Tarung Derajat, Seni Bela Diri Asal Jawa Barat Ciptaan Sang Legenda Aa Boxer

Tarung Derajat, Seni Bela Diri Asal Jawa Barat Ciptaan Sang Legenda Aa Boxer
info gambar utama

Bela diri merupakan sebuah seni yang telah menyebar ke banyak negara dan berkembang di daerah masing-masing dengan ciri khas tertentu. Bela diri timbul sebagai salah satu cara seseorang mempertahankan dan melindungi diri dari masa ke masa. Apalagi pada zaman kuno, belum ada senjata modern hingga manusia harus memikirkan cara menjaga dirinya dengan tangan kosong.

Hampir setiap negara punya seni bela dirinya masing-masing, sebut saja silat yang berkembang di Indonesia, Malaysia, Thailand, hingga Brunei.

Selain pencak silat, Indonesia juga punya seni bela diri lain yang bernama tarung derajat. Seni bela diri ini berasal dari Jawa Barat dan diciptakan oleh Achmad Dradjat atau biasa dipanggil Aa Boxer.

Seperti apa seni bela diri tarung derajat? Berikut kami rangkum penjelasannya:

Pencak Silat, Tradisi Bela Diri Nusantara yang Mendunia

Berawal dari pengalaman Aa Boxer

Pada tahun 1960-an di Bandung, Aa Boxer mengembangkan teknik bela diri tarung derajat lewat pengalamannya bertarung di jalanan. Bisa dibilang, kehidupannya keras sejak kecil. Ia dan keluarganya tinggal di kawasan Tegalega, Bandung, dan sudah akrab dengan aktivitas semacam tawuran antar kelompok remaja, perampokan, perjudian, dan aktivitas kriminal.

Berada di lingkungan yang keras, ia pun tumbuh jadi anak yang pemberani dan memiliki keinginan untuk menolong teman-temannya. Ia bahkan pernah mengalami pengeroyokan pada usia 13 tahun yang hampir saja merenggut nyawanya. Namun, kejadian demi kejadian yang menimpanya rupanya menempa ia menjadi sosok yang lebih tangguh. Secara fisik dan mental, ia mampu untuk menjawab segala tantangan dalam kerasnya kehidupan.

Berawal dari pertarungan di jalanan, kini tarung derajat telah resmi diakui sebagai olahraga nasional. Sejak tahun 1997, tarung derajat telah resmi menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dengan kepengurusan bernama PB. KODRAT (Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat).

Tarung derajat pun memiliki tempat di ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) dan digunakan sebagai latihan bela diri oleh TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri. Nama Aa Boxer pun kini dikenal dengan gelar Sang Guru Tarung Derajat.

Tak hanya sebagai seni bela diri, tarung derajat juga memiliki definisi sebagai ilmu, tindakan moral, dan sikap hidup yang memanfaatkan daya gerak otot, otak dan nurani secara realistis dan rasional. Hal ini dilakukan dengan menerapkan lima daya gerak, yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan.

Pasola, Tradisi Tarung Kuda Masyarakat Sumba

Teknik dan aturan tarung derajat

Tarung derajat merupakan bela diri yang keras dan menerapkan full body contact tanpa menggunakan pelindung. Namun, hal tersebut juga sesuai dengan filosofinya yaitu membentuk manusia seutuhnya sesuai dengan hakikatnya. Tujuan tarung derajat sendiri ialah memanusiakan manusia dengan teknik olah tubuh, olah pikiran, dan olah nurani.

Aa Boxer mengatakan bahwa seni bela diri itu memang harus mengutamakan keselamatan. Namun baginya, keselamatan itu adalah menggunakan pukulan, tendangan, dan daya tahan menahan pukulan dan tendangan tersebut. Penggunaan pelindung tubuh malah akan mengurangi nilai teknik dan berpotensi membuat atlet malas menggunakan teknik-teknik dalam bertarung tersebut.

Soal poin dan aturan main dalam tarung derajat, tendangan ke wajah akan mendapatkan tiga poin, sedangkan tangan ke wajah dua poin. Hal yang tidak diperbolehkan adalah clenching atau menangkap serangan ke bawah, menggunakan sikut, lutut, atau memeluk.

Adapun sistem skoring dalam tarung derajat seperti berikut ini:

Skor 1: serangan menggunakan tangan ke arah badan.

Skor 2: serangan menggunakan kaki ke arah badan dan serangan menggunakan tangan diarahkan ke wajah atau kepala.

Skor 3: serangan menggunakan kaki ke arah wajah atau kepala dan serangan menggunakan tangan hingga lawan roboh.

Skor 4: serangan menggunakan kaki hingga lawan roboh.

Tarung derajat menekankan agresivitas serangan dalam memukul dan menendang. Namun, tak terbatas pada teknik tersebut saja, karena bisa juga menggunakan teknik bantingan, kuncian, dan sapuan kaki.

Pada bela diri ini, terdiri dari dua tingkatan yaitu Kurata dan Dzat. Kurata sendiri memiliki tujuh tingkatan dan diidentifikasi dengan penggunaan sabuk putih, hijau, biru, dan merah. Sedangkan tingkat Dzat mulai dari satu sampai tak terhingga dan menggunakan sabuk hitam.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini