Sejarah Hari Ini (15 Agustus 2009) - Karnaval Domba Laga Terbanyak di Garut

Sejarah Hari Ini (15 Agustus 2009) - Karnaval Domba Laga Terbanyak di Garut
info gambar utama

Karnaval domba Garut (Ovis aries) digelar di Garut, Jawa Barat, pada 15 Agustus 2009.

Kegiatan karnaval ini dinamakan "Karnaval & Laga Domba Garut Terpanjang & Terbanyak" yang bertujuan mencatatkan diri dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus memeriahkan HUT Republik Indonesia (RI).

Saat itu sekretaris penyelenggara, Janur M Bagus, mengatakan adanya antusiasme yang tinggi dari para peternak dan penggemar karnaval.

Pihak panitia sempat kewalahan menampung membludaknya peminat karnaval menjelang penutupan pendaftaran.

Namun, penutupan pendaftaran peserta terpaksa dilakukan lebih cepat atau Kamis (13 Agustus), yang semula dirancang pada Sabtu (15 Agustus) saat menjelang pelaksanaan di tempat.

Sejumlah domba laga dipercantik ketika mengikuti karnaval di Garut pada 15 Agustus 2009.
info gambar

Karnaval domba laga terbanyak ini sendiri diikuti 1.906 ekor domba dengan rekoris Ir. H. Dedi Gandhi Sukmana dan Himpunan Peternak Penggemar Domba Garut.

Pihak penyelenggara lomba menyediakan sejumlah hadiah, antara lain tiga unit sepeda motor, lemari es, televisi berwarna 21 inci, serta sejumlah hadiah hiburan "door prize".

Bagi para peserta, disiapkan pula pakaian adat khas "jawara" domba, berupa kaos dan pangsi berwarna hitam untuk dikenakan para peternak ketika mendampingi dombanya berkanaval.

Selain karnaval, acara dimeriahkan kesenian tradisional etnik Garut dan pagelaran wayang golek yang dibawakan Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya dari Padepokan Giri Harja III Bandung.

Kegiatan ini diharapkan Janur M Bagus dapat menjadi hadiah istimewa bagi ulang tahun Kemerdekaan RI, sekaligus mempertahankan eksistensi peternak dan penggemar domba Garut sebagai salah satu spesies 'plasma nutfah' unggulan langka di Indonesia, bahkan dunia.

Referensi: Kompas.com | Muri.org | Pjigarut.wordpress.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini