Sejajar dengan Changi, Bandara Soetta Raih Predikat Bandara Teraman di Asia Tenggara 2021

Sejajar dengan Changi, Bandara Soetta Raih Predikat Bandara Teraman di Asia Tenggara 2021
info gambar utama

Baru-baru ini, lembaga global Safe Travel Barometer menobatkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) sebagai bandara paling aman di Asia Tenggara pada 2021. Makna aman di sini diperuntukan bagi penumpang pesawat dalam melakukan perjalanan di tengah pandemi Covid-19.

Dari penilaian yang dilakukan pada Mei 2021, bandara yang berlokasi di Tangerang, Banten ini mendapat skor 4,3 dari 5. Skor tersebut naik 0,21 dari 2020 yang memiliki skor 4,09.

Adapun skor tersebut didapatkan dari audit independen pada 34 inisiatif yang mencakup protokol kesehatan Covid-19 seperti penurunan bagasi minim kontak, kios check-in minim kontak, penggunaan masker, penyediaan fasilitas tes Covid-19, dan kewajiban memakai masker bagi karyawan. Kemudian, kenyamanan wisatawan serta keunggulan layanan di sisi udara (airside) dan sisi darat (landside) juga diukur.

Dengan skor tersebut, Bandara Soetta juga berada di peringkat kedua di kawasan Asia Pasifik, sesudah Bandara Internasional Beijing (China) yang memiliki skor 4,4. Secara global, Bandara Soekarno-Hatta berada di peringkat ke-14.

Peringkatan keamanan bandara di Asia Tenggara | GoodStats
info gambar

Di kawasan Asia Tenggara, Bandara Internasional Changi juga mendapatkan skor 4,3. Maka dari itu, posisi Bandara Soetta sejajar dengan Bandara Changi.

Kemudian, posisi 3 diisi Bandara Internasional Kuala Lumpur dengan skor 3,9, sekaligus Bandara Suvarnabhumi dan Bandara Cebu-Mactan dengan skor yang sama, yaitu 3,9.

Mengutip dari Antara, Safe Travel Barometer mengatakan bahwa bandara perlu memberikan pengalaman yang ‘mulus’ di tengah pandemi ini, bersama dengan aspek keselamatan dan adanya kepastian kelancaran alur penumpang untuk menghindari kerumunan, serta tetap fokus pada aspek keamanan.

"Hasil yang diraih ini sangat positif, karena sebelumnya pada 2020 skor Bandara Soekarno-Hatta sempat ada di level 4.09 dan di bawah Changi," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin melalui siaran pers, Selasa (31/8/2021) yang lalu.

Inilah 5 Bandara Terbaik di Asia Tenggara 2021, 2 dari Indonesia

Inovasi di tengah pandemi

Awaluddin mengatakan keberhasilan Bandara Soetta menjadi bandara teraman didorong berbagai inovasi, kolaborasi, dan komitmen serta keinginan kuat seluruh stakeholder dalam menjaga sektor penerbangan untuk selalu berkontribusi mendukung penanganan Covid-19.

"Sebagai pengelola bandara, AP II berterima kasih atas kerja keras seluruh stakeholder Bandara Soekarno-Hatta dan dukungan kuat dari pemerintah,” kata Muhammad Awaluddin pada Kamis (02/9/2021), seperti dikutip dari Antara.

Inovasi yang dilakukan Bandara Soetta untuk memperkuat protokol kesehatan di tengah pandemi adalah melalui Biosecurity Management, yaitu sebagai berikut.

  • Jaga jarak.Physical distancing diterapkan di seluruh area bandara seperti titik security checkpoint, check-in counter, boarding lounge, elevator, dan toilet.
  • Pemeriksaan kesehatan (health screening). Setiap orang yang masuk ke gedung terminal harus melalui pemeriksaan suhu tubuh dengan thermal scanner dan smart helmet yang digunakan personel aviation security. Pemeriksaan suhu tubuh juga dilakukan di area kedatangan internasional. Lalu, pemeriksaan hasil tes COVID-19 juga dilakukan di area keberangkatan domestik melalui validasi barcode aplikasi PeduliLindungi.
  • Layanan/fasilitas tanpa sentuh (passenger touchless processing). Misalnya validasi paperless untuk dokumen kesehatan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, self check-in menggunakan mesin atau aplikasi Travelin, penggunaan mesin full body scanner di security check point untuk pemeriksaan calon penumpang, layanan pelanggan yang menggunakan video (video customer assistant/VICA), hingga penyesuaian tombol lift
  • Facility cleanliness. Aspek kebersihan seluruh area bandara tetap menjadi perhatian penuh. Kemudian, ditambah dengan disinfeksi rutin terhadap seluruh fasilitas bagi penumpang seperti kursi, troli, lift, meja, toilet, dan sebagainya. Handrail travelator dan eskalator, serta conveyor belt di baggage claim area juga menggunakan UV sterilizer.
  • People protection. Setiap orang di bandara diwajibkan menggunakan masker. Selain itu, personel bandara pun menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan tugas masing-masing.

Dengan inovasi-inovasi tersebut, Angkasa Pura II berharap Bandara Soekarno-Hatta dapat mendukung sektor penerbangan terhadap kontribusi dalam penanganan Covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional.

Indonesia Akan Punya 6 Bandara Baru di 2022, di Mana Lokasinya?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Lydia Fransisca lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Lydia Fransisca.

LF
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini