Perempuan Indonesia di Tim Jawara Kompetisi Rencana Bisnis dan Pemasaran Internasional

Perempuan Indonesia di Tim Jawara Kompetisi Rencana Bisnis dan Pemasaran Internasional
info gambar utama

Semester baru di musim gugur kali ini tampaknya menjadi waktu yang istimewa bagi Joanna Gladika Hartono, mahasiswi S2 di International Master of Business Administration, National Tsing Hua University (NTHU), Hsinchu, Taiwan. Bersama pembimbing dan tiga orang mahasiswi lain yang tergabung dalam tim bernama IOBOTICS, Joanna berhasil menjuarai lomba bertajuk Business Plan and Marketing Competitions to Promote Products from Taiwan and Diplomatic Allies. Tim IOBOTICS membawa pulang hadiah utama sebesar NT$ 120.000 dari kompetisi yang diadakan oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dan Ministry of Foreign Affairs (MOFA).

Kompetisi ini baru pertama kali diadakan tahun ini. Tujuannya adalah menggali dan menjaring gagasan kreatif dari para peserta untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk unggulan dari Taiwan dan/atau negara-negara sekutu. Tentunya hal tersebut demi meningkatkan exposure, visibility, serta aktivitas jual-beli produk-produk berkualitas made in Taiwan dengan negara-negara sekutu. Selain untuk keperluan dagang, hal tersebut juga diharapkan bisa menjadi peluang untuk mempererat hubungan bilateral antarnegara. Total peserta yang mengikuti kompetisi ini adalah sekitar 120 tim yang dipisahkan oleh dua kategori, diantaranya non-student group (perusahaan/rintisan) dan student group (termasuk mahasiswa-mahasiswi dari berbagai negara yang tengah menempuh studi di Taiwan dan diplomatic allies). Masing-masing peserta dapat memilih jenis kompetisi yang ingin diikuti, Marketing Proposal atau Business Proposal. Tim IOBOTICS mewakili NTHU bertarung di jenis Business Proposal pada kategori student group.

Joanna Gladika di Final Kompetisi
info gambar

Kompetisi yang berlangsung dari 6 hingga 24 Agustus 2021 ini berhasil menyisakan sembilan tim untuk jenis Business Proposal. Di Final Selection, para finalis menjalani sesi presentasi dan Q&A session dengan para juri yang terdiri dari praktisi industri, instansi pemerintah, akademisi, para duta besar berbagai negara di Taiwan, importir/eksportir, venture capital, dan beberapa manajer perusahaan ternama di Taiwan. Hal-hal yang menjadi penilaian dari para juri adalah dari segi inovasi dengan bobot penilaian terbesar, lalu diikuti dengan struktur proposal, serta faktor kemungkinan untuk diterapkan.

IOBOTICS sendiri adalah sebuah model perusahaan rintisan yang bergerak di bidang pendidikan. Inovasi ini bertujuan untuk menerapkan kemajuan pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Taiwan kepada dua sekutu diplomatik Taiwan, yaitu Eswatini dan Honduras. Visi IOBOTICS adalah membantu kedua negara menumbuhkan generasi baru pekerja yang memiliki keterampilan, mampu berpikir outside the box, dan menciptakan inovasi untuk mengembangkan bisnis serta industri baru, demi menjawab tantangan global.

"Dari sudut pandang tim kami, IOBOTICS layak juara karena inovasi ini dibuat dengan sangat kreatif, memiliki dampak besar bagi Taiwan maupun negara-negara sekutu. Selain itu, kami juga menjalin kerjasama dengan salah satu institusi pendidikan di Taiwan dan dua perusahaan lokal Taiwan. Hal-hal itulah yang membuat IOBOTICS memiliki tingkat feasibility (kemungkinan untuk diterapkan) lebih tinggi," ujar Joanna kepada penulis.

The moment of truth saat tim IOBOTICS yang terdiri dari Joanna Gladika (Indonesia), Stephani Medina (Mexico), Karol Rodriguez (Honduras), Luyandza Dlamini (Eswatini), bersama pembimbing mereka Prof. Yu-Wei Hsu (Taiwan) menerima gelar juaranya. | Sumber: Tim IOBOTICS
info gambar

Saat ditanya tentang jenis platform yang digunakan oleh tim IOBOTICS dalam pengembangan inovasinya, Joanna menerangkan bahwa hal tersebut masih confidential karena akan terus dikembangkan hingga tahapan-tahapan lebih lanjut. Sedangkan untuk harapan tim IOBOTICS ke depan, mereka ingin mewujudkan sebuah perusahaan rintisan teknologi yang bernama IOBOTICS. Bahkan, pada saat ceremony pasca pengumuman pemenang, yang dihadiri oleh kedutaan dari negara-negara diplomatic allies Taiwan, tim IOBOTICS sempat berdiskusi dengan pihak Kedutaan Honduras dan Eswatini. Menurut mereka, produk inovasi IOBOTICS disambut baik oleh dua negara tersebut dan akan dilakukan pertemuan lebih lanjut untuk membahas kerjasama dan penerapan teknologinya.

Lewat IOBOTICS, Joanna telah membuktikan bahwa Indonesia juga turut berperan dalam memperjuangkan kesetaraan pendidikan bagi bangsa lain. Tak hanya bergelut dengan studinya, mahasiswa Indonesia di Taiwan juga berhasil mengharumkan nama Indonesia lewat prestasi membanggakan di bidang inovasi bisnis dan sistem pendidikan.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RH
AH
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini