Kabar Baik dari Dunia Olahraga Indonesia Sepanjang 2020

Kabar Baik dari Dunia Olahraga Indonesia Sepanjang 2020
info gambar utama

Tahun 2020 dicap tahun pandemi. Wajar saja, karena pandemi Covid-19 alias virus corona menyebar ke sejumlah daerah di Indonesia. Daripada terpapar virus berbahaya, pemerintah pun membatasi segala aktivitas termasuk olahraga.

Imbasnya besar terhadap dunia olahraga di Indonesia. Banyak pertandingan yang seharusnya digelar batal atau ditunda. Contohnya Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 yang seharusnya diadakan di Jayapura, Papua, pada 20 Oktober 2020. Akibat Covid-19 yang menjadi-jadi dan upaya pemerintah meminimalisasikan penyebaran virus, Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan menunda pelaksanaan PON menjadi tahun 2021.

Kompetisi olahraga dalam negeri dan turnamen berskala internasional pun juga sama kena pahitnya. Bisa dilihat, liga sepak bola Indonesia (Shopee Liga 1) sama sekali belum jalan, begitu pula dengan gelanggang pertempuran yang ditunggu publik Indonesia seperti Piala AFF dan Indonesia Open resmi ditunda setelah Covid-19 kian mengganas.

Namun, di tengah badai pandemi para olahragawan Indonesia tidak leyeh-leyeh. Mereka tetap berlatih bahkan beberapa di antaranya berprestasi dan panen puja-puji karena sukses mengharumkan nama negara. Selain para atlet, pujian juga patut diberikan pada pemerintah yang terus bergerak memajukan olahraga di Indonesia lewat dukungan pembangunan segala infrastruktur yang sudah dilakukan.

Lewat artikel ini GNFI telah merangkum sejumlah berita baik yang membuat kita bangga pada olahragawan kita yang mengharumkan nama bangsa. Apa saja berita baiknya? Berikut uraiannya:

Gelora Bung Karno Digelari Stadion Termegah Se-Asia Tenggara

Pada Jumat (1/5/2020), Asian Football Confederation (AFC) secara resmi menyatakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta mewakili Indonesia dalam voting bertajuk "Stadion Termegah di Kawasan Asia Tenggara”. Pengumpulan suara dilakukan secara daring melalui website resmi AFC.

Dalam pernyataannya, AFC menyampaikan, "Asia memiliki stadion-stadion terbaik di dunia dan menjadi ikon tempat bagi ribuan penggemar untuk mendukung tim favorit mereka". Dalam pengumpulan suara tersebut, AFC menampilkan beberapa stadion terbaik di Asia. Dalam uraiannya terdapat lima stadion yang menjadi ikon di kawasan Asia Tenggara, yakni Stadion Utama GBK bersaing dengan 4 stadion lainnya yaitu Stadion Australia (Sydney-Australia), Stadion Nasional Bukit Jalil (Kuala Lumpur-Malaysia), Stadion My Dinh (Hanoi-Vietnam), dan Stadion Rajamangala (Bangkok-Thailand).

Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 2018.
info gambar

Setelah pengumpulan suara selama sepekan, hasilnya Stadion Utama GBK dikukuhkan sebagai Stadion Terfavorit sebagai "Stadion Termegah di Asia Tenggara". Berdasarkan hasil yang dirilis oleh AFC di website resminya, Stadion Utama GBK berhasil mengungguli 4 kandidat lainnya. Stadion Utama GBK mendapatkan perolehan suara sebanyak 58%. Sementara Stadion Bukit Jalil 19%, Stadion Australia 11%, Stadion Rajamangala 8%, dan Stadion Nasional My Dinh 4%.

Stadion Utama GBK kaya akan beragam keistimewaan sehingga mampu bersaing dengan stadion lainnya. Berdiri lebih dari 58 tahun yang lalu, Stadion Utama GBK menjadi stadion tertua di antara para nominator lainnya. Stadion Utama GBK dibangun sekitar tahun 1998 hingga tahun 2003.

Salah satu keunikan Stadion Utama GBK terlihat dari struktur bangunannya. Atap baja tersusun rapi yang disebut "temu gelang" menjadi sorotan AFC. Stadion Utama GBK pun lekat dengan nama sang penggagasnya, Presiden Pertama Indonesia, Ir. Sukarno. Selain itu, interior mahakarya ini berupa lukisan, ukiran, dan patung, ibarat merefleksikan ciri khusus bangsa Indonesia. Gradasi warna bendera Indonesia yaitu merah putih pun turut menghiasi stadion ini.

Wisma Mandala Siap Tampung Ratusan Atlet PON 2021

Ditundanya PON XX menjadi berkah bagi Papua. Pasalnya, pihak penyelenggara menjadi lebih siap dengan infrastruktur ada ketika pesta olahraga dua tahunan itu digelar pada 2021 nanti.

Sampai bulan Agustus 2020, pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengatakan kesiapan infrastruktur PON XX sudah 75 persen. Dari banyaknya infrastruktur yang siap pakai yang patut menjadi perhatian ialah wisma atlet.

Bernama Wisma Atlet Mandala Jayapura, wisma ini dirancang bak hotel berbintang empat. Wisma ini berdiri di atas lahan seluas 2.944 meter persegi mampu menampung 524 orang atlet dan termasuk wisma termegah di Indonesia. Tak hanya untuk kebutuhan atlet, karena bangunan ini juga dijadikan kantor bagi pejabat KONI Papua.

Wisma Mandala Jayapura.
info gambar

Adapun gedung ini juga dilengkapi dengan fasilitas lift, air panas dan dingin, reservoir ground kepasitas 200 kubik, reservoir top floor 48 kubik serta genset berkapasitas 1,2 mega serta ruangan serbaguna berkapasitas 300 orang, ruang makan kapasitas 200 orang dan minimarket dimulai era kepemimpinan Barnabas Suebe sebagai Gubernur Papua.

Selain tempat menginap, juga tersedia fasilitas restoran dan area parkir dengan daya tampung 264 kendaraan.

Olahraga eSports Harumkan Nama Indonesia

Pandemi Covid-19 segala aktivitas atlet di seluruh dunia. Namun, tidak semuanya. Alasannya saat pandemi ini atlet eSports yang membutuhkan dukungan internet tetap bisa berkompetisi dan mencetak prestasi di kancah perlombaan internasional.

Dari beberapa turnamen internasional yang digelar tahun 2020, tim eSports Bigetron Red Aliens mencatatkan prestasi luar biasa dengan menjadi juara dunia usai memenangi ajang PUBG Mobile World League (PMWL) zona Timur 2020, pada Ahad (9/8/2020) WIB. Bigetron RA sendiri menjadi satu-satunya perwakilan Tanah Air.

Kemampuan Zuxxy, Luxxy, Microboy, dan Ryzen yang menggawangi tim Bigetron Red Aliens memang sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Lima belas tim lawan di babak grand final pun sangat mewaspadai wakil Indonesia itu.

Bigetron Red Aliens saat itu berhasil mempertahankan keunggulan mereka di puncak klasemen dengan 287 poin, dengan catatan dua kali meraih Chicken Dinner. Jumlah poin Bigetron RA pun tak lagi terkejar oleh dua pesaing terdekatnya, Orange Rock dan RRQ Athena. Hasil tersebut membuat Bigetron Red Aliens berhasil menggondol hadiah 100 ribu dolar AS (sekitar hampir Rp 1,5 miliar) ditambah dengan hadiah 50 ribu dolar AS (sekitar Rp700 juta lebih) hasil menjuarai babak super weekend PMWL 2020 zona Timur.

Begitulah Kawan GNFI, olahraga eSports yang kerap distigmakan sejumlah orang mampu mencetak prestasi. Melihat olahraga ini tumbuh subur dan mampu mengharumkan nama bangsa pemerintah pun memberikan dukungan. Pada akhir bulan Agustus 2020, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengesahkannya sebagai olahraga berprestasi dan siap mencetak bibit-bibit unggul.

Sirkuit Mandalika untuk MotoGP

Mandalika, Nusa Tenggara Barat, masuk dalam program Bali Baru yang dicanangkan pemerintah beberapa waktu lalu dan masuk dalam kategori Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Di tempat ini dibangun sirkuit balap baru yang kini dikenal dengan nama Sirkuit Mandalika.

Sirkuit dengan panjang lintasan mencapai 4,31 kilometer dan memiliki 17 tikungan ini menggunakan jalan raya sebagai lintas balapnya, dan ini pertama di dunia. Rencananya, sirkuit ini akan diajukan sebagai tempat kebut-kebutannya para pebalap MotoGP.

Pada pertengahan Desember 2020, dikabarkan Sirkuit Brno, Ceko, mengundurkan diri sebagai tuan rumah karena alasan finansial. Sirkuit Mandalika yang masuk dalam daftar cadangan venue pun disorot.

Pemetaan tempat diselenggarakannya MotoGP Indonesia di Mandalika, Lombok, NTB | Tribunnews.com
info gambar

Hal ini tentu menjadi angin segar bagi Indonesia. Pasalnya, kini terdapat dua slot tuan rumah MotoGP 2021 yang kosong.

Dua slot tersebut bakal diperebutkan tiga negara, Indonesia, Portugal dan Rusia. Namun, pembangunan Sirkuit Mandalika yang berada di Lombok saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Diperkirakan, Sirkuit Mandalika selesai dibangun pada Juni 2021 mendatang.

Bagus Kahfi Siap Berkarier di Belanda

Sekali lagi pesepak bola Indonesia merumput di Eropa. Sejauh yang Kawan GNFI tahu, pesepak bola kita kini sedang merumput di benua biru itu ialah Egy Maulana Vikri. Pemuda Medan kelahiran 20 tahun lalu memperkuat klub Liga Polandia, Lechia Gdansk, sejak 2018 lalu. Selain Egy, juga ada penggawa timnas U-19 Witan Sulaeman yang bergabung dengan klub Serbia, Radnik Surdulica, pada Februari 2020. Berita baiknya akan ada lagi talenta tim Garuda yang menyusul keduanya berkarier di sana.

Ia adalah Bagus Kahfi, penggawa timnas U-19 Indonesia yang berusia 18 tahun. Bagus bukan satu tim dengan Egy, melainkan akan memperkuat tim liga lain yakni FC Utrecht yang berkompetisi di Liga Belanda.

Sempat ada bantahan dari Bagus kalau ia tidak gabung ke Utrecht, melainkan hanya melakukan pemulihan cedera di klub sepak bola tersebut. Bagus sendiri cedera ketika memperkuat Garuda Select ketika melawan Reading U-18 pada Maret 2020 lalu.

Hanya saja Bagus tidak cuma melakukan pemulihan semata, tetapi ikut latihan di FC Utrecht atas rekomendasi pelatih Garuda Select, Dennis Wise. Pada saat itu juga Wise menyarankan FC Utrecht memakai jasa Bagus yang dinilai punya daya saing bermain di Eropa. FC Utrecht pun langsung menerima saran itu dan mengirimkan surat permohonan ke Barito untuk merekrut Bagus.

Drama pun terjadi, Barito enggan melepas Bagus begitu saja. Manajemen Laskar Antasari meminta jaminan Bagus dikembalikan ke Barito jika kontraknya sudah selesai. Selain itu pihak klub meminta kompensasi karena sang pemain terikat kontrak hingga 2021.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan memastikan Bagus Kahfi bakal bergabung dengan Utrecht setelah dilepas secara gratis oleh Barito Putera. (Arsip Ketua PSSI)
info gambar

Utrecht menolak memberikan kompensasi dan menarik tawaran pada 27 November 2020. Bagus Kahfi kecewa dan meluapkan kekesalannya di Twitter. Gelombang protes dari warganet dan insan sepak bola Indonesia pun membahana mendukung dilepasnya Bagus dari Barito ke Utrecht.

Barito akhirnya melunak dan melepas Bagus ke Utrecht secara gratis. Berhubung masih muda, Bagus akan memperkuat Jong Utrecht, tim muda dari FC Utrecht. Dikabarkan saudara kembar dari sesama pesepak bola Bagas Kahfi itu akan mengantongi gaji 25 ribu euro atau sekitar Rp429 juta per bulan dengan masa kontrak selama 18 bulan.

Juara Angkat Besi Secara Daring, Dua Lifter Muda Indonesia Gondol Medali Emas

Pada masa pandemi teknologi internet berperan besar bagi kesuksesan digelarnya sejumlah acara hingga perlombaan. Dari kesekian banyak lomba, terdapat perlombaan angkat besi berskala internasional di mana atlet Indonesia turut serta.

Rizki Juniansyah dalam kejuaraan angkat besi level internasional via daring. © Youtube/International Weightlifting
info gambar

Dua lifter atau atlet cabang olahraga angkat besi yang ikut dalam perlombaan ialah Rizki Juniansyah dan Muhammad Faathir. Kedua lifter berusia belia itu sukses mengharumkan Indonesia dalam kejuaraan International Weighlifting Federation (IWF).

Dalam perlombaan yang diselenggarakan di Lima, Peru, pada Jumat (13/11/2020) dan Ahad (15/11), tetapi secara daring itu, Faathir sukses menggondol 2 emas dan 1 perak. Ia sukses meraih emas di angkatan clean and jerk seberat 150 kg dan total angkatan seberat 263 kg. Sementara perak diraihnya melalui angkatan snatch seberat 113 kg.

Sementara itu Rizki lebih memperlihatkan dominasinya dalam perlombaan tersebut dengan raihan tiga keping medali emas. Tak hanya medali, ia juga berhasil memecahkan rekor dunia.

Diketahui, Rizki Juniansyah yang turun di kelas 73 kilogram putra berhasil memecahkan rekornya sendiri, yakni angkatan snatch dari 139 kg menjadi 145 kg. Lalu clean and jerk seberat 180 kg yang melampaui standar rekor dunia remaja 171 kg, serta total angkatan dari 307 kg menjadi 325 kg.

Meski sudah mampu memecahkan rekor, tetapi sebenarnya angkatannya saat di kejuaraan dunia tersebut masih berada di bawah raihannya saat latihan. Alasannya, saat latihan menjelang kejuaraan Rizki mampu mencatatkan angkatan snatch 149 kg, lalu angkatan clean and jerk 185 kg dan total angkatan mencapai 334 kg. "Setelah ini saya terus berlatih agar bisa mencapai hasil yang lebih baik, apalagi angkatan saya di Kejuaraan dunia kali ini masih di bawah rekor angkatan saya saat latihan," ucap Rizki.

---

Referensi: Setneg.go.id | BolaSport.com |

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini