Cari Tahu 5 Jenis Sanggul Tradisional, Inpirasi Tatanan Rambut untuk Acara Besar

Cari Tahu 5 Jenis Sanggul Tradisional, Inpirasi Tatanan Rambut untuk Acara Besar
info gambar utama

Rambut adalah mahkota, begitulah istilah yang ada. Rambut sendiri memiliki peran penting bagi pemiliknya. Dari sisi kesehatan, rambut berfungsi melindungi kulit kepala dari sengatan sinar matahari dan hawa dingin. Lebih dari itu, ternyata penataan rambut tertentu dapat menambah keanggunan, menunjukkan identitas, atau bahkan tingkat kedudukan seseorang.

Sejarah penataan rambut berawal dari kisah para wanita di zaman Mesir Kuno sangat peduli akan estetika, selalu ingin tampil cantik dan mempesona. Maka, mereka memiliki kebiasaan memangkas bersih rambut di kepala dan mengenakan rambut palsu atau sanggul demi kepentingan acara tertentu, seperti acara keagamaan. Seiring perkembangan zaman, sanggul semakin populer dan tak hanya dikenakan oleh masyarakat Mesir kuno saja, tetapi oleh masyarakat seluruh dunia.

Nenek moyang bangsa ini pun telah mengenal dan mengenakan sanggul tradisional. Sanggul berarti rambut palsu maupun asli yang dibentuk bulat atau oval dan ditempel di bagian belakang maupun atas kepala. Sanggul dipengaruhi oleh faktor kedudukan seseorang, ciri suatu suku, dan ciri suatu daerah sehingga melahirkan beragam bentuk, ukuran, hiasan, serta makna.

Demikian pula dengan sanggul tradisional Indonesia. Setiap daerah memiliki beragam jenis sanggul dengan bentuk, ukuran, hiasan, serta makna berbeda. Nah, di tulisan ini, ada 5 jenis sanggul tradisional yang mungkin belum Kawan ketahui. Yuk, simak sampai akhir.

1. Sanggul Ciwidey (Jawa Barat)

Sanggul Ciwidey © Shintamakeup_
info gambar

Sanggul ciwidey merupakan sanggul khas masyarakat Sunda. Nama ciwidey diambil dari nama kota Ciwidey yang terletak di sebelah selatan Kota Bandung. Pada masa kejayaan kerajaan Sumedang, sanggul ini kerap disebut sanggul kesundaan, sanggul pasundan, atau sanggul kebesaran, kaum bangsawan dan rakyat biasa boleh mengenakan sanggul ini.

Penggunaan sanggul ini tepat di tengah kepala bagian belakang. Bagian depannya terdapat sunggaran atau tatanan rambut menyasak berbentuk bulat, masyarakat sunda menyebutnya jabing. Kaum bangsawan biasa memadukan sanggul ciwidey dengan cucuk gelang dari emas atau perak, sementara masyarakat biasa memadukannya dengan tanduk.

2. Sanggul Ukel Tekuk (Yogyakarta, Jawa Tengah)

Sanggul Ukel Tekuk © jeng_loop
info gambar

Dahulu, sanggul ukel tekuk umum digunakan di lingkungan keraton Ngayogyadiningrat, mulai dari permaisuri, selir, para putri raja, dan para inang pengasuh (emban). Namun, kini saja telah dikenakan oleh masyarakat luas di Yogyakarta.

Kaum wanita yang mengenakan sanggul berarti telah lepas dari masa kanak-kanak dan mulai menginjak masa kedewasaan. Ukel tekuk melambangkan bahwa gadis tersebut bak bunga baru mekar dengan harum semerbak. Gadis dewasa diharapkan mampu memikul tanggung jawab sehingga layak menjadi seorang ibu rumah tangga.

3. Sanggul Ukel Konde (Solo, Jawa Tengah)

Sanggul Ukel Konde © Beautified
info gambar

Sanggul ukel konde berasal dari daerah Solo, Jawa Tengah. Ukel konde termasuk sanggul yang populer dikenakan saat acara resmi, terutama acara besar di Indonesia. Dalam penggunaannya, sanggul berbentuk bulat menonjol ini diletakkan agak di atas kepala.

Kehadirannya berawal dari putri Solo di zaman dahulu yang biasanya berambut panjang. Karenanya, mereka menggelung rambut sedemikian rupa hingga berbentuk konde untuk memudahkan saat hendak melakukan aktivitas. Sejak saat itu hingga kini, sanggul tradisional ini semakin digemari berbagai kalangan.

4. Sanggul Pusung Tagel (Bali)

Sanggul Pusung Tagel © Beautybyarinsea
info gambar

Sanggul pusung tagel ini lazimnya dipakai oleh para wanita Bali yang telah menikah. Setiap bagian pusung tagel memiliki nama, pusungan di sebelah kiri disebut penyawat, sanggul bulat disebut batun, dan pusungan di sebelah kanan disebut tagelan.

Pusung tagel identik dengan sisir atau mahkota yang terletak di atas penyawat (lungsen) guna mengikat sanggul. Selain penyawat, pusung tagel menggunakan setangkai bunga cempaka di atas mahkota, bunga kantil atau cempaka di bagian kanan dan kiri pusungan, bungga semanggi di sebelah butun pusungan, dan sekumpulan bunga hidup seperti dahlia dan kamboja di sebelah kanan tagelan.

5. Sanggul Timpus (Sumatra Utara)

Sanggul Timpus © dearsalon-1702
info gambar

Sanggul timpus dalam bahasa batak memiliki arti membungkus. Sesuai dengan namanya, sanggul ini tak hanya untuk merapikan rambut, tetapi juga sebagai penyimpanan alat-alat yang sangat perlu, misalnya daun sirih. Daun sirih pada sanggul berguna sebagai hiasan dan pengerat.

Masyarakat kaum menengah ke atas menggunakan peniti (tusuk konde) dari emas atau perak sedangkan masyarakat menengah bawah menggunakan tusuk konde dari tulang atau duri landak sebagai alat pengerat sanggul.

Kebanyakan masyarakat Indonesia hanya mengenal sanggul tanpa mengetahui jenisnya, bukan? Padahal, sanggul di setiap daerah di Indonesia memiliki keistimewaan dan keunikannya tersendiri. Sanggul di atas bisa menjadi inspirasi tatanan rambut untuk acara besarmu, loh. Jadi, sanggul mana yang Kawan sukai? (RIF)

Sumber: Rilis.id | Sanggul-sanggul | A Life So Flat | Fimela

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini