Mi Instan Indonesia, Jepang, dan Korea, Dimana Letak Perbedaannya?

Mi Instan Indonesia, Jepang, dan Korea, Dimana Letak Perbedaannya?
info gambar utama

Tingkat konsumsi mie siap saji atau mie instan sangatlah tinggi di negara-negara Asia. Menurut laporan survey World Instant Noodles Association pada 2019, tingkat konsumsi mie instan didominasi sejumlah negara Asia salah satunya Indonesia yang duduk di peringkat dua.

Banyak pilihan, banyak rasa, banyak pula merek bertebaran di pasaran untuk para penikmat mie instan. Di Indonesia sendiri ragam produk mie instan dengan produk lokal menjadi raja di dalam negeri.

Namun, persaingan mie instan di dalam negeri kian ketat. Bukan hanya dari sesama produk lokal, tetapi juga produk luar khususnya dari sesama negara Asia. Sejumlah mie instan dari luar itu pun tersedia dan berebut mencuri hati konsumen di Indonesia.

Ada banyak negara Asia selain Indonesia yang memproduksi produk mie instan. Hanya saja, di antara banyaknya negara mungkin mie instan asal Korea dan Jepang bisa dibilang yang paling sering digemari di tanah air kita ini. Pengaruh budaya pop kedua negara di Indonesia dipastikan memengaruhi seberapa larisnya penjualan mie instan produksi mereka.

Meskipun sama-sama tergolong mie instan, tetapi perbedaan jelas ada. Cita rasa, tekstur, sampai cara memasak bisa menjadi poin perbedaannya. Hanya sampai situ kah perbedaannya? Oh, jelas ada yang lain. Dihimpun dari berbagai sumber berikut perbedaan yang kentara dimiliki produk mie instan antara Indonesia, Jepang, dan Korea:

Beda Negara, Beda Sebutan

Bungkus Indomie.
info gambar

Pada 1968, mie instan diperkenalkan di Indonesia lewat merek bernama Supermi. Penyebutannya "mie instan" pun kian marak di masyarakat apalagi setelah beberapa merek baru bermunculan salah satunya Indomie yang menggebrak pasar Indonesia dan internasional.

Di Indonesia, sebagaimana kita tahu, terkadang merek produk yang paling terkenal kelak akan menjadi penyebutan generik suatu produk oleh banyak orang. Sebut saja merek bernama Odol yang kemudian menjadi penyebutan lazim ketika menunjuk sebuah produk pasta gigi. Begitu pula bagi mie instan. Kebiasaan orang Indonesia menyebut nama merek dianggap sudah mewakili ketika ingin atau sedang menyantapnya.

Lalu bagaimana dengan Jepang dan Korea? Sebutan mie instan Jepang yang beredar di sejumlah negara termasuk Indonesia bermacam-macam namanya, dilihat dari bahannya. Ada mie instan soba sampai yang paling dikenal ramen. Korea pun juga begitu meskipun, ada ragam variannya walaupun yang paling dikenal ialah ramyeon atau ramyun.

Berat Kemasan

Mie instan
info gambar

Setiap perusahaan produsen makanan seperti mie instan pastinya mempunyai takaran porsi dari produknya. Di Indonesia, produk mie instan bermacam-macam berat kemasannya yang memengaruhi harganya. Namun dari banyaknya pilihan, yang paling sering dijumpai dan digemari adalah produk dengan berat sekitar 70-85 gram dengan kisaran harga Rp2.500 - Rp5.000.

Sementara di Jepang biasanya mie instan memiliki berat sekitar 85 gram, atau ada juga yang lebih dari 100 gram hingga 120 gram. Harga yang ditawarkan pun sedikit lebih mahal, yakni sekitar Rp5.000 hingga Rp15.000.

Kemudian, mie instan Korea memiliki berat yang lebih besar lagi di mana beratnya sekitar 115-140 gram. Porsinya lebih banyak, tentu harganya menjadi lebih mahal dibandingkan mie instan Indonesia dan Jepang, yakni antara Rp15.000 hingga Rp25.000.

Varian Rasa dan Penyajian

Mie instan rasa rendang dari Indomie.
info gambar

Jepang sebagai negara pionir mie instan punya beragam varian dan bentuk yang disajikan untuk penikmatnya. Dalam segi penyajian ada yang digoreng seperti yakisoba, ada pula yang berkuah seperti soba, miso, udon, dan ramen.

Rasanya pun semakin kaya mengikuti selera orang yang berbeda-beda. Misalnya ada ramen yang memiliki rasa keju, rasa yang bisa diterima lidah banyak orang.

Sementara kalau di Korea kebanyakan mie instannya berkuah. Ada ragam rasa yang ditawarkan dengan citarasa lokal. Mulai dari kimchi, jjampong, yukgaejang dan masih banyak lagi.

Bumbu mie instan.
info gambar

Sama seperti Jepang, Indonesia juga punya varian mie instan kuah dan goreng. Citarasa kuliner kelokalan bahkan bisa menjadi sumber inspirasi para pengusaha sejumlah produsen mie instan di Indonesia, sebut saja ada rasa rendang, soto Lamongan, atau ayam geprek.

Cara Memasak

Mie instan
info gambar

Produknya memang sama, tetapi mie instan dari Korea, Jepang dan Indonesia mempunyai perbedaan ketika dimasak. Di Indonesia, kebanyakan mie instan terutama yang model bungkusan dimasak menggunakan panci bergagang satu.

Biasanya orang Indonesia melakukan tahap memasukkan bumbu ke dalam piring. Setelahnya, mie yang sudah matang direbus diletakkan ke piring lalu dicampur dan diaduk.

Berbeda dengan di Korea dan Jepang yang biasanya memasak mie instan menggunakan panci bergagang dua dan berbahan aluminium. Bahan tersebut dapat menghantarkan panas lebih cepat. Setelah itu, masukkan bumbu ke dalam rebusan air baru masukkan mienya dan masak hingga matang. Orang Korea dan Jepang juga terbiasa makan mie instan langsung dari pancinya.

---

Referensi: DetikFood | Instantnoodles.org | Asia Nikkei

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DI
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini