Sejarah Hari Ini (6 Agustus 1912) - Probolinggo Stoomtram Maatschappij Buka Jalur Umbul - Sumber Kareng

Sejarah Hari Ini (6 Agustus 1912) - Probolinggo Stoomtram Maatschappij Buka Jalur Umbul - Sumber Kareng
info gambar utama

Probolinggo adalah kota pesisir yang terletak di sebelah timur Provinsi Jawa Timur.

Daerahnya merupakan dataran rendah di tepi selat Madura.

Meskipun kotanya merupakan dataran rendah, tetapi latar belakang kota tersebut merupakan pegunungan Tengger dan Gunung Bromo.

Itulah sebabnya Probolinggo mempunyai daerah hinterland yang subur di mana dataran rendahnya ditanami tanaman tebu dan padi oleh warga setempat pada masa kolonialisme Belanda.

Oleh sebab itu dalam jarak 6 kilometer saja sebelah selatan dari Probolinggo sudah terdapat 4 buah pabrik gula yakni Wonolangan, Wonoasih, Sumber Kareng dan Umbul.

Probolinggo juga merupakan titik temu yang penting serta pelabuhan regional untuk produk pertanian daerah pedalaman seperti gula, tembakau dan kopi.

Demi mempermudah pengangkutan hasil kebun, pemerintah kolonial menghadirkan transportasi trem uap yang dioperatori Probolinggo Stoomtram Maatschappij (PbSM) mulai tahun 1894.

Namun tak hanya digunakan untuk angkutan barang, tetapi PbSM juga mengangkut penumpang dan itu bisa dilihat adanya foto-foto wagon penumpang trem.

Wagon penumpang trem PbSM.
info gambar

Pada saat itu, kehadiran trem dengan cepat mendapat sambutan baik dari masyarakat yang sebagian besar masih memanfaatkan transportasi tradisional, seperti kuda atau pedati.

Di samping harga tarifnya yang cukup terjangkau, trem dianggap lebih cepat dibandingkan alat transportasi darat apapun saat itu.

Wagon penumpang Probolinggo Stoomtram Maatschappij.
info gambar

PbSM mengoperasikan trem uap di Kabupaten Probolinggo dari Stasiun Probolinggo sampai dengan Stasiun Paiton melalui Jalur kereta api Probolinggo – Paiton.

Jalur Trem Probolinggo yang dulu membentang dari Sumber Kareng - trayek terakhir PbSM - hingga Paiton hanya sepanjang 43 km.

Jalur pertama yang dibuka PbSM ialah Jati - Gending yang berjarak 10 kilometer dan beroperasi pada 21 April 1897.

Masih pada yang sama, terdapat penambahan dua jalur yakni Gending - Jabung (1 Mei, 19 km) dan Probolinggo - Jati (22 Juni, 1 km).

Rangkaian trem PSM melintasi jalur di Pantai Bentar, sebelah tenggara Probolinggo.
info gambar

Setahun kemudian, trayek Jabung Paiton yang memiliki panjang jalur 5 km dibuka pada 22 Juni.

Adapun jalur terakhir yang disediakan PSM ialah Probolinggo - Umbul - Sumber Kareng yang merupakan tempat-tempat berdirinya pabrik gula.

Pembukaan jalur berjarak 3 km itu dilakukan pada 6 Agustus 1912.

Lokomotif trem uap PbSM C2501 di TMII.
info gambar

Perang Kemerdekaan menyebabkan lintas-lintas PbSM mangkrak dan sebagian di antaranya dicabut.

Ada usaha untuk membangkitkan jalurnya lagi, tetapi tak juga terlaksana.

Beberapa aset peninggalannya kemudian dipelihara pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) salah contohnya ialah lokomotif trem uap dengan seri C2501.

Lokomotif buatan pabrik Hanomag, Hannover, Jerman, itu disimpan di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 1987.

Referensi: Twitter.com/@MalangTramway | Facebook.com/@Probolinggotempoedoeloe1800 | Searail.Malayanrailways.com | Heritage.kai.id | Prita Ayu Kusumawardhani, "Kereta Api di Surabaya 1910-1930"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini