Kotak Raksasa "BisaMakan" Hadir Penuhi Kebutuhan Jemaah Masjid

Kotak Raksasa "BisaMakan" Hadir Penuhi Kebutuhan Jemaah Masjid
info gambar utama

“Lebih baik menahan rindu, daripada menahan lapar”

Kutipan yang menghiasi kotak makan raksasa ini menarik perhatian jamaah di Masjid An Nur Hidayah, Kabupaten Subang pada Jumat (27/11) lalu. Tidak hanya kutipannya, desain kotak makannya juga tidak kalah menarik.

Kaleng kerupuk besar berukuran 2 meter berwarna pink ini identik dengan image yang dimiliki sosok pemilik masjid, Bude Sumiyati. Rencananya akan ada 200 paket makanan yang disalurkan untuk jemaah dan kaum duafa setiap Jumat selama 5 minggu ke depan.

Kegiatan ini merupakan wujud program "BisaMakan" inisiasi Kitabisa yang bersumber dari donasi publik melalui kitabisa.com/kotakamalmakanan.

Pada hari yang sama, diluncurkan juga kotak amal raksasa di Masjid Cut Meutia, Jakarta. Awalnya, para jemaah dibuat penasaran dengan kotak besar dibalut kertas kado. Usai salat Jumat, pembungkus kotak makan raksasa tersebut dibuka dan kegiatan berbagi makanan dimulai.

Kotak raksasa saat salat jumat di Masjid Cut Meutia, Jakarta | Foto: Dok. Pribadi
info gambar

Melalui kotak amal ini, Kitabisa berharap dapat berbagi makanan sekaligus mengajak jemaah untuk beramal. Kitabisa turut menggandeng Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) dalam program ini.

"RICMA berterimakasih atas bantuan para donatur melalui kitabisa.com dengan adanya Kotak Amal Makanan ini sangat membantu para jamaah di Masjid Cut Meutia", terlebih bagi mereka yang membutuhkan juga akan teringatkan kebutuhannya," sambut Febriansyah Ramdhan, Sekertaris Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA).

Kotak amal makanan | Foto: Dok. Pribadi
info gambar

Bentuk penyalurannya tidak hanya sekadar memberikan makanan dengan cara yang biasa, tetapi juga merupakan salah satu upaya dari gotong royong masyarakat untuk pengentasan angka indeks kelaparan di Indonesia.

Sebelumnya, Kitabisa sudah meluncurkan berbagai macam program #bisamakan berbagi makanan dan pangan gratis melalui beragam bentuk unik dan menarik perhatian. Misalnya Kotak #BisaMakan, Warung Makan Keliling, dan Mitra Makan Gratis hingga kegiatan berbagi bersama Starling dan Badut Jalanan di beberapa rumah sakit, jalanan, kampung pemulung dan kampung pengungsian darurat. Dalam proses implementasinya, Kitabisa menggandeng beragam pihak mulai dari seniman, pedagang, komunitas, brand, hingga influencers.

Kitabisa dalam menyalurkan bantuan selalu berupaya untuk temukan cara yang baru namun tetap familiar bagi masyarakat. Singkatnya, Kitabisa ingin menyebarkan semangat bahwa berbagi itu mudah dan menyenangkan. Hal itu diungkapkan Sidik Eka Hermawan, selaku Program Lead Kitabisa.

"Jika berbagi kepada sesama bisa menjadi ibadah, kenapa tidak kita buat jadi semakin mudah? Program Kotak BisaMakan Raksasa ini hadir bukan hanya sekedar untuk membagikan makanan bagi mereka yang membutuhkan, melainkan untuk menjadi wadah bagi siapapun yang memiliki niat baik untuk berbagi kebahagiaan kepada orang lain dalam bentuk makanan," ungkap Sidik.

Kotak "BisaMakan" raksasa di Masjid Cut Meutia maupun Masjid milik Bude Sumiyati ini akan beroperasi hingga 5 minggu ke depan. Rasa terima kasih diungkapkan Bude melalui unggahannya di Twitter.

Twitter: @budesumiyati
info gambar

Respon positif netizen juga bermunculan usai Bude Sumiyati mengunggah cuitannya. Mulai dari yang mengapresiasi, dukungan, hingga harapan akan ada ragam inisiatif baik lainnya yang datang.

"Busum pancen ndebest og. Sehat-sehat nggih," tulis @trayaalmodjarot.

"Sehat selaluuu Bude dan orang baik lainnya❤️" kata @intanorii.

"Masya Allah bude semoga masjidnya semakin ramai orang beribadah, rohaninya segar jasmaninya bugar," tutur @mfalichazm.*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini