Unik! Tak Cuma di India, Indonesia juga Punya Desa Kembar

Unik! Tak Cuma di India, Indonesia juga Punya Desa Kembar
info gambar utama

Penulis: Rifdah Khalisha

#WritingChallengeGNFI#CeritaDaerahdariKawan#MakinTahuIndonesia

Ada sebuah temuan unik terjadi di desa terpencil di India bagian utara, yaitu Mohammedpur Umari. Pakar genetik terheran-heran karena desa dengan populasi sekitar 6.000 jiwa itu punya lebih dari 100 pasang saudara kembar.

Tak hanya itu, ada juga Desa Kodinhi, India yang menurut peneliti diperkirakan setidaknya ada 400 pasang anak kembar pada tahun 2008 dari total populasi 2.000 keluarga. Bahkan, jumlah tersebut terus meningkat setiap tahunnya. Sama halnya dengan negara bollywood ini, di Indonesia sendiri hadir pula fenomena serupa, yakni desa kembar.

Selain tersohor dengan panorama alam yang luar biasa, negara kepulauan Indonesia juga punya sejuta keunikan. Fenomena menarik dan unik tersebut ada di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bagaimana tidak, puluhan penduduk di desa ini merupakan orang kembar.

Kawan bisa menemui desa ini di timur laut pusat Kota Klaten dan tepi jalan Yogya-Solo. Desa Jonggrangan terdiri dari 10 dukuh, 7 rukun warga (RW), dan 22 rukun tetangga (RT) dengan jumlah penduduk 4.300 jiwa. Penduduk kembar berada di lima dukuh, yang terbanyak ada di RW 001 dengan 10 pasang orang kembar sedangkan lainnya tersebar di 6 RW lain.

Menurut kepala desa, hingga saat ini di Desa Jonggrangan ada 20 pasang kembar identik yang masih hidup. Ada kembar berjenis kelamin sama, ada pula kembar dhampit atau berbeda jenis kelamin. Usianya mereka pun beragam, yang paling tua berusia 50 tahun dan yang paling muda masih berusia 3 tahun.

Penduduk kembar di Desa Jonggrangan © Kumparan.com
info gambar

Kepala desa dan penduduknya mengaku tidak tahu secara persis awal mula kehadiran orang kembar di Desa Jonggrangan. Tidak ada cerita atau sejarah tertentu dari sesepuh desa. Hanya saja, penduduk dan publik baru menyadarinya sekitar tahun 2000 silam.

Berdasarkan penelusuran, ternyata kebanyakan penduduk kembar memiliki keturunan genetik dari sesepuh terdahulu yang juga kembar. Jadi, penduduk menduga fenomena ini telah berlangsung sejak lama, secara alamiah atau turun temurun.

Sejauh ini, belum ada yang pernah meneliti kehadiran penduduk kembar di Desa Jonggrangan. Kepala desa dan penduduknya pun tak pernah melaporkan fenomena unik ini ke pemerintah. Namun, desa ini masih rutin melakukan pendataan kependudukan.

Seluruh penduduk yang kembar hidup secara normal, sehat, dan tumbuh dewasa. Terkadang, fenomena ini sering menimbulkan cerita lucu karena banyak orang yang sering keliru membedakan penduduk yang kembar. Tentu hal ini karena terlalu mirip, mulai dari wajah hingga postur tubuhnya.

Jika memerhatikan lebih jelas, ada perbedaan fisik kecil di antara pasangan kembar tersebut, seperti bekas luka atau daging tumbuh di sisi telinga (siwil). Uniknya, mereka yang tak memiliki perbedaan fisik justru menciptakan ciri khasnya tersendiri, misalnya saja memilih untuk mewarnai rambut yang berbeda dengan pasangan kembarnya. Dengan begitu, orang lain jadi lebih mudah mengenali dan membedakannya.

Salah seorang penduduk kembar mewarnai rambutnya © Kumparan.com
info gambar

Salah seorang penduduk mengatakan bahwa ia memiliki cucu kembar yang masih berusia 5 tahun. Keduanya kembar identik, padahal mereka tak punya riwayat keturunan atau keluarga yang kembar.

Penduduk lainnya, seorang ibu pemilik anak kembar bercerita perihal momen mengandung. Tak perutnya tentu lebih besar dari kehamilan biasa, selebihnya, tak ada perbedaan berarti. Siapa pun yang melihatnya, sudah tahu kalau itu pasti kembar.

Menurutnya, merawat anak kembar tidak sama dengan anak biasa. Kedua orang tuanya harus memberikan semua hal secara bersamaan, mulai dari pakaian, mainan, sekolah, dan hal lainnya. Selain itu, mereka juga kerap terikat secara batin. Jika salah seorang sakit, maka kembaran lainnya ikut merasakan sakit.

Tak pernah terpikirkan, ya kalau nyatanya fenomena unik ini benar-benar ada di Indonesia. Bagaimana dengan daerah Kawan? Apakah ada fenomena unik seperti ini?

Kawan, untuk mendengarkan dan mengetahui lebih banyak informasi, yuk, dengarkan podcast GoodVoice di Spotify supaya Kawan Makin Tahu Indonesia!

Referensi: Kumparan | Kompas | Detik

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini