Simak 5 Tips Hangout Bergaya Piknik

Simak 5 Tips Hangout Bergaya Piknik
info gambar utama

Kalau mendengar kata piknik, apa yang ada di bayangan Kawan? Menggelar alas duduk di rumput hijau yang terhampar luas, teriknya matahari dan langit biru yang cerah, hembusan angin yang sejuk, makanan yang dibawa dengan keranjang rotan, dan suasana yang hangat bersama orang-orang tersayang. Kawan, pengen juga gak sih memiliki quality time dengan gaya piknik?

Semenjak pandemi, orang-orang mulai menerapkan beberapa protokol kesehatan. Di antaranya, menjaga jarak dan menghindari berdiam lama secara kerumunan di dalam ruangan yang tertutup atau minim ventilasi. Hal ini membuat banyak kebiasaan baru yang terbentuk semenjak pandemi. Nah, salah satunya gaya baru untuk hangout.

Gak kalah seru dengan nongkrong di coffee shop, baru-baru ini tren hangout dengan gaya piknik mulai banyak dilakukan, salah satu alasannya karena piknik dilakukan secara outdoor di alam terbuka sehingga dapat menjamin terlaksananya social distancing dan tidak perlu khawatir atas sirkulasi udara.

Untuk Kawan yang juga ingin melakukan hangout dengan gaya piknik, simak tips berikut ini ya!

Survei lokasi: Protokol kesehatan? Check!

Perhatikan tempat untuk mengadakan piknik. Protokol kesehatan tetap yang utama. | Sumber: Caitlin Delohery/Unsplash
info gambar

Di masa pandemi ini wajib banget lo Kawan untuk memperhatikan tempat yang akan kita tuju. Untuk melakukan piknik di alam yang terbuka, Kawan dapat memanfaatkan taman di sekitar perumahan atau taman kota yang memiliki lahan luas dan teduh. Tidak lupa, perhatikan apakah ada tempat untuk berteduh, fasilitas toilet dan tempat ibadah.

Kini juga sudah cukup banyak tempat makan yang menerapkan konsep piknik. Kawan dapat berselancar di internet untuk menemukan lokasi yang paling dekat dengan tempat tinggal Kawan. Pastikan tempat makannya menerapkan protokol kesehatan dengan baik ya.

Gak harus jauh-jauh, Kawan juga dapat memanfaatkan pekarangan rumah sendiri lo! Atau bisa memanfaatkan halaman rumah milik teman atau keluarga yang cukup luas untuk menggelar alas duduk.

Siapkan makanan dan minuman

Bawalah makanan yang mudah dikemas dan disiapkan saat piknik agar tidak merepotkan. | Sumber: Deval Parikh/Unsplash
info gambar

Namanya piknik, kurang afdal ya kalau gak ada makanan dan minumannya. Untuk menyiapkan makanan dan minuman, pilihlah hidangan yang sederhana untuk dikemas. Misalnya, bukan makanan berkuah yang berpotensi tumpah, atau makanan yang cepat basi.

Kawan juga bisa membawa boks pendingin untuk mempertahankan kesegaran minuman jika ingin. Dalam menyiapkan makanan dan minuman, Kawan dapat berbagi tugas lo dengan teman-teman atau keluarga. Lebih asik lagi apabila makanannya hasil masakan sendiri.

Peralatan dan dekorasi untuk piknik

Jangan lupa siapkan alas duduk. Kamu juga dapat menambah dekorasi sederhana sebagai pemanis saat mengabadikan momen melalui foto. | Sumber: Letícia Pelissari/Unsplash
info gambar

Setelah survei dan menentukan lokasi, jangan lupa untuk melihat bagaimana kondisi di lingkungan sekitar sana. Apabila memungkinkan untuk lesehan, Kawan dapat menyiapkan alas duduk berupa karpet atau tikar anyaman. Perhatikan juga cuacanya, akan merepotkan apabila sedang musim hujan dan rerumputannya sedang basah.

Selain itu, Kawan bersama teman-teman atau keluarga dapat membawa dekorasi secukupnya. Misalnya, membawa tenda kecil sebagai properti tambahan untuk berfoto-foto. Lumayan bukan untuk stok foto di Instagram?

Siapkan pilihan kegiatan yang seru

Ilustrasi bermain kartu. Permainan kartu atau mendengarkan musik favorit juga dapat menjadi pilihan kegiatan saat mengadakan piknik. | Sumber: Inês Ferreira/Unsplash
info gambar

Selain bercengkrama dan makan bersama dengan teman-teman atau keluarga, siapkan juga kegiatan-kegiatan ringan yang dapat dilakukan bersama. Seperti, menyiapkan permainan kartu yang dapat dimainkan banyak orang dan minim aktivitas fisik. Kawan juga dapat menyiapkan playlist lagu-lagu dengan vibes yang happy untuk membangun suasana.

Senangkan hati, senangkan bumi

Ilustrasi alat makan yang dapat dibawa saat piknik untuk mengurangi sampah. | Sumber: Priscilla Du Preez/Unsplash
info gambar

Hmm, siapa nih yang suka memakai kemasan sekali pakai? Meski memang lebih mudah karena dapat langsung dibuang, sayangnya cara ini gak ramah untuk lingkungan.

Melansir dari Eco-age yang dikutip dari Sampah Laut ID, piknik berpotensi besar menghasilkan limbah plastik dan makanan. Sebab saat makan di luar ruang, umumnya orang akan membungkus makanan dan alat makan menggunakan plastik.

Dirangkum dari Sampah Laut ID, ada beberapa tips agar piknik Kawan tetap ramah lingkungan. Gunakanlah tas jinjing atau keranjang piknik, sebisa mungkin hindari menggunakan kantong plastik.. Selain itu, membawa dengan tas jinjing atau keranjang piknik terkesan lebih rapi lo. Keranjang piknik juga dapat menjadi properti tambahan saat berfoto.

Bukan hanya itu, saat mengemas bekal makanan dan minuman, usahakan dengan bahan yang mudah didaur ulang. Apabila memungkinkan untuk memasak sendiri, hal ini dapat meminimalisir sampah lo, sebab makanan yang dimasak sendiri dapat dibawa langsung dengan wadah makanan. Begitu juga dengan minuman, Kawan dapat meracik sendiri dan membawanya menggunakan tumbler kesayangan.

Pakai tas ramah lingkungan sudah, dikemas dalam kotak makan dan tumbler sudah, hmm bagaimana dengan cara makannya? Daripada membawa gelas plastik dan piring yang sekali pakai, lebih baik manfaatkan tumbler kesayangan masing-masing sebagai wadah minum.

Sebisa mungkin juga manfaatkanlah wadah makanan yang dibawa untuk digunakan sebagai alas makan. Jangan malas mencuci sendiri ya Kawan! Lebih baik mencuci sendiri daripada meninggalkan lebih banyak sampah pada akhirnya.

Terakhir, sebisa mungkin hindari menyisakan makanan. Kawan dapat menyesuaikan porsi makanan dan minuman yang akan dibawa dengan jumlah orang yang akan mengikuti piknik.

Bagaimana? Sudah siap merencanakan kegiatan piknik bersama yang tersayang?

Referensi: Face to Feet | Sampah Laut ID | Koropak

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini