Sebuah Gambar Bernilai Ribuan Kata

Sebuah Gambar Bernilai Ribuan Kata
info gambar utama

Makna foto berdasarkan ungkapan populer “One Picture is Worth a Thousand Words” atau “A Picture is Worth a Thousand Words“, memiliki arti "Satu gambar bernilai ribuan kata” atau “satu gambar setara dengan seribu kata”.

Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa foto memiliki kekuatan yang lebih dari pada kata-kata. Dengan kata lain ungkapan "One picture is worth a thousand words" mengacu pada gagasan bahwa ide kompleks dapat disampaikan hanya dengan satu foto. Ungkapan ini muncul untuk pertama kalinya dalam artikel surat kabar tahun 1911, dengan mengutip editor surat kabar Tess Flanders yang membahas tentang jurnalisme dan publisitas.

Kata “foto” sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu photos yang berarti cahaya atau sinar. Foto berarti potret atau gambar yang dibuat dengan kamera; gambaran; bayangan; pantulan. Secara teknis, foto adalah gambar diam yang dihasilkan oleh kamera yang merekam suatu objek,kejadian atau keadaan pada kurun waktu tertentu.

Kelebihan foto dibanding kata

Foto memiliki Keterlibatan (Engagement) berupa konten gambar atau foto lebih banyak menarik perhatian publik daripada kata-kata, seperti yang terdapat di situs web maupun di update sosial media.

Foto memiliki Kekuatan Visual ; Foto memiliki kemampuan untuk menyampaikan konsep-konsep abstrak nan kompleks. Foto juga dapat secara instan mengubah suasana hati yang bahagia menjadi sedih, foto juga dapat membangkitkan memori masa lalu.

Seperti foto dibawah ini, setiap orang dapat mendeskripsikannya dengan ribuan kata yang berbeda tentang peristiwa 58 tahun silam. Melalui foto yang bersejarah dan langka ini, sesuai dengan pengetahuan, memori, kenangan, dan pengalaman masing-masing yang berkaitan dengan foto tersebut. (Ket : Foto ini untuk pertama kalinya dipublikasikan secara luas melalui tulisan ini).

Keterangan foto: Penyematan Wing Para Dasar oleh IBU OEMAR DANI (Istri mantan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya Oemardani)

Ialah Tuti Gantini, penerjun statik wanita pertama Indonesia. Tuti merupakan putri dari Marsda Purn R.A. Wiriadinata, Komandan Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP) pertama yang kini dikenal sebagai Korpspaskhas TNI-AU.

Tuti Gantini dinobatkan sebagai penerjun statik wanita pertama di Indonesia setelah berhasil melakukan penerjunan statik pada wingday yang diselenggarakan TNI AU di Lanud Sulaiman Margahayu Bandung pada tanggal 23 Agustus 1962. Kesuksesannya itu diawali dengan ground training dan serangkaian latihan yang berat.*

@1212bdg/dokphallanbakin.co.id/W3romeltèa

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini