Sejarah Hari Ini (21 Desember 1957) - Kantor Telepon Otomat Solo Dibuka Kembali

Sejarah Hari Ini (21 Desember 1957) - Kantor Telepon Otomat Solo Dibuka Kembali
info gambar utama

Agresi Militer II dilancarkan Belanda ke Kota Surakarta/Solo, Jawa Tengah, pada Desember 1948.

Kota Solo kala itu menjadi basis pertahanan militer Indonesia yang sementara beribu kota di Yogyakarta.

Belanda baru memasuki Kota Solo (beberapa sumber menyebutkan masuk Klaten) pada pagi pukul 09.00 tanggal 21 Desember 1948.

Kolonel A.H. Nasution, yang ditugaskan Jenderal Sudirman untuk mengerahkan TNI dan Tentara Pelajar, kemudian memunculkan siasat bumi hangus Kota Solo untuk memperlambat gerak musuh.

Gedung Kantor Telepon Otomat Solo.
info gambar

Tentara Belanda pun baru bisa memasuki Solo setelah dua hari seusai mencari jalan masuk yang lebih aman.

Segala bangunan umum dan militer pun banyak yang hancur akibat taktik itu, salah satunya Kantor Telepon Otomat Solo.

Jauh setelah masa perang revolusi atau beberapa tahun setelah Indonesia meraih kedaulatan dari Belanda, Kota Solo berbenah.

Kantor Telepon Otomat yang sebelumnya terkena taktik bumi hangus kembali dibangun dan diresmikan pada 21 Desember 1957 atau 9 tahun setelah Belanda menyerang kota tersebut.

Star Weekly keluaran 28 Desember 1957 menyebut, sebelum bangunan ini diresmikan kembali ada 450 pelanggan yang berlangganan jejaring telepon di Kota Solo.

Kantor Telkom Indonesia di Kota Solo. Reza Anandiraka
info gambar

Namun, setelah peresmian gedung baru, jumlah pelanggan melonjak hingga 3 ribu sambungan.

Dilihat dari bentuk struktur bangunannya, Kantor Telepon Otomat ini sepertinya menjadi kantor perusahaan BUMN, Telkom Indonesia, yang letaknya di Jl. Mayor Kusmanto.

---

Referensi: Star Weekly | Dephub, Dirjen Pos dan Komunikasi, "Sejarah pos dan telekomunikasi di Indonesia, Volumes 1-3" | Kementerian Penerangan, "Kabinet Karya: Mendjelang Dua Tahun Kabinet Karya, 9 April 1957-9 April, 1958" | Sri Bulan Rahmawati, Abdul Muntholib, Romadi, "Pertempuran Empat Hari di Kota Surakarta Tahun 1949"

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini