Austria Setuju Jual Typhoon ke Indonesia. Lalu, Kapan Datangnya?

Austria Setuju Jual Typhoon ke Indonesia. Lalu, Kapan Datangnya?
info gambar utama

Pada pertengahan Juli 2020 lalu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersurat ke Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner menyampaikan keinginan membeli (atau memborong) keseluruhan 15 pesawat jet tempur Eurofighter Typhoon bekas Austria.

Surat itu pun, mendapatkan balasan dua hari lalu. Dalam surat tersebut, secara resmi Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner menyatakan kesiapannya untuk menjual 15 jet tempur Eurofighter Typhoon milik AU Austria kepada Indonesia. Dalam surat tersebut, ia ingin melanjutkan negosiasi penjualan khusus ini dengan Menteri Prabowo dalam waktu dekat.

“Kami dengan senang hati menerima minat Anda untuk membeli lima belas Eurofighter Austria untuk memodernisasi armada udara Anda,” kata Tanner dalam pernyataan yang ditujukan kepada Indonesia. Tanner telah memerintahkan Staf Umum untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengurus hal ini.

Typhoon AU Ausria | Asia Pacific Defence Journal
info gambar

Meski begitu, keputusan akhir tentang penjualan tersebut tidak hanya membutuhkan konsensus politik di Austria, tetapi juga persetujuan dari empat negara mitra Eurofighter, yakni Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, dan juga Amerika Serikat (AS), karena ada beberapa peralatan buatan AS yang dipasang pada pesawat tersebut. Itu opsi yang pertama. Opsi kedua adalah Airbus membeli kembali Typhoon dari AU Austria, dan kemudian Airbus menjualnya ke Indonesia.

Lalu kapan, jika semuanya lancar, Typhoon akan datang ke Indonesia?

Jet-jet tempur ini akan 'selesai' masa tugasnya di AU Austria pada paruh awal tahun 2022, yang merupakan titik awal proses pemindahan ke-15nya ke Indonesia. Austria tentu ingin prosesnya cepat, karena AU-nya pun perlu mendatangkan pesawat tempur/patroli udara pengganti.

Seberapa hebat sebenarnya Typhoon ini?

Menurut The Drive, Typhoon milik Austria ini, jika jadi datang memperkuat TNI AU, dengan upgrade ringan, akan memberi Indonesia sebuah kekuatan udara baru yang andal. Wall Street Journal pernah menulis, bahwa dalam beberapa, pesawat tempur buatan Airbus ini masih lebih baik daripada Lockheed Martin F-22 yang diproduksi oleh AS dan hampir setara dengan Rafale buatan Perancis dari segi kecepatan. Eurofighter Typhoon mampu melaju dengan kecepatan penuh 2 Mach atau nyaris 2.400 Km/jam. Kecepatan Eurofighter Typhoon masih lebih baik dari F-22 (1,7 Mach), F-35 (1,6 Mach) dan Rafale (1,8 Mach). Dengan kecepatan maksimum mencapai 2 Mach, laju maksimum pesawat tempur pabrikan Airbus ini menyamai Sukhoi Su-57 (T-50) buatan Rusia. Namun jika dilihat dari jangkauannya, Eurofighter Typhoon masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan kelas pesawat tempur lainnya. Jangkauan Eurofighter Typhoon tercatat mencapai 1.841 miles, hanya lebih baik dari Lockheed Martin F-35 yang mencapai 1.381 miles. Sementara untuk Rafale jangkauannya mendapai 1.941 miles dan F-22 serta Sukhoi Su-57 mencapai lebih dari 2.000 miles.

Austria sendiri adalah negara yang netral, dan bukan termasuk anggota NATO. Sedangkan Eurofighter Typhoon adalah pesawat tempur yang dibuat oleh konsorsium Airbus, BAE Systems and Leonardo. Austria diketahui membeli pesawat ini pada 2002.

Referensi:

Graphics, WSJ. “Comparing the World's Fighter Jets.” The Wall Street Journal, Dow Jones & Company, graphics.wsj.com/how-the-worlds-best-fighter-jets-measure-up/.

Newdick, Thomas. “Austria Wants To Offload Its Unwanted Eurofighter Typhoons On Indonesia.” The Drive, The Drive, 7 Sept. 2020, www.thedrive.com/the-war-zone/36242/austria-wants-to-offload-its-unwanted-eurofighter-typhoons-on-indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini