Ternyata 5 Hidangan Nusantara Ini Merupakan Warisan Kuliner dari Negeri Kincir

Ternyata 5 Hidangan Nusantara Ini Merupakan Warisan Kuliner dari Negeri Kincir
info gambar utama

Penulis: Rifdah Khalisha

Sejarah mencatat bahwa Belanda pernah menjajah Indonesia dengan waktu kurang lebih 350 tahun. Ternyata, penjajahan tersebut membawa banyak pengaruh bagi Indonesia. Mulai dari peninggalan bangunan bersejarah, tata bahasa, hingga kuliner.

Nyatanya, memang kuliner Belanda cukup memberikan inovasi baru pada hidangan khas nusantara, baik dari segi bahan, pengolahan, atau cita rasa. Tanpa disadari, mungkin saja makanan sehari-hari yang Kawan santap termasuk warisan kuliner dari Negeri Kincir. Penasaran ada masakan apa saja? Yuk, simak rangkumannya.

1. Semur

Semur © Lifestyle.okezone.com
info gambar

Semur merupakan hidangan daging rebus yang diolah dengan kuah kecap manis berwarna coklat pekat. Semur lengkap dengan tambahan rempah, seperti bawang merah, bawang bombay, cengkih, dan pala. Kawan juga dapat mudah menemui semur dengan tambahan bahan lain sesuai selera, seperti kentang, telur, tempe, dan lainnya.

Banyak masyarakat mengira bahwa semur adalah hidangan otentik khas Indonesia. Namun nyatanya, kuliner ini adaptasi dari teknik memasak dalam kuliner Belanda, yakni smoor yang berarti merebus daging dengan api kecil dan waktu lama sehingga daging terasa empuk dan mudah digigit.

Mirip dengan semur di Indonesia, smoor di negara asalnya berbahan dasar daging rebus dengan tambahan tomat dan bawang bombay. Kini, penyajian hidangan semur telah berkembang dan bervariasi. Semur telah menjadi kuliner khas dari berbagai daerah dengan cita rasa lokal.

2. Sup Brenebon

Sup brenebon © Idntimes.com
info gambar

Sup brenebon adalah hidangan sup kuah kaldu daging yang terbuat dari kacang merah dan sayuran dengan campuran bumbu sup pada umumnya, seperti bawang putih, merica, dan bumbu lainnya. Masakan ini cukup populer di bagian timur Indonesia, khususnya pada khasanah masakan Minahasa.

Menurut cerita, sup brenebon ini terinspirasi dari sup kacang merah bruine bonensoep khas Belanda. Nama brenebon berasal dari Bahasa Belanda, yakni bruine bonen, bruine berarti warna cokelat dan bonen berarti kacang. Meski terbuat dari bahan dasar yang sama, tetap ada perbedaan, bruine bonensoep berkuah kental karena menambahkan krim, sedangkan sup brenebon berkuah lebih cair dan bening.

3. Perkedel

Perkedel © Dapurkobe.co.id
info gambar

Perkedel atau begedel merupakan gorengan berbentuk bulat khas Indonesia yang umumnya terbuat dari lumatan kentang rebus dengan tambahan irisan daun bawang, seledri, dan bumbu. Ada pula perkedel yang terbuat dari bahan lain, seperti tahu, jagung, dan ikan. Biasanya, hidangan ini menjadi camilan atau teman makanan berat.

Hidangan ini mendapat pengaruh dari hidangan frikadeller atau frikadel dari Belanda, berbahan dasar daging sapi giling dengan tambahan lumatan kentang goreng. Namun, masyarakat Indonesia mengubah bahan dasarnya menjadi lumatan kentang saja, karena saat itu lebih mudah menemukan kentang. Pelafalan rumit itu pun lama-lama berubah menjadi perkedel.

4. Kroket

Kroket © Kompas.com
info gambar

Kroket di Indonesia umumnya terbuat dari bahan dasar lumatan kentang dengan isian daging cincang berbumbu, wortel, dan buncis. Lalu, kroket dilumuri kocokan telur dan tepung panir dan digoreng dalam minyak goreng yang banyak. Pengolahannya merupakan kreasi ulang dari hidangan croquette asal Prancis.

Pada masa penjajahan, Belanda membawa hidangan asli Prancis ini ke Indonesia. Resep aslinya terbuat dari adonan lumatan kentang dengan isian daging, wortel, daun bawang, seledri, daging cincang. Adonan berbentuk lonjong atau bulat oval dengan lumuran tepung terigu dan balutan tepung panir.

5. Spiku

Spiku © Pesonanusantara.com
info gambar

Spiku atau bisa disebut lapis legit merupakan kue lapis bercita rasa manis khas Surabaya. Pengolahannya memang terinspirasi dari warisan kuliner khas Belanda, tetapi telah melalui proses modifikasi resep sehingga rasanya tentu berbeda.

Pada masa kolonial dahulu, Belanda membawa kuliner bernama spekkoek yang berarti kue lapis. Masyarakat Indonesia menyesuaikan resep kuliner ini dengan bahan dan rempah khas nusantara. Lalu, terciptalah rasa kue spiku yang Kawan kenal saat ini.

Ternyata, akulturasi kuliner Belanda dan Indonesia mampu menciptakan hidangan nan lezat dan beragam. Adakah kuliner warisan Belanda di atas yang pernah Kawan cicipi?

Referensi:Kumparan | IDN Times

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini