Saung Angklung Udjo dan Visinya dalam Melestarikan Budaya serta Seni Khas Sunda

Saung Angklung Udjo dan Visinya dalam Melestarikan Budaya serta Seni Khas Sunda
info gambar utama

Penulis: Thalitha Avifah Yuristiana

Sebagai negara yang memiliki beragam kebudayaan, masyarakat Indonesia terus berupaya untuk melestarikan kebudayaan Indonesia lewat wisata edukatif. Berbicara mengenai wisata edukatif, maka kita wajib membahas Saung Angklung Udjo.

Untuk Kawan yang ingin menikmati dan menyelami seni tradisional, khususnya cara bermain angklung, tempat ini cocok untuk Kawan kunjungi. Saung Angklung Udjo merupakan wisata edukasi yang berlokasi di Bandung, tpatnya di Jalan Padasuka No. 118, Bandung, Jawa Barat.

Fasilitas yang disediakan dalam Saung Angklung Udjo sangat beragam, dan dijamin dapat membantu Kawan mempelajari kebudayaan Sunda dengan cara yang lebih seru dan asyik. Saung Angklung Udjo dilengkapi dengan arena pertunjukan, pusat kerajinan bambu, dan workshop untuk alat musik bambu.

Tak hanya berfungsi sebagai kota wisata, kehadiran Saung Angklung Udjo di Bandung merupakan bentuk kepedulian masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Sunda. Terutama bagi anak-anak muda. Cara yang dilakukan mulai dari penyelenggaraan pertunjukan, pendidikan, dan pelatihan.

Saung Angklung Udjo mendirikan kelas pendidikan musik, tarian, dan angklung kepada berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga mahasiswa secara gratis. Kini, Saung Angklung Udjo tak hanya disukai oleh wisatawan nasional namun juga wisatawan internasional.

Saung Angklung Udjo
info gambar

Sejarah Saung Angklung Udjo

Wisata edukatif ini pertama kali didirikan oleh seniman Sunda, Udjo Ngalagena, atau yang lebih dikenal dengan nama Mang Udjo. Sebagai orang Sunda, Mang Udjo dan istrinya memiliki visi yang besar dalam mendirikan saung yang terbuka bagi semua kalangan untuk mempelajari, dan melestarikan budaya serta seni tradisional khas Sunda.

Pria yang lahir pada 5 Maret 1929 ini telah lama menggeluti budaya dan seni tradisional khas Sunda sepanjang hidupnya. Pada usia 4 tahun, ia mulai bermain angklung. Sejak saat itu, ia bertekad untuk melestarikan budaya dan seni khas Sunda terutama angkung. Mang Udjo bahkan mengatakan bahwa angklung baginya adalah way of life atau jalan hidupnya.

Atas dasar kecintaan yang besar itu, dengan dukungan dari sang istri, Mang Udjo kemudian mendirikan Saung Angklung Udjo pada tahun 1966. Pada tahun 2001, Mang Udjo wafat meninggalkan ambisinya yang besar dengan memberikan mandat Saung Angklung Udjo ini kepada anak-anaknya.

Dengan semangat yang sama, anak-anak dari Mang Udjo mewarisi kecintaan dan kekuatan dedikasi untuk meneruskan cita-cita mulia dari Mang Udjo, yaitu melestarikan budaya dan seni khas Sunda. Sampai sekarang, Saung Angklung Udjo masih tetap berdiri untuk mengedukasi pengunjung tentang seni dan budaya khas Sunda. Di sana, pengunjung akan disuguhkan dengan keasrian lingkungan sembari mencoba alat musik angklung.

Tari Topeng di Saung Angklung Udjo
info gambar

Berbagai cara dilakukan untuk membuat masyarakat terutama kaum muda dapat cinta terhadap kebudayaan khas Sunda ini. Misalnya saja dengan menggunakan lagu-lagu modern pada saat orkestra.

Tak hanya itu, Kawan juga dapat melakukan aktivitas seru di sana, seperti menonton pertunjukan angklung dan belajar bermain angklung. Selain itu, Kawan juga dapat belajar tari, membeli bermacam souvenir, berwisata kuliner di Dapoer Angklung, menyaksikan pertunjukan tari topeng, dan masih banyak lagi.

Terancam Tutup

Semenjak pandemi melanda di berbagai negara, termasuk Indonesia, sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terancam. Tak terkecuali Saung Angklung Udjo yang kini terancam bangkrut. Sebelum pandemi, Saung Angklung Udjo mampu menarik pengunjung hingga 2.000 orang per hari.

Namun semenjak pandemi, para wisatawan enggan untuk berkunjung karena harus melengkapi sejumlah syarat berkaitan dengan protokol kesehatan. Selama ini, pendapatan dari Saung ini bertumpu pada mayoritas pelajar dan wisatawan.

Maka, ketika dilakukan pembatasan sosial, pendapatan dari Saung Angklung Udjo menurun secara drastis. Hal inilah yang membuat pengelola Saung Angklung Udjo melakukan penggalangan dana.

Kawan dapat membantu Saung Angklung Udjo untuk tetap beroperasi dengan ikut menggalang dana atau mengunjungi Saung Angklung Udjo pada 08.00—22.00 WIB setiap harinya. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada. Yuk, berwisata sambil belajar dengan mengunjungi Saung Angklung Udjo!

Referensi:Tripadvisor | Republika | Liputan6

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini