Kuliner Nikmat Khas Bangka Belitung dalam Warisan Budaya Nasional

Kuliner Nikmat Khas Bangka Belitung dalam Warisan Budaya Nasional
info gambar utama

Kepulauan Bangka Belitung selama ini memang dikenal dengan destinasi wisatanya. Keindahan alam di kepulauan tersebut memang tak bisa diragukan lagi karena sudah terkenal sampai ke mancanegara dan menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Indonesia.

Lokasi Bangka Belitung berada di bagian timur Pulau Sumatra dan berdekatan dengan Provinsi Sumatra Selatan. Kepualauan tersebut terbagi menjadi dua pulau utama yaitu Bangka dan Belitung, serta terdapat lebih dari 400 pulau-pulau kecil dan kebanyakan di antaranya tidak berpenghuni.

Bangka Belitung juga dikenal sebagai daerah penghasil timah, memiliki puluhan pantai yang indah, dan pastinya kuliner tradisional yang menggugah selera.

Di antara banyaknya kuliner khas Bangka Belitung, ada beberapa nama yang masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda tahun 2021. Nama-nama makanan berikut ini bisa jadi referensi Anda saat berwisata kuliner di Bangka Belitung.

Penganan pelite

Makanan pertama bernama penganan pelite, yaitu kue yang terbuat dari campuran tepung beras, garam, gula, dan santan. Semua bahan dicampur jadi satu dan ditaruh di wadah berbentuk mangkuk dari daun pandan, kemudian dikukus sampai matang. Kurang lebih teksturnya mirip dengan bubur sumsum tapi sedikit lebih padat.Paling nikmat menyantap kue pelite hangat-hangat. Rasanya perpaduan antara manis, gurih, dan beraroma pandan.

Konon, kue ini merupakan salah satu kudapan favorit presiden pertama Indonesia, Soekarno, saat diasingkan ke kota Muntok, Bangka, tahun 1949. Bung Karno biasa menyantap penganan pelite di sore hari sambil minum teh atau kopi.

Untuk mencoba kue ini, sebenarnya mudah ditemukan di pasar tradisional. Salah satu penjual penganan pelite adalah Kedai Ibu Siah yang sudah eksis sejak tahun 1993.

Mengenali Perbedaan Nasi Kuning dari Berbagai Daerah di Indonesia

Mi Belitong

 Mi Belitong | @Dionesia Shutterstock
info gambar

Hidangan mi Belitong memang menjadi salah satu kuliner paling terkenal di Bangka Belitung. Banyak wisatawan mencari-cari makanan ini saat berlibur ke pulau tersebut karena rasa mi tersebut sudah tersohor hingga ke daerah lain.

Apa keunikan dari mi rebus khas Belitung ini? Pada dasarnya mi Belitong adalah sajian mi dengan dengan kuah kaldu udang, potongan kentang rebus, irisan mentimun, udang, dan diberi taburan kerupuk emping. Salah satu ciri khas makanan ini adalah memiliki kuah yang kental dan bumbunya sedap karena kaldu udang dimasak dengan rempah-rempah.

Cukup mudah menemukan makanan ini di Pulau Belitung. Namun, ada satu tempat makan yang terkenal yaitu Mi Atep di Jalan Sriwijaya, Tanjungpandan. Kuah kaldu di Mi Atep cenderung manis dan gurih karena dimasak dengan menggunakan gula aren. Paling nikmat mengonsumsi mi ini saat masih panas dan ditambahkan sambal.

Nikmatnya Mi Caluk dan Aneka Hidangan Tradisional Khas Aceh

Gangan darat

Gangan merupakan hidangan sup berkuah kuning yang umumnya menggunakan bahan utama berupa ikan seperti katarap, kuwe, atau kakap merah. Gangan juga biasanya ditambahkan nanas untuk menambah rasa asam dan membuat kuahnya menjadi lebih segar meski tanpa ditambahkan asam dalam bumbunya. Untuk kuahnya, dibumbui dengan kunyit, kemiri, dan cabai.

Kemudian, ada juga versi lain yang disebut gangan darat. Bedanya dengan gangan biasa adalah bahan utamanya ikan diganti dengan hewan darat seperti daging sapi atau ayam yang dipotong kotak-kotak. Biasanya gangan darat juga tidak menggunakan nanas, tetapi ubi-ubian. Bahkan, ada juga gangan yang ditambahkan dengan pucuk daun nangka. Menu gangan darat nikmati disantap dengan nasi hangat.

Mencicipi Rujak Teplak dan Soto Tauco Khas Tegal

Penyurong

Penyurong | Disbudpar Kab Belitung Timur
info gambar

Terakhir ada penyurong yang bahan utamanya adalah singkong. Untuk membuat kue ini, singkong perlu dihaluskan kemudian dibumbui dengan garam dan diaduk hingga tercampur rata. Setelah itu, adonan digulung pada ranting yang dibentuk serupa tusuk sate lalu dipanggang menggunakan kayu bakar hingga matang. Proses memasaknya ini membuat penyurong memiliki aroma yang khas.

Selain singkong, sebenarnya ada juga penyurong yang dibuat dari bahan gaplek yang masih basah. Biasanya penyurong dinikmati sebagai pengganti nasi dan bisa disantap dengan ikan asin. Namun, kini penyurong juga sering dinikmati dengan diberi olesan selai nanas, keju, atau cokelat.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini