Kereta Cepat dan Harta Karun Indonesia

Kereta Cepat dan Harta Karun Indonesia
info gambar utama

1 Oktober 1964, sebuah sejarah penting tertoreh di Stasiun KA Tokyo, dimana system kereta api terbaru Jepang, dan yang pertama di dunia, KA supercepat ‘Tokaido Shinkansen’ tepat berusia diluncurkan. Peluncuran ini mengejutkan banyak orang di seluruh dunia, selain karen teknologinya yang revolusioner, juga semua orang mahfum bahwa Jepang belum sepenuhnya sembuh dari luka-luka Perang Dunia II. Shinkansen pun menjadi fenomena dunia. Tak terhitung berapa banyak insinyur dari berbagai negara yang secara khusus belajar mengenai KA tersebut, tak terhitung juga berapa banyak para insinyur dan akademisi Jepang menjelajahi dunia untuk menyebarkan hal-hal terkait Shinkansen.

Kini, 55 tahun lebih beroperasi, Shinkansen sudah mengangkut lebih dari 10 milyar penumpang, tak pernah sekalipun terjadi kecelakaan fatal, juga keterlambatan rata-rata yang kurang dari 1 menit setiap tahunnya. Kerata api juga menjadi salah satu simpul penting dalam bagaimana bangsa jepang menjadi menggapai mimpi-mimpi menjadi jepang seperti yang kita kenal sekarang. Petinggi Central Japanese Railway (JR Tokai) dalam pidato setengah abad Shinkansen menyebutkan bahwa Shinkansen adalah salah satu pendorong penting bangsa Jepang yang hancur karena perang untuk menjadi kemajuan di bidang ekonomi, structural dan sosial.

Perlu kita fahami, bagaimanapun hebatnya sebuah bangsa, ketika kota-kotanya porak-poranda, ketika banyak pemudanya mati di medan perang, uang kas Negara habis untuk perang, dan dua kota besarnya rata dengan tanah karena bom atom, pasti akan mengalami masa-masa sulit bertahun-tahun. Kepercayaan diri jatuh, pesismisme merebak. Even in Japan waktu itu! Jepang yang sudah menjadi negara yang progresif dan maju kencang sejak Restorasi Meiji pada akhir 1800an, seolah jantungnya berhenti berdetak saat dua bom atom menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki, dan memaksa bangsa yang penuh semangat dan kebanggaan tersebut takluk dan menyerah tanpa syarat. Bangsa jepang perlu harapan baru, sesuatu yang bisa mengalihkan mindset orang Jepang untuk terus melihat ke masa depan.

Dan harapan itu pun muncul dengan 'kecepatan tinggi.' Bentuknya yang ramping, futuristic, dan seperti pesawat terbang, meluncur hingga tempat-tempat jauh di Jepang di atas rel yang juga baru saja selesai di bangun sejak 1959. Proposal pembangunan Shinkansen pun sudah dimulai sejak 1955, 10 tahun sejak Perang Dunia berakhir, atau ketika masih banyak puing-puing perang belum dibersihkan. Saat yang begitu tepat saat Jepang memang membutuhkan harapan dan kepercayaan diri baru sebagai sebuah bangsa. Sesuatu yang bisa mengalihkan mindset orang Jepang untuk terus melihat ke masa depan.

Perlu diingat, bahwa kereta cepat ini diresmikan pada 1 Oktober 1964, atau hanya 19 tahun sejak perang dunia II yang meluluhlantakkan seluruh sendi bangsa jepang, selesai, dan bertepatan dengan penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas 1964 di Tokyo, sebuah kepercayaan dunia bagi ‘negara baru’. Shinkansen secara cepat menjadi pusat perhatian rakyat Jepang, yang melihatnya mampu menggambarkan secara tepat karakter dan symbol bangsa jepang yang sedang bekerja cepat dan bekerja keras untuk bangkit dari perang.

Shinkansen diberi nama julukan “Super-express of Dreams”, sesuai dengan perannya yang mampu membuat Jepang bangsa terse menjadi (salah satu) Negara paling maju dan memiliki berbagai keunggulan kompetitif dibandingkan Negara lain. Sebuah asa yang ingin terus mereka jaga, di saat tetangganya China dan Korea Selatan juga makin melaju cepat.

Shinkansen pun membawa efek dominal bagi ekonomi, sosial, budaya, dan bidang lain, mulai dari lebih cepatnya waktu tempuh antar kota, penciptaan lapangan kerja karena masuknya industry di sepanjang jalur dan destinasi, juga bidang wisata. Kota-kota yang dilewatinya pun akan menerima dampak besar di bidang ekonomi, gaya hidup, sosial budaya, dan disisi lain menekan angka urbanisasi ke kota-kota besar, karena jarak yang semakin dekat.

Indonesia, dan pentingnya harapan-harapan baru

Rasanya, tak ada bangsa lain di dunia yang membutuhkan pemicu lebih besar dibandingkan Indonesia. Negara berpenduduk 260 juta jiwa ini adalah sebuah bangsa yang memerlukan pemantik harapan baru. Negeri kepulauan terbesar di dunia ini sebenarnya punya semuanya. Alam yang indah, mineral yang kaya, salah satu negara dgn biodiversitas terbesar di dunia, lautan luas, jumlah anak muda yang besar. Namun, Reformasi 1998 yang diharapkan bisa kembali membuat Indonesia berlari, dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain, kini justru membuat banyak orang Indonesia bertanya-tanya “mengapa kami berjalan begitu lambat?”.

Dalam banyak hal, Indonesia tertinggal dari Singapura dan Malaysia, dan bahkan kadang-kadang oleh Thailand. Dan more than before, kini banyak orang Indonesia yang mulai nervous, jangan-jangan Vietnam, yang tumbuh lebih cepat dari Indonesia beberapa tahun terakhir, juga akan menyalip Indonesia dalam banyak hal. Contohnya, pada tahun 2019 lalu, Vietnam sudah melewati Indonesia dalam jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung. Meskipun Indonesia juga tumbuh, namun beberapa negara lain di kawasan juga tumbuh, dan lebih cepat. Vietnam juga sudah meninggalkan Indonesia di dunia olahraga. Dalam beberapa Sea Games, posisi Vietnam selalu berada di atas Indonesia. Dalam bidang industry, dan perdagangan Internasional, Vietnam juga sudah berada di atas Indonesia. Meski GDP dan GDP perkapita Indonesia masih berada di atas Vietnam, dengan current pace, hanya tinggal menunggu waktu saja The Land of Ascending Dragon juga akan menyamai Indonesia.

Itulah mengapa, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dan sudah mempunyai modal dasar yang begitu besar dan potensial, Indonesia butuh pemicu. Butuh lokomotif harapan yang berlari di depan. Ada yang menarik di tahun-tahun belakangan ini. Dalam berbagai forum digital anak-anak muda Indonesia, baik itu di sosial media maupun WAG, banyak sekali dari mereka yang tak sabar menunggu jadinya sebuah proyek besar Indonesia, yang juga ‘berkecepatan tinggi”. Salah satunya adalah proyek keretaapi supercepat yang sudah mulai dibangun sejak tahun lalu. Beberapa pekerjaan underground tunnelnya juga sudah selesai dibangun, bahkan beberapa stasiun KA cepat juga sudah mulai dikerjakan konstruksinya.

Dan beberapa hari lalu, pemerintah Indonesia sudah memutuskan, bahwa kereta api supercepat ini akan diperpanjang rutenya, yang dari awalnya dari Jakarta ke Bandung, kini diteruskan jauh ke timur ke kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, dengan total jarak sekitar 790 km, atau lebih panjang dari jarak dari Singapura ke Alor Setar. Berita ini mengejutkan sekaligus menggembirakan bagi banyak pihak, terutama anak-anak muda yang ingin melihat Indonesia setidaknya ‘sejajar’ dengan negara-negara maju, di bidang keretacepat. Banyak dari mereka yang kemudian mengatakan bahwa “look, we are going to be the first in SEA”.

Sejenak melupakan kekalutan di tengah beratnya ekonomi akibat corona, hingar bingar berita tentang hal ini begitu tinggi di sosial media. Di bidang infrastruktur transportasi, Indonesia memang sedang berlari cepat. Belum lama berlalu, sebuah major airport dibangun di Yogyakarta, sebuah pusat budaya dan Pendidikan di tengah pulau jawa dengan design dan arsitektur yang mengagumkan. Mungkin banyak yang tak menyangka, bahwa bandara besar ini dibangun dari nol hingga beroperasi hanya dalam waktu 10 bulan!

Di sisi lain, bandara terbesar Indonesia, yakni Soekarno-Hatta di Tangerang, kota di sebelah barat Jakarta, menjadi bandara terbaik ke-2 di Asia tenggara di bawah Changi, dan bandara terbaik ke-35 di dunia. Maskapai nasionalnya, Garuda Indonesia juga telah menjadi maskapai bintang 5 dan beberapa kali masuk dalam 10 besar maskapai terbaik dunia versi skytrax. Bahkan maskapai tersebut dinobatkan sebagai maskapai nasional paling tepat waktu di dunia oleh OAG.

Jalan tol pun sudah tersambung dari ujung barat ke ujung timur pulau jawa, pulau paling padat penduduk di negara tersebut, dan hampir menyambung pulau Sumatera dari Aceh hingga Lampung. Jalan tol juga sudah terbangun menghubungkan dua kota besar di Kalimantan, dan beberapa kota Sulawesi. Indonesia mentargetkan bahwa pada tahun 2024, Indonesia sudah memiliki jalan tol sepanjang 5300 km.

Presiden Joko Widodo sendiri sering menyampaikan pentingnya pemerintahannya membangun infratsuktur secara masif dan cepat. "Infrastruktur manfaatnya banyak sekali dan dengan itulah kita nanti memiliki fondasi yang kuat untuk berkompetisi dengan negara lain. Kita masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain dalam Indeks Daya Saing. Kita ingin berada pada posisi di depan," tambahnya.

Anak muda dan Kembalinya Optimisme

Yang tidak disangka banyak orang adalah, proyek-proyek raksasa yang sedang berjalan di Indonesia ini betapa dia telah menjadi pemantik optimism dan harapan baru. Semua hal terkait pembangunan infraktsutur di Indonesia tak pernah luput dari liputan anak-anak muda yang kemudian mempostingnya dalam akun-akun bertema infrastruktur yang punya follower hingga berjuta orang. Penulis sempat mewancarai Edy Supangat, seseorang yang mengelola beberapa akun sosial media bertema infrastuktur, dan mengapa dia begitu antusias dengan perkembangan infratsuktur di Indonesia. Jawabnya sederhana “membangun infrasturktur itu bukan hal mudah, tapi Indonesia mampu menjalankannya. Dengan cepat pula. Jika yang ini saja kita mampu, tentu kita bisa mengatasi tantangan-tantangan besar lain”.

Di kesempatan lain, Akita Arum, yang juga anak muda yang begitu aktif di berbagai kegiatan kepemudaan di berbagai pelosok Indonesia menambahkan bahwa dia menyadari bahwa Indonesia punya banyak kekurangan yang harus dibenahi, banyak ketinggalan yang harus dikejar. “Tapi kini setidaknya kita (anak-anak muda) tumbuh kepercayaan diri dan optimismenya, bahwa jika kita mau, kita pasti mampu melakukan apapun untuk bisa mengejar bangsa lain. Toh, dalam beberapa hal..kita sudah seperti mereka” ujarnya merujuk pada pembangunan infrastuktur yang masif dan penyelanggaran Asian Games 2018 yang sukses di Indonesia.

Harta Karun Indonesia

Indonesia telah sering melewatii berbagai tantangan besar sebelumnya: bencana alam yang bertubi-tubi, pemerintahan kolonial selama berabad-abad, perjuangan berdarah mencapai kemerdekaan, konflik sipil, dan kekacauan yang terjadi setelah krisis keuangan Asia 1998, yang menyebabkan kejatuhannya. kediktatoran dan reformasi sistem politik dan ekonomi negara.

Semua berhasil dilalui. Kini, seperti juga negara-negara lain di seluruh dunia, Indonesia juga mengalami masa-masa yang berat karena serbuan COvid19. Di periode berat karena pandemic ini, rakyat Indonesia justru menemukan kembali DNA yang selama ini tak mereka sadari. Di masa lalu, bukti-bukti menunjukkan bahwa orang Indonesia telah belajar untuk bersatu ketika masa-masa sulit, baik memikul tanggung jawab bersama. dan membantu orang lain tanpa pamrih ketika dibutuhkan. Dalam Legatum Prosperity Index 2019, Indonesia menduduki peringkat kelima di dunia untuk social capital, dan peringkat pertama untuk civic and social participation, dan juga tertinggi di dunia dalam hal volunteering. Dalam World Giving Index 2018, Indonesia juga menduduki peringkat teratas dalam frequency of donating and volunteering.

Kini, ‘harta karun’ itu bertambah lagi dengan munculnya optimism dan kepercayaan diri anak-anak muda Indonesia, yang meyakini bahwa kini, bangsanya adalah sebuah CAN-DO nation, yang bisa mewujudkan mimpi-mimpi rakyatnya, mengejar berbagai ketertinggalan, dan mengatasi berbagai kesulitan. Anak-anak muda yang optimis inilah yang akan menjadi pemegang kekuasaan Indonesia, tak lama lagi.

Merdeka!!!

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini