hamparan batuan eksotis yang bisa ditemukan di sungai Luk Ulo
Hamparan batuan eksotis yang bisa ditemukan di tepi sungai Luk Ulo. Sumber: SuaraGEA

Biasanya para pemburu bahan batu akik mencarinya di sebuah sungai besar berkelok bernama Lok Ulo - dinamai demikian karena panjang dan berkelok seperti ular (ulo). Batu-batu ini lalu dijadikan batu akik karena memiliki tingkat kekerasan yang baik. Menurut hasil penelitian, batu-batuan di sungai ini merupakan yang tertua di kawasan Asia Pasifik.

Namun mencari bahan dasar batu akik di Sungai Luk Ulo semakin sulit alias langka. Selain karena aktivitas penambangan pasir, hal lain yang menyebabkannya langka karena banyaknya permintaan dari kolektor dalam dan luar negeri.

Geopark Karangsambung-Karangbolong Menatap Unesco Global Geopark

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) terus mematangkan Dokumen Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong (GNKK) Menuju Unesco Global Geopark (UGG).

Bahkan saat ini telah disiapkan klustering mencakup 27 situs yang akan menjadi situs utama dalam pengusulan Geopark Karangsambung-Karangbolong. Terdiri atas 20 situs geologi dan 4 situs budaya, 3 situs biologi.

Hal itu terungkap dari diskusi secara virtual Webinar Perkembangan Penyusunan Dokumen GNKK Menuju Unesco Global Geopark di Ruang Teater Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kebumen, Selasa (14/7/2020). Menurut salah satu pembicara dari peneliti Balai Informasi dan Konservasi Kebumian LIPI Karangsambung, Chusni Ansori, Geopark Karangsambung-Karangbolong tidak hanya geopark yang mengedepankan aktivitas penelitian geologi atau pariwisata semata, tetapi potensi geologi yang memanfaatkan keindahan alam sehingga terjaga kelestariannya dan masyarakat penghuninya sejahtera melalui aktivitas sosial budaya.

Peta Geopark Karangsambung-Karangbolong.
Peta Geopark Karangsambung-Karangbolong. Sumber: "Buklet Geopark Karangsambung-Karangbolong"

''Secara keseluruhan kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong terbagi menjadi dua geoarea, yaitu kawasan geoheritage Karangsambung di bagian utara dan kawasan geoheritage bentang alam karst di bagian selatan. Dikenal pula sebagai kawasan Gombong selatan hingga Pantai Karangbolong dan Pantai Ayah yang dipenuhi gua-gua alam, kawan karts atau mata air bawah tanah dan keindahan pantai alam di Kecamatan Ayah,'' jelas Chusni.

Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz, yang juga ikut menyaksikan Webinar itu menyatakan siap mendukung penuh upaya mewujudkan GNKK menjadi Unesco Global Geopark sesuai target. Apalagi sejak 2018, Geopark Karangsambung-Karangbolong telah menyandang predikat geopark nasional atau taman bumi nasional.

''Ini potensial sekali sebagai kekayaan daerah dalam mewujudkan wisata geologi, biologi dan budaya sekaligus untuk pelestarian alam sehingga semua pihak harus mendukung,'' pungkas Yazid.


Referensi: Suarabaru.id | Karangsambung.lipi.go.id | Geopark.Kebumenkab.go.id | Dprd-kebumenkab.go.id | SuaraGea | Majalah Adiluhung | Puspa Swara, Ariful Hakim, "Hobi dan Investasi Batu Mulia" | "Buklet Geopark Karangsambung-Karangbolong" | Haryadi Sadja, Derix Al Kosamby, Agung Al Badamy, Karan Figo, "Bait-Bait Pasar Kemit #2"

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Buton, Daerah Istimewa Selain Aceh dan Jogja Sebelummnya

Buton, Daerah Istimewa Selain Aceh dan Jogja

Kerupuk Melarat Cirebon, Camilan Unik yang Digoreng Tanpa Minyak Selanjutnya

Kerupuk Melarat Cirebon, Camilan Unik yang Digoreng Tanpa Minyak

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.