Sejarah Hari Ini (14 Agustus 1961) - Apel Akbar Gerakan Pramuka Indonesia di Jakarta

Sejarah Hari Ini (14 Agustus 1961) - Apel Akbar Gerakan Pramuka Indonesia di Jakarta
info gambar utama

Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada 14 Agustus 1961.

Pramuka sendiri adalah singkatan dari Praja Muda Karana yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya, merupakan sebuah kegiatan pendidikan non-formal untuk pengembangan skill dan pembentukan karakter.

Sebelum singkatan ini ditetapkan, kata Pramuka sendiri asalnya diusulkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dari kata "Poromuko" yang berarti pasukan terdepan dalam perang.

Pelantikan Gerakan Pramuka dilakukan setelah banyaknya organisasi kepanduan tumbuh di Indonesia pada periode 1950-1960.

Presiden RI kemudian menyatakan pembubaran semua organisasi kepanduan dan meleburnya menjadi organisasi baru yakni Gerakan Pramuka.

Barisan kuda pramuka dipimpin Kolonel dr Singgih.
info gambar

Berkat bantuan Perdana Menteri Ir Juanda, maka perjuangan menghasilkan Keppres No 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh penjabat sementara (Pjs) Presiden RI Ir Juanda karena pada saat itu Presiden Soekarno sedang berkunjung ke luar negeri.

Gerakan Pramuka pertama tidak hanya digelar di ibu kota Jakarta, tetapi juga di tempat-tempat penting di Indonesia.

Di Jakarta, sekitar 10 ribu anggota Gerakan Pramuka mengadakan apel akbar.

Anggota pramuka daeri berbagai daerah di ibu kota mengikuti pawai pembangunan dan baris-berbaris di depan Presiden Sukarno yang dilanjutkan berkeliling kota Jakarta.

Sukarno meninjau barisan anggota pramuka pada acara pelantikan Gerakan Pramuka.
info gambar

Sebelum kegiatan pawai, Sukarno melantik anggota Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas), Kwartir Nasional (Kwarnas), dan Kwartir Nasional Harian (Kwarnari) di Istana Negara.

Mapinas saat itu diketuai oleh Ir. Soekarno, dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr. A. Aziz Saleh.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX juga menjabat sebagai Kwarnas bersama Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

Pasukan berkuda Gerakan Pramuka.
info gambar

Pada kesempatan itu juga disampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No. 448 Tahun 1961) yang diterima Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebelum pawai dimulai.

Peristiwa ini pun kemudian dikenal sebagai Hari Pramuka dan diperingati seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka setiap tahunnya.

Referensi: Star Weekly | Bosscha.id | Agus S. Dani, Budi Anwari, "Buku Panduan Pramuka Penggalang"

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini