Desainer Anne Avantie Bawa Batik dan Kebaya jadi Haute Fashion Dunia

Desainer Anne Avantie Bawa Batik dan Kebaya jadi Haute Fashion Dunia
info gambar utama

Penulis: Nur Annisa Kusumawardani

Gabung ke Telegram Kawan GNFI, follow Instagram @kawangnfi dan Twitter @kawangnfi untuk dapat update terbaru seputar Kawan GNFI.

Siapa tak kenal Anne Avantie? Ia adalah seorang perancang busana asal Indonesia yang telah membawa batik dan kebaya menjadi haute fashion kelas dunia. Hasil Karyanya telah dipakai oleh berbagai artis, selebriti, model, hingga tokoh masyarakat nasional dan internasional.

Baru-baru ini, Avantie juga menjadi role model pertama Indonesia sebagai profil Barbie dari PT Mattel. Dalam acara Campaign Barbie Shero, ia menjadi salah satu bagian dari Barbie One Of A Kind (OOAK) yang artinya hanya terdapat satu di dunia. Ini menjadi salah satu kesempatan bagi Avantie untuk makin menginspirasi wanita Indonesia dan dunia untuk berani meraih mimpi-mimpi mereka.

Mengenal Ragam Kain Tenun Khas Nusantara

Jatuh bangun perjalanan Anne Avantie

Barbie Anne Avantie | Foto: Suara.com
info gambar

Lahir pada 20 Mei 1953, Anne Avantie atau Sianner Avantie dikenal sebagai perancang busana sekaligus pelopor kebaya kontemporer asal Indonesia. Ia merupakan anak ke-22 dari 24 bersaudara yang lahir dari keluarga Tionghoa Indonesia.

Melalui dedikasi dan minat Avantie yang tinggi pada dunia fesyen, ia telah memproduksi berbagai kebaya yang dipakai di acara internasional. Umumnya dipakai oleh para model dan selebritis Indonesia dan dunia.

Avantie adalah seorang pekerja keras yang tanpa lelah mengejar mimpinya. Meskipun belum pernah berkesempatan untuk menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA, ia tak menyerah dengan keadaannya. Keberhasilannya dalam meraih mimpi di bidang fesyen lahir dari talenta, kerja keras, dan usahanya dalam mendesain dan menjahit secara otodidak.

Dilansir dari Kumparan, Anne Avantie telah menunjukkan ketertarikan tinggi dalam dunia mode di umurnya yang masih belia. Sejak duduk di sekolah dasar, sosok yang juga dipanggil Anne ini telah tertarik pada mode dan pintar membuat kreasi hiasan pita rambut.

Tak hanya itu, ia juga telah menumbuhkan bakat menjahit sejak usia muda. Hal tersebut membuat Avantie dipercaya untuk membuat kostum panggung untuk grup vokal, tari sekolah, dan berbagai acara hiburan remaja lainnya di Solo, Jawa Tengah.

Perkembangan Motif Batik Sebagai Identitas Nasional yang Telah Mengglobal

Pada tahun 1989, Avantie memulai karier sebagai perancang busana dari sebuah rumah kontrakan dengan modal 2 mesin jahit. Tempat usaha pertamanya itu diberi nama "Griya Busana Permatasari".

Usaha Avantie tak selalu berjalan mulus. Ia pernah mendapat hinaan karena merancang gaun malam. Kondisi finansial Avantie juga sempat terpuruk. Puncaknya ketika terjadi peristiwa 98 di mana terjadi diskriminasi terhadap etnis Tionghoa yang menjadikan tempat usahanya menjadi sasaran oknum tak dikenal.

Tak menyerah, Avantie tetap berusaha melanjutkan usahanya dengan mulai memproduksi pakaian kebaya. Tak ia sangka, langkah inilah yang membawa nama usahanya kian meroket dan kebanjiran pesanan.

Bisnis Avantie pun kian berkembang, kebaya buatannya kian dicintai masyarakat karena keindahan dan keunikannya. Di tahun 2010, ia telah memiliki dua butik di Mall Kelapa Gading dan Roémah Pengantén, Grand Indonesia.

Maestro batik dan kebaya

Kian berjalannya waktu, usaha Avantie makin dikenal oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Kini, Avantie telah merancang gaun untuk tokoh penting di Indonesia, mulai dari selebriti hingga politisi.

Karyanya juga diakui secara internasional. Agnez Mo adalah salah satu dari sekian banyak selebriti Indonesia yang menyukai gaun Avantie. Kawan dapat menemukan desain cantik Anne Avantie yang dipakai oleh Agnez Mo di tiga video musiknya, yaitu Paralyzed, Coke Bottle, dan Long As I Get Paid.

Zozibini Tunzi, Miss Universe 2019 | FotoWikimedia
info gambar

Zozibini Tunzi, Miss Universe 2019, juga mengenakan salah satu gaun terbaik karya Avantie ketika hadir dalam grand final Putri Indonesia 2020.

Susi Pudjiastuti Menggenakan Kebaya Annie Avantie | Susi Air
info gambar

Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia, juga penggemar gaun Anne Avantie. Ia sering memakai gaun karya Avantie untuk acara-acara penting, misalnya ketika menerima tanda kehormatan dari Presiden Indonesia pada November 2020 lalu.

Kolaborasi Maskapai Garuda Indonesia dan Annie Avantie | Foto: Garuda Indonesia/Instagram
info gambar

Maskapai Garuda Indonesia juga melakukan kerjasama khusus dengan Anne Avantie dalam acara Kebaya Pertiwi Special Flight. Melalui The Indonesis Saga, Anne Avantie menjelaskan bahwa siluet kebaya Kartini berkerah merupakan representasi emansipasi wanita Indonesia.

Selain itu, motif ceplok sekar wangi dengan warna lembut menjadi simbol kelembutan dan keanggunan pramugari dalam memberikan pelayanan kepada seluruh penumpang Garuda Indonesia.

Berhenti produksi kebaya dan batik ketika pandemi dalam puncak tertinggi

Anne Avantie ialah sosok luar biasa yang patut menjadi panutan bagi siapa saja. Tak hanya mengangkat nama kebaya dan batik Indonesia di mata dunia, ia juga merupakan sosok dermawan yang memiliki kepedulian besar pada dunia emansipasi wanita dan pemberdayaan masyarakat perintis Usaha Kecil Menengah (UKM).

Dalam masa pandemi, Avantie menunjukkan kepeduliannya kepada para petugas kesehatan dengan memberhentikan produksi gaun untuk sementara. Ia menginstruksikan stafnya untuk membuat pakaian medis dan menyumbangkannya untuk mendukung perjuangan para pahlawan kesehatan tersebut.

Selain itu, Avantie juga mendirikan Avantie Foundation sebagai dukungan moral dan finansial bagi orang-orang rentan dari berbagai latar belakang. Bersama lembaga rintisannya, ia memberikan sumbangan bagi masyarakat yang membutuhkan dan membangun panti jompo bagi pasien hidrosefalus di kampung halamannya, Semarang.

Kain Songket Pandai Sikek, Jenis Tenun Klasik dan Mewah dari Minangkabau

Selain dikenal sebagai desainer kondang Indonesia, Avantie juga sangat antusias dengan berbagai kegiatan sosial yang dilakukannya. Ia membangun rumah singgah bernama Wisma kasih Bunda pada tahun 2002 yang merupakan kolaborasi dengan Rumah Sakit St. Elizabeth, Semarang.

Ia juga merupakan penulis buku rohani Katolik dan aktivis sosial. Anne mendirikan sebuah toko bernama “Pendopo” yang menjual berbagai produk seni dalam negeri untuk membantu para pelaku usaha kecil menengah. Tak jarang Anne sering juga mengadakan workshop keterampilan fashion dan kewirausahaan untuk membagikan ilmunya kepada para pelajar, penjahit, hingga ibu rumah tangga.

Karena kesuksesannya sebagai desainer dan sering menjadi berbagai narasumber di berbagai acara, pada tahun 2004, 2005, dan 2008 ia diberikan penghargaan “Kartini Award” oleh Ny. Ani Bambang Yudhoyono atas kontribusinya untuk usaha kecil.*

Referensi: The Indonesia Saga | Kumparan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini