Survei Indeks Optimisme 2021 Tunjukkan Semangat Generasi Muda Membangun Indonesia

Survei Indeks Optimisme 2021 Tunjukkan Semangat Generasi Muda Membangun Indonesia
info gambar utama
Gabung Telegram Kawan GNFI untuk dapat informasi seputar program dan tulisan terbaru Good News From Indonesia.

Good News From Indonesia (GNFI) kembali melakukan Survei Indeks Optimisme Generasi Muda di tahun 2021. Survei yang sudah dilakukan sejak tahun 2008 silam ini bertujuan untuk mengukur seberapa optimisme generasi muda, terhadap masa depan Indonesia dalam berbagai sektor kehidupan.

Seperti yang kita ketahui, pada 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif (berusia 15--64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Maka dari itu, diharapkan survei ini dapat menginspirasi dan menghidupkan optimisme terhadap Indonesia, serta menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan pemerintah, korporasi, dan lembaga masyarakat.

Tak hanya itu, survei ini juga bertujuan dalam melihat bagaimana dampak dari pandemi Covid-19 yang telah mengubah perilaku, kebiasaan, dan dinamika kehidupan masyarakat di tengah pandemi saat ini.

Pada survei tahun ini, GNFI bekerja sama dengan lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI). Survei ini juga mengalami perubahan dalam metodologi dan operasional survei sehingga data yang dihasilkan akan sahih dan kredibel untuk dijadikan rujukan masyarakat.

Pada Survei Indeks Optimisme Generasi Muda Indonesia 2021 terbagi menjadi 5 isu utama, yakni Pendidikan dan Kebudayaan, Kebutuhan Dasar, Ekonomi dan Kesehatan, Kehidupan Sosial, serta Politik dan Hukum.

Survei tersebut dilaksanakan menggunakan metode survei telepon pada rentang waktu 8 hingga 15 juli 2021 dengan jumlah responden 800 orang. Responden terbagi menjadi 68,2 persen laki-laki dan 31,8 persen perempuan, dengan 35,6 persen Generasi Y dan 64,4 persen Generasi Z.

Peluncuran Hasil Survei Indeks Optimisme 2021

Hasil Survei Indeks Optimisme ini dirilis dan didiskusikan pada Jumat (13/08) melalui kanal media sosial GNFI (Instagram, Twitter, Facebook, Youtube) dan Youtube KedaiKOPI. Diskusi hasil Survei Indeks Optimisme dihadiri oleh Najelaa Shihab selaku Pendidik dan Inisiator Semua Murid Semua Guru, Robby Muhammad selaku Pakar Sosiolog dan Akademisi, dan Ahmad Erani Yustika selaku Pakar Ekonomi dan Guru Besar Universitas Brawijaya.

Pelaksanaan diskusi survei indeks optimisme | Foto: dokumentasi GNFI
info gambar

Adapun survei tersebut dilaksanakan di 11 kota di Indonesia, yakni daerah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Makassar, Palembang, Banjarmasin, Denpasar, Surakarta, dan Yogyakarta. Menurut Robby Muhammad, survei ini memberikan hasil yang cukup mengejutkan dan juga memberikan kabar baik bagi Indonesia.

“Hampir tidak ada yang pesimis, ini luar biasa sekali. It’s really good news from Indonesia bahwa anak muda Indonesia sangat optimis, meskipun derajat optimismenya berbeda-beda di sub-sektor tertentu,” ungkap Robby dalam diskusi hasil Survei Indeks Optimisme Generasi Muda Indonesia 2021, Jumat (13/08).

Begitu pula dengan Wahyu Aji selaku CEO dari GNFI yang pada awalnya tak begitu yakin dengan hasil yang bagus dari survei ini.

“Pada waktu kita melakukan survei ini, di kondisi sekarang apalagi di bulan Juli, Covid lagi tinggi-tingginya. Kita sebenarnya tidak begitu yakin dengan hasilnya, ya, pasti semua orang suntuk. Tapi ternyata, pas kita lihat hasilnya nggak suram-suram amat,” ungkap Aji yang menjadi moderator acara.

Generasi muda sangat optimis pada sektor pendidikan dan kebudayaan

Hasil survei menunjukkan bahwa tingkat optimisme generasi muda paling tinggi berada pada sektor pendidikan dan kebudayaan. Pada sektor tersebut, terdapat 83,9 persen responden yang optimis, 16,1 persen yang netral dan tidak ada yang pesimis. Kemudian, untuk sektor kebutuhan dasar terdapat 75,1 persen responden yang optimis, serta 24,9 persen netral dan tidak ada yang pesimis.

Kemudian, pada sektor ekonomi dan kesehatan terdapat 64,6 persen generasi muda yang optimis, 36,5 persen netral, dan 0,1 persen pesimis. Pada sektor kehidupan sosial terdapat 51 persen individu yang optimis, 48,5 persen netral, dan 0,5 pesimis. Terakhir, pada sektor politik dan hukum hanya 32, 1 persen generasi yang optimis, 63,9 netral, dan 4,0 pesimis.

Hasil survei indeks optimisme 2021 | Foto: dokumentasi GNFI
info gambar

Dapat dikatakan bahwa generasi muda optimis dalam empat sektor, yakni pendidikan dan kebudayaan, kebutuhan dasar, ekonomi dan kesehatan, serta kehidupan sosial dikarenakan mendapatkan hasil net indeks di atas 50 persen. Selanjutnya, pada sektor hukum dan politik, generasi muda cenderung pesimis dikarenakan hasil net indeks hanya sebesar 28,1 persen saja.

Hasil survei menunjukkan sektor pendidikan dan kebudayaan yang menjadi sektor optimisme tertinggi bagi generasi muda. Meskipun demikian, Najelaa Shihab mengungkapkan, “Kita perlu melihat kembali construct optimisme dalam psikologi bahwa tahap perkembangan anak muda ketika ditanya tentang optimisme juga attach pada pengalaman masa lalu. Jadi, optimisme yang seharusnya kita nurture adalah realistic optimism”.

Dengan begitu, Najelaa Shihab ingin mengingatkan kembali bahwa optimisme yang seharusnya muncul dan dikembangkan oleh generasi muda adalah optimisme yang teratur, berdasarkan data dan tetap menghadirkan pola pikir yang kritis.

Sektor ekonomi dan kesehatan menjadi perhatian generasi muda

Dalam survei ini juga dipertanyakan pula apa yang menjadi permasalahan utama yang dihadapi Indonesia saat ini, tiga jawaban teratas dari generasi muda mengungkapkan bahwa Covid-19 (72,3 persen), kebijakan pemerintah yang dinilai menyulitkan dan tidak tegas (4,3 persen) dan kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai (3,6 persen) adalah permasalah utama saat ini.

Kemudian, tiga isu utama yang menjadi perhatian generasi muda tahun ini adalah kebijakan pemerintah yang dinilai menyulitkan dan tidak tegas, ketersediaan lapangan pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Ahmad Erani Yustika sebagai salah satu dari efek pandemi.

Ahmad Erani | Foto: dokumentasi GNFI
info gambar

“Saya kira itu suatu manifestasi dari pandemi, termasuk di bidang lapangan pekerjaan yang sebenarnya sebelum pandemi itu merupakan capaian pemerintah yang lumayan impresif, namun pandemi datanya menjadi merosot,” ucap Erani.

Tak hanya itu, Erani juga mengungkapkan bahwa ini juga terpengaruhi dari kontestasi opini. Hal tersebut merujuk pada generasi muda yang pada saat ini menyerap begitu banyak informasi dari berbagai lini media sosial.

Setiap media sosial memiliki karakteristik dan menawarkan informasi yang berbeda. Hasil survei ini, menurut Erani menunjukkan bahwa generasi muda dapat melakukan seleksi atas derasnya kontestasi opini tersebut dengan baik.

Rendahnya tingkat optimisme anak muda pada politik dan hukum

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa pada sektor politik dan hukum hanya terdapat 32,1 persen anak muda yang optimis, dengan net indeks sebesar 28,1 persen. Hanya ada 3 dari 10 generasi muda yang optimis bahwa Indonesia mampu menerapkan pemerintah yang bersih, baik, dan transparan di masa depan.

Masih tingginya praktik korupsi di Indonesia, menjadi alasan utama sektor ini menempatkan posisi optimisme terendah dibandingkan sektor lainnya. Menanggapi hal tersebut, Najelaa Shihab mengungkapkan bahwa kita dan generasi muda terkadang masih memiliki miskonsepsi dalam hal-hal tertentu.

Najelaa Shihab | Foto: dokumentasi GNFI
info gambar

Masih adanya pemisahan ketika ingin berkontribusi dalam sektor yang satu dengan yang lain. Kenyataanya, semua sektor tersebut saling berkaitan terutama dalam hal pendidikan. Agregasi praktik baik dari pemerintah juga menjadi perhatian bagi Najelaa, dalam melihat banyaknya anak muda yang masih apatis dalam hal politik.

Dengan demikian, hasil diskusi survei indeks optimisme ini dapat menjadi rujukan bagi pengambilan keputusan dari otoritas serta semakin memberikan semangat optimisme bagi generasi muda. Mari wujudkan Indonesia tangguh Indonesia tumbuh dengan semangat optimisme.

Untuk mendapatkan hasil dari Survei Indeks Optimisme Indonesia 2021, Kawan dapat mengunduh di sini. (COMM)

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini