Mau Liburan? Inilah 3 Rekomendasi Luxury Camping di Bandung

Mau Liburan? Inilah 3 Rekomendasi Luxury Camping di Bandung
info gambar utama

Kawan GNFI lebih pilih mana? camping beramai-ramai atau solo camping? Kawan GNFI yang menyukai kegiatan berkemah silakan merapat ke artikel ini. Rasanya pandemi Covid-19 yang tidak kunjung berakhir ini sangat menyiksa kita, ya? Apalagi bagi Kawan yang suka melakukan perjalanan.

Batasan-batasan yang ada mengharuskan Kawan untuk berdiam di rumah, sehingga kegiatan berkemah pun menjadi hal yang sulit untuk diraih. Namun harapannya adalah kehadiran new normal yang lengkap dengan segala protokol kesehatannya, akan memberikan kita kesempatan untuk kembali menikmati camping.

Sambil menanti hari itu datang, tidak ada salahnya untuk mempersiapkan perencanaan camping dari sekarang, bukan? Berikut 3 rekomendasi luxury camping di Bandung untuk Kawan GNFI.

Ranca Upas Ciwidey

Kalau Kawan GNFI sering mengikuti informasi one day trip ke Bandung, mungkin sudah familiar dengan Ranca Upas Ciwidey. Kawasan wisata yang terkenal akan panorama indahnya ini juga menyediakan tempat luxury camping. Dengan udara segar nan sejuk, rasanya berkemah di Ranca Upas Ciwidey akan menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan.

Pemandangan alam yang mengelilingi seluruh area Ranca Upas Ciwidey dengan indah siap memanjakan mata. Ranca Upas memang dikenal sebagai salah satu kawasan berkemah yang mampu membuat siapapun merasa betah berlama-lama di sana. Berbagai fasilitas serta akomodasi yang tersedia di sana pun cukup lengkap dan variatif.

Ada wahana outbond dan panahan, kolam renang waterboom, pemandian air panas, tempat makan, dan masih banyak lagi. Biaya untuk menyewa tenda di Ranca Upas Ciwidey juga cukup terjangkau. Mulai dari Rp150.000 sampai Rp350.000. Untuk biaya berkemahnya sendiri dikenakan tiket sebesar Rp30.000.

Selain camping ground, Kawan GNFI juga dapat menikmati area penangkaran rusa yang aesthetic. Tidak lupa untuk mengambil foto-foto instagramable nan cantik dengan panorama sebagai latar.

Berlokasi di Jalan Raya Ciwidey–Patengan No.KM. 11, Patengan, Rancabali, Bandung, Jawa Barat, Ranca Upas Ciwidey buka setiap hari. Untuk penginapannya buka selama 24 jam, sementara jam operasional tempat wisata Ranca Upas Ciwidey dimulai sejak pukul 9 pagi sampai 5 sore untuk weekday.

Ranca Upas Ciwidey buka lebih pagi saat weekend, yaitu mulai pukul 8 pagi. Khusus pada hari libur nasional atau libur panjang, jam operasionalnya bertambah sampai pukul 6 sore.

Grafika Cikole

Berada di kawasan hutan pinus, Grafika Cikole menjadi salah satu tempat luxury camping favorite di Bandung. Hanya dengan biaya sekitar Rp500.000, Kawan GNFI sudah mendapatkan fasilitas tenda yang lengkap. Ada matras, sleeping bag, stok kayu bakar untuk api unggun, dan masih banyak lagi.

Memiliki nuansa alam seperti di Eropa, selain camping ground dan hotel, terdapat juga akomodasi berupa pondok wisata alam yang terkenal karena bentuknya menyerupai rumah hobbit. Fasilitas-fasilitas yang ada di Grafika Cikole juga cukup lengkap, mulai dari wahana outbond, toko souvenir, sampai restoran khas Sunda.

Salah satu restoran terkenal di Grafika Cikole adalah Saung Lesehan. Terdapat juga area penangkaran rusa yang dapat dikunjungi. Keindahan hutan pinus yang asri berpadu dengan bukit-bukit pepohonan menjadikan Grafika Cikole cukup instagramable.

Pihak pengelola Grafika Cikole pun telah menyediakan spot-spot khusus untuk mengambil foto dengan latar yang apik. Grafika Cikole juga sering dijadikan venue untuk melakukan foto pre-wedding.

Buka mulai pukul 8 pagi sampai 4 sore, adapula 24 jam untuk penginapan. Tiket masuk ke Grafika Cikole hanya sebesar Rp20.000 saja. Lokasinya berada di Jalan Raya Tangkuban Perahu KM 8 Desa Cikole, Lembang, Jawa Barat.

Rancabali Ciwidey

Kembali ke area ciwidey, Kawan GNFI bisa mencoba glamping lakeside di Rancabali Ciwidey. Area rawa atau ranca dalam bahasa Sunda ini berada di lokasi yang sama dengan danau indah yang disebut sebagai Situ Patenggang. Konsep berkemah yang ditawarkan di Rancabali Ciwidey adalah glamping atau glamour camping.

Selain karena kekayaan pemandangan kebun teh Rancabali dengan perpaduan kesejukan danau Patenggang yang dapat dinikmati, tenda yang digunakan memang glamour. Di Rancabali Ciwidey, Kawan GNFI akan berkemah di dalam tenda yang berada di kawasan resort dengan pelayanan setara hotel bintang 3.

Terdapat 4 jenis akomodasi untuk berkemah di Rancabali Ciwidey. Dengan biaya sebesar Rp1.140.000 saja, Kawan GNFI sudah bisa menikmati Keong Tent Resort dengan kapasitas maksimal 5 orang beserta sarapan, water heater, dan kamar mandi didalam tenda.

Lalu ada pula Lakeside Tent Resort yang menjadi daya tarik utama dari Rancabali Ciwidey dengan kapasitas maksimal 5 orang. Hanya dengan Rp1.590.000, pengalaman berkemah menjadi lebih indah dengan panorama danau dan hutan di sekeliling. Terdapat sarapan, water heater, dan tentunya carport.

Jika ingin mengambil view yang sama namun di kapasitas maksimal 10 orang, ada Family Tent Resort. Ingin pemandangan yang berbeda? Masih dengan biaya sebesar Rp2.040.000, Kawan GNFI bisa menikmati perpaduan danau dan perkebunan teh di Sayang Heulang Resort dengan kapasitas maksimal 6 orang.

Dekat Situ Patenggang juga terdapat restoran terkenal berbentuk perahu besar yang bernama Pinisi Resto atau Bahtera Resto. Buka setiap hari pukul 9 pagi sampai 5 sore dan selama 24 jam untuk penginapannya.

Rancabali Ciwidey berlokasi di Jalan Raya Ciwidey - Patengan No.Km. 39, Situ Patengan, Rancabali, Bandung, Jawa Barat. Tiket masuk tempat luxury camping di Bandung ini hanya seharga Rp25.000 saja.

Itulah 3 rekomendasi luxury camping di Bandung. Kegiatan camping memang selalu menjadi aktivitas yang menyenangkan, apalagi kalau bersama dengan orang-orang terkasih.

Namun tidak menutup kemungkinan untuk memiliki pengalaman camping yang tak kalah menyenangkan saat memilih untuk menjalani solo camping. The choice is yours. Jadi Kawan GNFI mau camping ke mana? Salam Pariwisata!*

Referensi: YoExplore | Tempat Wisata di Bandung

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini