Batun Bedil, Makanan Berbentuk Peluru Khas Pulau Dewata

Batun Bedil, Makanan Berbentuk Peluru Khas Pulau Dewata
info gambar utama

#WritingChallengeGNFI #CeritadariKawanGNFI

Pulau Bali memang terkenal dengan tempat wisatanya yang menakjubkan. Mulai dari wisatawan asing hingga wisatawan lokal pun banyak yang menghabiskan masa liburnya untuk pergi ke Bali. Ada banyak hal yang bisa Kawan lakukan di sini, seperti menikmati keindahan alam, mempelajari kesenian dan kebudayaan Bali, jalan-jalan, belanja oleh-oleh, dan tentunya tidak lupa untuk mencicipi beragam makanan tradisional khas Pulau Dewata.

Biasanya, makanan khas Pulau Bali identik dengan rasa pedas dan bumbu rempahnya yang kuat. Beberapa contoh makanan yang terkenal, yaitu Nasi Be Guling, Lawar, Ayam Betutu, Sate Lilit, dan lain-lain. Selain makanan tersebut, Bali juga memiliki jajanan tradisional yang tidak kalah menarik, lho!

Ada Laklak, Pisang Rai, Batun Bedil, Sumping, Godoh dan lain-lain. Namun, yang akan dibahas kali ini adalah jajan tradisional Batun Bedil. Apakah Kawan GNFI sudah kenal dengan jajan ini?

Jajanan Tradisional Batun Bedil
info gambar

Jajanan ini disebut Batun Bedil. Namanya mungkin terdengar sedikit aneh, terutama bagi mereka yang berasal dari luar Bali. Batun Bedil berasal dari kata “Batun” yang berarti batu dan “Bedil” yang berarti senapan. Jadi, Batun Bedil memiliki arti ‘batu’-nya senapan alias peluru.

Nama ini digunakan karena memang bentuk jajanan ini menyerupai peluru kecil, bulat, dan ujungnya agak memanjang. Namun, ada juga Batun Bedil yang berbentuk kecil, bulat, dan agak pipih. Meskipun nama jajanan ini cukup unik dan terkesan menyeramkan, “Peluru” satu ini dijamin tidak mematikan. Justru rasanya yang akan bikin Kawan ketagihan.

Selain dikonsumsi, Batun Bedil di beberapa daerah digunakan sebagai sarana upacara. Beberapa masyarakat di Bali ada yang menggunakan Batun Bedil sebagai sesajen yang dihaturkan saat Hari Raya Tawur Agung Kesanga, rangkaian dari Hari Raya Nyepi.

Untuk membuat Batun Bedil cukup mudah. Bahan yang digunakan pun sederhana, yaitu tepung ketan, air, dan garam. Caranya ialah campur tepung beras, air, dan garam secukupnya. Kemudian, aduk semua bahan tadi hingga teksturnya kalis.

Setelah itu, adonan dapat dibentuk bulat pipih atau agak memanjang dengan ukuran kecil, dan adonan tersebut langsung dimasukkan ke dalam air yang sudah mendidih. Saat pertama kali dimasukkan, adonan akan terlihat tenggelam.

Lalu, tunggu beberapa saat dan perhatikan adonan tersebut hingga naik ke permukaan air. Jika sudah, aduk perlahan dan pastikan adonan matang. Kemudian, adonan dapat diangkat dan ditiriskan.

Selanjutnya, untuk membuat kuahnya, bahan yang diperlukan, yaitu gula merah, garam, dan daun pandan. Bahan-bahan tersebut dicampur dan dimasak sampai mendidih. Dalam keadaan kompor yang masih menyala, masukan adonan Batun Bedil tadi secara perlahan ke dalam kuah dan aduk-aduk hingga merata.

Tunggu beberapa saat hingga kuah meresap ke dalam adonan Batun Bedil yang ditandai dengan warna Batun Bedil sedikit memerah, atau mengikuti warna kuah. Jika sudah mengikuti semua proses, Batun Bedil sudah siap disajikan.

Agar cita rasanya menjadi semakin enak, Kawan bisa menambahkan kelapa parut yang ditabur di atas Batun Bedil. Jajanan ini memiliki cita rasa kenyal bercampur gurih. Disarankan, makanlah dalam kondisi masih hangat agar rasanya lebih nikmat.

Sebenarnya, Batun Bedil ini dapat disantap kapan pun karena merupakan jajanan dan bukan makanan pokok. Kawan dapat mengonsumsi jajan ini saat pagi hari sebagai teman minum teh atau kopi sambil menikmati pemandangan alam Bali yang sejuk dan asri.

Sajian Batun Bedil Dengan Kopi.
info gambar

Lalu, untuk menemukan jajanan Batun Bedil ini, Kawan tidak harus pergi ke restoran mewah atau cafe dengan harga yang cukup menguras dompet. Jajanan ini masih ada dan mudah ditemukan di hampir semua pasar tradisional Bali. Harga satu porsi Batun Bedil sekitar Rp5.000 saja. Cukup murah, bukan?

Dengan harga yang murah, dibuat dengan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh dan tidak menggunakan bahan pengawet, serta rasanya yang kenyal dan legit merupakan alasan untuk wajib untuk mencicipi jajanan Batun Bedil ini.

Jika Kawan mencicipi atau dapat membuat jajanan Batun Bedil ini, Kawan secara tidak langsung ikut andil dalam melestarikan makanan tradisional, lho! Yuk, cicipi jajanan tradisional Batun Bedil khas Pulau Bali ini.*

Sumber: Hasil wawancara bersama narasumber

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IW
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini