Bertemu dengan Suku Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang

Bertemu dengan Suku Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang
info gambar utama

Indonesia memiliki beragam suku dan budaya yang unik. Salah satunya adalah Suku Dayak di Kalimantan. Suku Dayak pada dasarnya tinggal di hutan hujan tropis di sepanjang aliran sungai di Kalimantan.

Suku Dayak biasa hidup berkelompok dengan jumlah 200 sampai 300 anggota di sekitar rumah panjang yang disebut dengan betang atau lamin. Rumah panjang ini dibangun dengan tonggak setinggi 5-8 meter dan panjang bangunan 150 meter.

Mata pencaharian yang dilakukan oleh Suku Dayak untuk keberlangsungan hidup adalah dengan bercocok tanam, dilengkapi dengan berburu dan menangkap ikan untuk sumber makanan yang mereka butuhkan.

Berkunjung ke Desa Budaya Pampang

Dalam perjalanan menuju Derawan yang juga berada di Kalimantan Timur, saya berkesempatan langsung untuk melihat tradisi dan kebudayaan Suku Dayak, tepatnya Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang. Desa ini terletak di Sungai Siring di Kabupaten Samarinda Utara.

Jarak dari pusat kota Samarinda menuju Desa Budaya Pampang kira-kira 25 km. Pada tahun 1970, Suku Dayak Kenyak bermigrasi dari Dataran Tinggi Apokayan ke hilir sungai untuk akses yang lebih mudah.

Ketika baru sampai, saya langsung disambut dengan rumah adat panjang yang terbuat dari kayu ulin. Bagian rumah seperti atap, tiang penyangga dihiasi dengan ukiran khas mereka.

Anak-anak di Desa Budaya Pampang
info gambar

Terlihat anak-anak maupun orang dewasa berpakaian baju khas dengan corak dan warna yang mencolok. Tetua Suku Dayak Kenyah beberapa memiliki telinga yang panjang. Tradisi ini bernama Mucuk Penikng yang dilakukan sejak lahir.

Di beberapa daerah, telinga panjang berfungsi sebagai identitas untuk menunjukkan umur pemilik telinga. Sedangkan laki-laki Suku Dayak memiliki tato yang di bagian tubuh yang menunjukkan strata atau kedudukan sosial.

Di desa ini ada pertunjukan tarian khas Suku Dayak yang ditampilkan setiap hari Minggu. Beberapa tarian yang dipersembahkan ada Tari Persahabatan, Kancet Kirikmanai, Kancet Pemungtawai, dan lainnya.

Diiringi senandung lagu dan penampilan dari anak-anak sampai dewasa, pengunjung pun bisa lebih mengenal salah satu budaya Indonesia yang unik. Jika tertarik, Kawan bisa berfoto bersama mereka. Namun, mungkin Kawan akan diminta bayaran terutama ketika berfoto bersama anak-anak.

Untuk berkunjung ke Desa Budaya Pampang, Kawan harus mengeluarkan biaya yang cukup terjangkau, yaitu Rp15,000 saja.

Di sana, Kawan juga bisa membeli buah tangan berupa sovenier atau pernak pernik warna-warni yang dijual di Desa Budaya Pampang.

Pertunjukan Tarian Khas Dayak
info gambar
Suvenir di Desa Adat Pampang
info gambar

Bagaimana Kawan, tertarik untuk berkunjung ke sana?*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini