Optimisme Pandji, Indonesia akan Dikenal Dunia Lewat Karya

Optimisme Pandji, Indonesia akan Dikenal Dunia Lewat Karya
info gambar utama

Sebagai pelaku dunia industri hiburan, tepatnya stand up comedy, Pandji Pragiwaksono merasakan adanya perubahan yang cukup signifikan. Jika dulu untuk bisa menjadi seorang entertainer peluangnya susah, kini semua memiliki kesempatan yang sama dan merata.

Memulai karier sebagai seorang penyiar radio di Hard Rock FM Bandung, menjadi bekal Pandji hingga bisa menjadi seperti sekarang. Dengan menjadi penyiar mengajarkannya untuk bisa percaya dengan diri sendiri. Pandji pun menceritakan bahwa saat ia menjadi penyiar radio, warna penyiar lebih penting daripada warna suara.

“Dari dulu dididik bahwa keluarkan karakter kita, subjektif kita, orang akan suka karena kebenaran dalam bidang karya. Seperti penyiar ketika lagi siaran, apa yang diomongin adalah apa yang dilihat, dialami, dan dipikirkan. Jadi cara pikir itu kebawa di bidang karya. Sebenarnya kalau ingin melihat cara berpikir pandji, perhatiin aja karyanya dari tahun ke tahun, biasanya bertumbuh terus,” tutur Pandji dalam Goodtalk Live on Instagram, pada Rabu (29/7) lalu.

Poster Goodtalk IG Live | Foto: GNFI
info gambar

Pria lulusan Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Angkatan 1997 ini jika dilihat dari karya-karya yang ia buat, pasti selalu menyelipkan unsur nasionalisme tentang Indonesia.

“Saya juga enggak berani bilang bahwa saya lebih cinta Indonesia dibanding yang lain. Cuma aja saya emang cerewet pada dasarnya, dan cerewet saya ternyata lebih banyak omongin Indonesia karena yang saya rasa menarik untuk dibahas, ya, Indonesia,” tutur Pandji.

Dengan rasa cintanya terhadap Indonesia, Pandji pun memiliki keiinginan supaya Indonesia bisa dikenal dunia lewat karya-karyanya. Jadi, ketika ke luar negeri, akan ada karya Indonesia yang terpampang di sana. Tentu saja hal itu menimbulkan rasa bangga terhadap negeri ini.

Dengan hadirnya karya berupa sebuah brand Indonesia di luar negeri, ada keterwakilan Indonesia di setiap negara di dunia. Meskipun memang sudah banyak restoran-restoran Indonesia di luar negeri, namun nyatanya belum ada industri kreatif seperti fashion yang bertengger di luar sana.

Bagi Pandji, kalau Indonesia sedang mencari waktu yang tepat untuk menawarkan sesuatu kepada dunia dibanding mengonsumsi apa yang dunia tawarkan, sekarang persis ketika persaingan lebih datar dengan adanya internet adalah waktu yang tepat.

“Dan saya punya keyakinan yang sangat tinggi kalau kita tidak kalah saing dan kita sebenarnya bisa,” tegas Pandji.

Dengan sikap optimisnya, Pandji meraba dalam 5 tahun dari sekarang akan muncul sesuatu di platform media sosial sesuatu yang sedang tren dan orang-orang akan mulai membicarakan brand Indonesia yang ternyata sudah ada di luar negeri.

Tour stand up comedy Pandji yang selalu ada unsur Indonesia | Foto: mousaik.com
info gambar

Pandji menjelaskan nantinya akan muncul orang-orang yang berfoto di depan sebuah toko Indonesia di luar negeri. Mengapa Pandji begitu percaya? Karena baginya, perjalanan menuju ke sana sudah mulai terlihat, secara individual, Indonesia sudah mulai dikenal dan mendunia di ranah yang popular.

Contohnya saja Weird Genius yang diapresiasi se-dunia hingga bisa ada di Times Square, Rich Brian, Iko Uwais, Agnez Monica, dan sebagainya.

Untuk bisa menggapi hal itu, Indonesia harus bisa mencari dan melihat arena mana yang kosong untuk ditempati. Jika Indonesia bisa menemukan itu, Indonesia harus lari ke arah sana. Tentunya dengan unggul dan menimbulkan perspektif luar biasa dari negeri lain.

“Kita mesti main di playing field yang berbeda. Kita enggak akan bisa ngejar yang lain, kalau mau kita bikin sendiri dan bikin negara lain ngejar kita,” kata Pandji.

Lantas, bagaimana kiatnya supaya bisa menuju kea rah tersebut? Bagi Pandji, kiat agar Indonesia bisa beda dari yang lain ialah, “Sedikit lebih beda lebih baik, daripada sedikit lebih baik”. Indonesia harus baik dulu, lalu kemudian baru lebih beda, karena lebih beda akan lebih dilihat dibanding lebih baik.

Jawaban untuk bisa lebih beda dari negara lain adalah dengan Indonesia menjadi diri sendiri. Meskipun begitu, kenyataannya tidak mudah untuk menjadi diri sendiri di depan publik apalagi di depan dunia.

“Kalau kita berani menjadi diri sendiri di industry apapun di bidang apapun, itu peluang yang akan membuat kita kelihatan,” tutup Pandji. (des)

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini