Gudeg Legendaris Mbah Medi Kotagede, Bikin Kangen Yogyakarta!

Gudeg Legendaris Mbah Medi Kotagede, Bikin Kangen Yogyakarta!
info gambar utama

Lesehan atau duduk santai, di depannya tersaji beragam menu pilihan. Itulah yang menjadi ciri khas pedagang gudeg di Yogyakarta selama ini yang sering kita jumpai. Penjual gudeg umumnya berhadapan langsung dengan pembelinya.

Konon, dengan melihat pedagang gudeg serius mengambil setiap menu dengan tangan terampilnya, hal itu bisa menambah nafsu makan kita sebagai pembelinya, lho!

Lagi pula, kalau ke Yogyakarta tanpa makan gudeg itu rasanya ada yang kurang. Kalau bahas gudeg jogja, sebenarnya ada dua jenis gudeg, yakni gudeg kering dan gudeg basah.

Gudeg kering sering kita jumpai di Wijilan dan pusat kota. Sedangkan gudeg basah memang teksturnya lebih lunak, tetapi rasanya khas. Biasanya untuk memakan gudeg basah, disajikan dengan kuah krecek pedas atau kuah manis tahu.

Untuk mendapatkan cita rasa gudeg yang otentik, bahkan untuk memasaknya membutuhkan waktu semalam. Jadi, jika sore hari memasaknya, paling tidak baru bisa dinikmati besok pagi. Itulah yang menjadikan memasak gudeg tidak mudah, butuh kesabaran.

Salah satu tempat yang tepat untuk menembus kerinduan ketika berkunjung ke Yogya adalah menikmati sarapan pagi di Gudeg Mbah Medi Kotagede, yang sudah 20 tahun berjualan gudeg Kotagede.

Setiap harinya, Mbah Medi berjualan di depan sebuah garasi rumah. Lokasinya di Jalan Purbayan Kotagede, atau dari AMM Kotagede ke arah selatan sekitar 200 meter, kita bisa menjumpainya di kiri jalan persis.

Pilihan lauk yang komplit siap membingungkan kamu untuk menyantap gudeg mbah Medi Kotagede
info gambar

Setiap pagi hari pukul 05.30 sampai 09.30 WIB, kita bisa menikmati ragam nasi atau bubur gudeg khas Kotagede, seperti krecek, oseng tempe, hingga daun papaya kuah. Pokoknya gudeg mbah Medi Kotagede berbeda dengan di pusat Kota Yogya, yang sering kita temui.

Gudeg Mbah Medi Kotagede termasuk jenis gudeg basah. Jadi, untuk menyantapnya kita bisa memilih dengan kuah manis atau sesuai selera. Kenikmatan gudeg mbah Medi Kotagede layak untuk dicoba. Apalagi harganya ‘kaki lima’, rasanya ‘bintang lima’. Pelanggannya pun sudah dari generasi ke generasi di Yogyakarta.

Kuah krecek pedas gudeg mbah Medi Kotagede yang menjadi favorit pelanggannya.
info gambar

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat Yogya, mulanya gudeg justru dibuat oleh para prajurit kerajaan Mataram Islam pada abad ke-15, tempatnya di sekitar Kotagede. Kala itu daerah Kotagede terdapat sebuah kawasan hutan belantara yang ditumbuhi berbagai macam pohon-pohon besar.

Untuk membuat sebuah ibu kota kerajaan, tentunya harus membuka lahan atau menebangi banyak pohon tersebut. Kala itu, banyak pohon yang ditebang, salah satunya pohon nangka atau gori yang berbuah masih muda. sayur gori muda itu diolah para prajurit kerajaan menjadi kudapan yang lezat, berkembang, dan dikenal hingga sekarang bernama gudeg.

Kini gudeg menjadi primadona buat siapapun yang datang kembali ke Yogyakarta. Kalau kangen Yogya sudah tak terbendung, Kawan bisa cari informasi terkait Gudeg Mbah Medi Kotagede sebagai alternatifnya.

Apalagi kini, akibat pandemi Covid-19, Mbah Medi juga hadir jualan secara daring, seperti melayani nasi box gudeg buatannya. Melalui akun sosial media @gudegkotagede, mbah Medi mulai berbagi informasi menarik terkait gudeg Kotagede. Minimal lewat update tersebut juga bisa mengobati kerinduan kita tentang Yogya.

Tertarik untuk mencicipi gudeg khas Yogya, Kawan?

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini