Langkah Mencapai Monotasking yang Lebih Efektif

Langkah Mencapai Monotasking yang Lebih Efektif
info gambar utama

Pada dasarnya, generasi saat ini lahir pada zaman ‘multitasking’ karena terbiasa melakukan banyak hal di satu waktu. Dengan begitu, generasi sekarang tidak dapat konsentrasi secara penuh pada aktivitas yang sedang dilakukan. Meskipun otak manusia cukup kuat untuk mengambil banyak informasi sensorik melalui mata, hidung, dan telinga, tetapi tetap saja membutuhkan waktu untuk memproses segala informasi yang diserap.

Faktanya, multitasking memang membuat efisien, tetapi tidak efektif dan justru menyebabkan penurunan produktivitas. Fokus sangatlah dibutuhkan dalam mengambil keputusan yang kompleks. Alternatif paling tepat adalah “monotasking”, yang tidak hanya meningkatkan kemampuan produktivitas dan pengambilan keputusan, baik pula untuk kesehatan.

Monotasking juga dikenal sebagai single-tasking, sebuah praktik mendedikasikan diri pada tugas tertentu, dan meminimalkan potensi gangguan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan supaya mencapai monotasking yang efektif dan sukses.

Monotasking © Foto: coellefornia.us
info gambar

Rencanakan hari dan prioritaskan diri

Buatlah daftar tugas atau kegiatan yang harus diselesaikan dalam suatu rentang waktu. Berikan lebih banyak waktu utama untuk tugas-tugas penting terlebih dahulu. Dengan demikian, otak akan terfokus pada yang harus dilakukan sekarang dan selanjutnya, sampai hari itu berakhir. Hal tersebut tentunya akan membuat Kawan lebih disiplin.

Matikan teknologi

Notifikasi yang terus bermunculan akan sangat mengganggu, bahkan memicu stres. Berdasarkan survei yang dilakukan Universitas Nottingham Trent, seseorang memeriksa telepon hingga 85 kali sehari, yang berarti penggunaan dalam waktu lima jam. Matikan ponsel atau notifikasi karena sekali teralihkan, otak manusia normal membutuhkan waktu 40 menit untuk mencapai tingkat fokus yang sama.

Segarkan dan istirahatkan diri

Setiap kali selesai mengerjakan tugas, istirahatlah sejenak. Lihat ke luar jendela atau ruangan, hirup udara segar, berjalan-jalan melihat tanaman dan pepohonan, atau berbicara dengan rekan. Tidur siang selama 10 sampai 15 menit juga bisa menjadi pilihan, karena menurut kedokteran hal itu setara dengan tidur ekstra 90 menit pada malam sebelumnya, dan berpotensi meningkatkan IQ secara efektif.

Tetap sibuk dan fokus

Saat pikiran mengembara, saat itulah Kawan akan kehilangan konsentrasi dan menggapai hal lain untuk dilakukan. Dengan begitu, pikiran lebih mudah teralihkan. Jangan biarkan ini terjadi. Tanamkan pikiran bahwa yang sedang Kawan lakukan cukup menarik dan Kawan mampu untuk menyelesaikannya.

Bersihkan area kerja

Lingkungan berperan penting bagi kenyamanan dalam melakukan sesuatu. Menjaga kebersihan area kerja tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih sehat, tetapi juga cenderung membantu pekerjaan menjadi lebih efisien dan produktif.

Nah, ternyata cukup mudah, bukan? Mulai sekarang, Kawan dapat menerapkan monotasking di kehidupan sehari-hari. Jangan lupa, ya, iringi pula aktivitas kerja dengan olahraga supaya tetap sehat. (RIF)

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini