Kenalkan Cokelat Krakakoa, Produk Lokal dengan Cita Rasa Internasional

Kenalkan Cokelat Krakakoa, Produk Lokal dengan Cita Rasa Internasional
info gambar utama

Adakah dari kawan GNFI di sini yang gemar memakan cokelat? Dapat dipastikan hampir sebagian orang menyukai cokelat karena citra rasa dan aromanya yang khas. Cokelat sendiri kerap disimbolkan sebagai tanda ungkapan kasih sayang kepada orang tercinta. Biasanya juga, cokelat menjadi simbol kasih sayang yang diberikan pada 14 februari tepat saat perayaan Valentine.

Sejatinya, cokelat merupakan sebuah olahan dari biji kakao atau dalam bahasa latin biasa disebut dengan theobroma cacao. Sedangkan istilah cokelat ini pertama kali muncul dari kata xocolatl yang memiliki arti minuman pahit dalam bahasa suku Aztec.

Kakao | Foto: David Greenwood/pixabay.com
info gambar

Indonesia Salah Satu Produsen Kakao Terbesar di Dunia

Berdasarkan sejarahnya, budidaya tanaman kakao telah ada di Indonesia sejak tahun 1560. Berawal dari Filipina yang membawa tanaman kakao ke negeri jajahannya, lalu diperkenalkan ke Indonesia tepatnya di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Adapun jenis tanaman kakao yang pertama kali masuk ke Indonesia, yaitu kakao crilio berasal dari Venezuela. Hingga pada akhirnya, pasca Indonesia mendapatkan kemerdekaannya, kakao ditetapkan sebagai tanaman khas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu produsen kokoa terbesar di dunia. Berdasarkan data yang dihimpun dari pertanian.go.id, pada tahun 2019 tingkat konsumsi masyarakat terhadap cokelat di 10 negara kawasan Uni Eropa sebanyak 6,2 kg per tiap tahunnya.

Sehingga hal tersebut menjadi momentum yang tepat untuk negara produsen kakao seperti Indonesia untuk mengekspor kakao. Dikutip dari panennews.com, Indonesia juga merupakan negara produsen kakao terbesar dengan posisi nomor empat di dunia. Hal inilah yang kemudian memprakarsai banyaknya produsen kakao dari berbagai daerah di Indonesia untuk turut mengembangkan bisnis dari olahan kakao ini.

Seperti yang disinggung sebelumnya bahwa tingkat konsumsi kakao di beberapa negara sangatlah besar, ditambah lagi dengan melimpahnya hasil kakao di Indonesia yang menyebabkan kakao ini sebagai peluang bisnis menjanjikan. Pada akhirnya, banyak bermunculan produk olahan kakao di Indonesia. Bahkan tak jarang juga dari produk olahan kakao dari Indonesia tersebut yang kini telah mendunia, salah satunya Krakakoa.

Mengenal Cokelat Krakakoa

Krakakoa merupakan produk cokelat andalan dari Indonesia yang didirikan pada tahun 2013 oleh Sabrina Moestopo. Awalnya, nama merk Krakakoa adalah Kakoa. Hingga akhirnya diganti menjadi Krakakoa karena terinspirasi dari Gunung Krakatau.

Biji Kakao | Foto: Kristiana Pinne/pexels.com
info gambar

Biji kakao yang dipakai oleh produk Krakakao 100% berasal dari Indonesia. Adapun 4 wilayah yang dipilih untuk menjadi produsen dari produk Krakakao, yaitu Pulau Sumatera termasuk Lampung, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali.

Pemilihan produsen kakao ini bukanlah tanpa alasan, sebab dari keempat pulau tersebut memiliki cita rasa dan keunikan tersendiri. Misalnya saja biji kakao dari Lampung yang memiliki karakter rasa yang agak sedikit pedas dengan aroma buah yang kuat. Lalu ada biji kakao dari pulau Sulawesi yang memilki karakter rasa yang hampir mendekati varian rasa teh hitam.

Cokelat Krakakoa Dipantau dari Proses Seleksi Hingga Produksi

Petani Kakao | Foto: Ist/Highlight.id
info gambar

Para petani yang menjadi mitra dari Krakakoa harus menjalani lokakarya pendidikan terlebih dahulu selama dua bulan. Adapun lokakarya pendidikan meliputi cara pertanian yang baik dan metode pertanian yang berkelanjutan. Lalu, seusai dari lokakarya pendidikan, para petani akan difasilitasi peralatan pertanian oleh Krakakoa.

Pada saat proses produksi cokelat Krakakoa, wanita lulusan dari Cornell University terjun langsung ke lapangan untuk memantau pengolahan kakao. Bahkan ia tak segan untuk berkunjung ke kebun cokelat milik Krakakao yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini semata-mata dilakukan oleh Sabrina untuk mendapatkan hasil dan kualitas cokelat Krakakoa yang terbaik.

“Cara fermentasi, cara jemur akan berpengaruh sekali dengan produk akhirnya. It will affect the taste so much,” kata Sabrina Moestopo, CEO Krakakao, dikutip dari Dewi Magazine.

Ragam Produk Cokelat Krakakoa yang Kreatif nan Unik

Cokelat bar | Foto: barecamedia.com
info gambar

Produk-produk dari Krakakoa sangatlah beraneka ragam dan memiliki konsep yang jarang ditemukan di pasaran. Melansir dari laman Krakakoa, saat ini terdapat 47 macam produk cokelat.

Produk tersebut mulai dari chocolate bars, chocolate bark, gourment nibs, drinking chocolate, blinkies dan chocolate treats. Adapun varian rasa cokelatnya meliputi, sea salt & pepper dark chocolate, dark chocolate, ginger dark milk chocolate, creamy coffee milk chocolate dan chili dark chocolate.

Uniknya, kemasan dari cokelat Krakakoa mengusung tema batik dan beberapa hewan di Indonesia yang dilindungi loh. Selain itu, para pembeli juga bisa memilih kadar kakao pada produk Krakakoa seperti yang diinginkan. Ada delapan macam kadar kakao yang tersedia, yaitu 40%, 45%, 52%, 59%, 60%, 70%, 85%, 100%. Harganya cokelat Krakakoa pun bervariasi dan mudah dijangkau, dengan hanya merogoh kocek mulai dari Rp17.500 hingga Rp250.000 saja.

Tersohor Hingga ke Mancanegara

Kawan GNFI, kiprah cokelat Krakakoa ini sudah tersohor hingga ke mancanegara, lho. Dilansir dari laman Validnews.id, cokelat Krakakoa telah mengekspor produknya ke beberapa negara seperti Jepang, Singapura, dan sebagian negara di Eropa. Total keseluruhan ada enam distributor resmi cokelat Krakakoa yang turut membantu menjual produk cokelat Krakakoa di negara-negara tersebut.

Raih Penghargaan Internasional

Tercatat, cokelat Krakakoa pernah menyabet penghargaan Academy of Chocolate di London berturut-turut pada tahun 2017 hingga 2018. Di tahun 2017, cokelat Krakakoa memenangkan enam penghargaan sekaligus antara lain medali perunggu untuk produk chocolate bar "Single Origin Saledengen" dan kemasan Single Origin Gift Set. Ditambah lagi dengan medali perunggu untuk produk chocolate bar "Ginger" dan "Coffee", serta chocolate "Single Origin Sedayu, Sea Salt & Pepper".

Lalu, pada ajang yang sama di tahun 2018, cokelat Krakakoa memenangkan dua penghargaan. Diantaranya medali perak untuk produk "Arenga 70% Dark Chocolate" dan medali perunggu untuk produk "Arenga 100% Dark Chocolate".*

Sumber: Krakakoa.id| Pertanian.go.id | Cnnnews.com | Panennews.com | Kumparan.com | Dewimagazine.com | Validnews.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini