#StartWithinYOUth: Inisiasi AIESEC in Surabaya Ajak Pemuda untuk Realisasikan Ide Inovasi

#StartWithinYOUth: Inisiasi AIESEC in Surabaya Ajak Pemuda untuk Realisasikan Ide Inovasi
info gambar utama

Jumat (13/11) lalu, AIESEC in Surabaya kembali menggelar webinar Virtual Impact Circle untuk kedua kalinya tahun 2020. Berbeda dengan Virtual Impact Circle sebelumnya, kali ini AIESEC in Surabaya mengangkat tema #StartWithinYOUth: Boost Your Idea, Start-Up to Innovate yang berfokus pada SDG nomor delapan, yaitu Decent Work and Economic Growth.

Meskipun dilaksanakan secara daring, para audiens tetap antusias ketika mengikuti kegiatan tersebut. Acara yang berlangsung selama dua jam ini berhasil menyita perhatian 250+ partisipan yang hadir melalui platform Zoom. Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemuda terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia.

Salah satunya dengan mendorong jiwa kewirausahaan yang dapat dikembangkan oleh para pemuda dengan merintis sebuah start-up. Oleh karena itu, AIESEC in Surabaya menghadirkan para pendiri dan praktisi yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang dunia start-up.

Peserta Virtual Impact Circle November 2020
info gambar

Panelis dalam Virtual Impact Circle kali ini diantaranya, Edward Widjonarko selaku Co-Founder of CICIL.co.id, Cindy Ozzie selaku Co-Founder & Chief Marketing of Pasarnow dan terakhir Yoanita Simanjuntak yang merupakan Sustainability Manager of Gojek. Acara ini dipandu oleh Gabrielle Shannen, seorang mahasiswa statistika yang telah berani mengembangkan start-upnya, yaitu Tutee.id.

Sesi pertama dibawakan oleh Edward Widjonarko. Sebagai pembuka beliau membahas langkah awal dan strategi dalam menciptakan perusahaan start-up yang berkelanjutan. Edward juga menekankan dalam perjalanan mengembangkan cicil.co.id pun tak luput dari kegagalan. Namun, yang terpenting dalam mencapai kesuksesan adalah dengan tidak pernah berhenti berinovasi.

Selanjutnya, Cindy Ozzie memaparkan materi tentang menentukan strategi pemasaran. Menurut Cindy, pemasaran yang paling efektif untuk tahap awal pada start-up adalah segala sesuatu yang murah, tetapi memiliki dampak yang besar. Selain itu, Cindy juga berpesan untuk memperluas pasar sebuah start-up, diperlukan kerja sama yang baik dengan para stakeholders.

Oleh karena itu, sebuah start-up harus dapat membangun network, pandai mengidentifikasi partner yang berpotensi, dan juga membangun kolaborasi dengan pihak-pihak yang potensial.

Sesi ketiga dibawakan oleh Yoanita Simanjuntak, membahas tentang cara memperkuat keberlanjutan dan ketahanan dari sebuah perusahaan. Terutama ketika beradaptasi terhadap sebuah perubahan. Yoanita menceritakan bagaimana efek dari pandemi ini memengaruhi jumlah sales dan customers di perusahaan Go-Jek, serta cara untuk menanganinya.

Di setiap akhir sesi, para partisipan pun diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan para narasumber. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para pemuda untuk mengembangkan ide mereka, dan merealisasikannya menjadi sebuah action!*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini