Belajar dan Memahami Bisnis Lewat Ruang Belajar Kawan GNFI

Belajar dan Memahami Bisnis Lewat Ruang Belajar Kawan GNFI
info gambar utama

Sukses dalam berbisnis tentu menjadi impian setiap orang, terutama para pelaku UMKM. Namun, masih banyak yang memulainya tanpa persiapan yang matang. Akibatnya, bisnis tidak berkembang atau bahkan berhenti di tengah jalan.

Kawan GNFI selaku komunitas GoodNews From Indonesia (GNFI) berupaya membantu pelaku UMKM untuk belajar dari para pemateri yang paham dengan dunia bisnis melalui Ruang Belajar Kawan GNFI Batch 3: Scale Up Our Business. Kelas ini berlangsung pada 18 hingga 24 Maret 2021 lalu. Mari simak ulasannya!

How to Develop Business Strategy

Sesi pertama oleh Fahmi Hendrawan © Tangkapan Layar RB Batch 3
info gambar

Sesi pertama menghadirkan Fahmi Hendrawan, pemilik bisnis Fatih Indonesia untuk berbagi ilmu seputar strategi bisnis. Ia mengingatkan bahwa pelaku bisnis perlu memilih ingin menjadi pengusaha atau pemilik bisnis kecil.

Pengusaha berarti seseorang memiliki ide luas, menyukai tantangan, memikirkan dalam jangka panjang, memerhatikan pertumbuhan dan perluasan, mencintai pekerjaannya, menginginkan perubahan, mengorbankan banyak energi di bidang bisnis.

Sementara pemilik bisnis kecil memiliki ide hebat, memegang teguh prinsip awal, memikirkan dalam jangka pendek, memiliki sifat sentimental terhadap bisnisnya, mencari nafkah tanpa niat memperluas bisnis, memikirkan keuntungan saja, merasa puas dengan yang sudah ada.

Pengusaha harus menyiapkan bisnis itu dengan sebaik mungkin jika ingin membangun model bisnis yang bagus, laku, untung, dan berdampak ke masyarakat. Mulailah dari meneliti pasar dan desain, menyusun rencana bisnis, dan meningkatkan kesadaran merek.

Fahmi menyampaikan nasehat bahwa sebaiknya pengusaha fokus pada faktor penentu keberhasilan, yakni membawa sesuatu yang unik ke pasar, menemukan mitra bisnis atau penasihat, memanfaatkan jaringan pertemanan, dan mengelola pendapatan dengan ketat. Dengan begitu, peluang keberhasilan bisnis pun semakin tinggi.

Di akhir, Fahmi memberikan waktu kepada peserta untuk menganalisis SWOT (strengths, weakness, opportunities, threats) dan merancang rencana bisnis. Peserta yang sebagian besar pelaku UMKM dari berbagai kalangan pun begitu antusias. Setiap kelompok memilih bidang bisnis yang berbeda, ada kuliner, busana, dan masker.

Branding Strategies for Business

Sesi kedua oleh Johan Alvin © Tangkapan Layar RB Batch 3
info gambar

Memasuki sesi kedua, Johan Alvin (Jak) selaku CMO Jck Enterprise mengenalkan strategi 'heroes' untuk membangun dan memperkuat branding sebuah bisnis. Jak menyampaikan bahwa pada pemasaran 4.0 adalah pemasaran yang berfokus pada kemanusiaan di era digital. Pendekatannya mengombinasikan interaksi online dan offline.

Pelaku usaha perlu membuat merek dan produknya seolah-olah seperti manusia. Oleh karena itu, Jak menciptakan strategi 'heroes' yang mengaitkan merek dengan karakter dari superhero terkenal. Tujuannya agar pengikut atau pembeli mudah mengenali dan mengingat merek bisnis tersebut.

Lebih dari itu, strategi 'Heroes' juga berarti hear and listen the voice of customers (mendengarkan suara konsumen), elevate value to emotional value (meningkatkan nilai menjadi nilai emosional), read the future needs (membaca kebutuhan masa depan), open mutual collaboration (membuka kolaborasi timbal balik), ensure the moment of truth (memastikan momen kebenaran), dan socialize achievement to the people (mensosialisasikan pencapaian kepada orang-orang).

Ia memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menganalisis strategi 'heroes' pada sebuah bisnis. Dari paparan hasil diskusi, terlihat peserta telah memahami materi dengan baik. Menurut Jak, analisis bisnis gawai, dimsum dan gyoza, sepatu, hingga jas hujan dari peserta sudah tepat sasaran.

How to Grow Your Business Through Social Media

Sesi ketiga oleh Yosef Abas © Tangkapan Layar RB Batch 3
info gambar

Pada sesi ketiga, Yosef Abas, pendiri Sekolah Pebisnis mengisi kelas dengan materi tentang mengembangkan bisnis melalui media sosial. Dalam pemasaran tentu butuh strategi cerdas sehingga alokasi dananya tepat sasaran. Para pelaku usaha bisa memaksimalkan pemasaran melalui berbagai platform daring, termasuk media sosial yang masih sangat efektif dan ampuh.

Membangun media perlu melalui 6 langkah, mulai dari membangun platform publik, menarik pengikut yang setia, membangun saluran distribusi, meningkatkan kepercayaan terhadap merek, melakukan kolaborasi dengan dengan tokoh populer, hingga menawarkan banyak pilihan untuk menjangkau berbagai kalangan.

Media sosial bisnis harus rajin memasarkan produk dan membangun citra bisnis. Menurut Yosef, ada 3 jenis konten di media sosial bisnis, yakni konten pancingan (konten viral yang dapat mengundang rasa penasaran), konten merawat (konten hiburan yang mengenalkan identitas bisnis dan mendekatkan hubungan dengan konsumen), dan konten closingan (konten promosi produk dan jasa sehingga menarik pembeli).

Yosef meminta para peserta menganalisis jenis konten sebuah akun Instagram bisnis dan membuat story campaign bisnis yang menarik untuk postingan story di Instagram. Para peserta menganalisis bisnis perawatan wajah, kerajinan tangan, tas sepeda, dan dessert box.

How To Scale Up Your Business

Sesi keempat oleh Wahyu Aji © Tangkapan Layar RB Batch 3
info gambar

Menutup sesi terakhir, Wahyu Aji selaku CEO GoodNews From Indonesia mengajak para peserta meningkatkan bisnis mereka. Sebelum meningkatkan bisnis, wajib hukumnya mengetahui alasannya, menetapkan tujuannya, dan menentukan masalah besarnya.

Setiap bisnis pasti berkompetisi. Sejatinya, ada banyak jenis kompetisi, baik dengan membanting harga, melakukan inovasi produk, memberi hadiah tambahan, menyediakan beberapa jenis produk, membangun citra bisnis, meningkatkan pelayanan, maupun menggunakan jasa duta merek.

Para pelaku usaha sebaiknya menemukan trik yang tepat untuk menghadapi berbagai tipe pembeli. Menurutnya, tipe pembeli terbagi menjadi impresi, lead, prospect, potential, dan closeable. Selain menghadapi, pelaku usaha juga harus menarik dan mempertahankan pengikutnya. Aji juga mengingatkan peserta untuk memperkuat segitiga scale up, yakni scalable offer, consistent lead flow, dan closers that can close.

Terakhir, para peserta berdiskusi agar lebih memahami materi. Mereka harus menentukan tujuan bisnis yang terukur dan 3 masalah utama yang menjadi kendala dalam mencapai tujuan tersebut.

Lalu, peserta memilih 1 masalah dan menuliskan langkah untuk mengatasinya. Setiap kelompok punya tujuan yang luar biasa, ada yang ingin memiliki toko offline, mengiklankan produknya tepat sasaran, meningkatkan keunikan nilai jual, hingga mengenalkan konsep restoran baru untuk menaikkan omzet.

Nantikan Ruang Belajar dan program-program seru selanjutnya, ya. Kunjungi Instagram Kawan GNFI di @kawangnfi agar tak ketinggalan informasinya! (Comm)

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini