Serba-serbi WSBK Finale 2021 di Sirkuit Mandalika

Serba-serbi WSBK Finale 2021 di Sirkuit Mandalika
info gambar utama

Bulan November kemarin, kejuaran internasional balap motor baru saja digelar di Sirkuit Internasional Mandalika. Sirkuit yang terletak di Lombok ini telah berhasil menjadi penutup dari kejuaraan World Superbike 2021 yang diikuti pembalap dari berbagai negara. 

WSBK sendiri adalah salah satu kejuaraan internasional balap motor paling bergengsi di dunia, satu kelas dibawah MotoGP. Sebagai masyarakat Indonesia, kita patut berbangga bisa menjadi tuan rumah gelaran kejuaraan internasional balap motor ini.

Namun disamping itu, terdapat beberapa fakta menarik dari gelaran WSBK Finale yang dihelat pada 19-21 November kemarin. Apa saja itu?

Langsung Menjadi Tuan Rumah WSBK 2021 Setelah 1 Minggu Diresmikan

Sirkuit Internasional Mandalika diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 November 2021. Sedangkan kejuaraan internasional WSBK dilaksanakan pada 19-21 November, tepat satu minggu setelah sirkuit ini diresmikan oleh Pak Jokowi. Pak Jokowi yang juga memiliki hobi motor, sempat menjajal sirkuit ini saat peresmian.

Pembangunan Sirkuit Internasional Mandalika sendiri mulai dibangun pada akhir tahun 2019. Pembangunan sirkuit ini memang bertujuan agar Indonesia mampu menjadi tuan rumah bagi berbagai ajang balap internasional. 

Menjadi Venue Penutup dan Penentu Juara Dunia

Gelaran WSBK di Mandalika kemarin adalah seri penutup dari kejuaraan WSBK di tahun 2021. Selain menjadi venue penutup, WSBK Mandalika juga menjadi ajang penentuan juara dunia WSBK 2021 antara Toprak Razgatlıoğlu, dan Jonathan Rea. Akhirnya pembalap asal Turki, Toprak Razgatlıoğlu mampu menjadi juara dunia dan memutus dominasi Jonathan Rea yang telah menjuarai WSBK 6 tahun berturut-turut sejak 2015.

Jonathan Rea Menyapu Bersih Podium Pertama di Mandalika

Jonathan Rea│LeafWriter/Pixabay
info gambar

Jonathan Rea, yang sebelumnya mendominasi kejuaraan WSBK selama 6 tahun berturut-turut berhasil menyapu bersih dua balapan di Mandalika. Jonathan Rea mampu finish di urutan pertama pada kedua balapan. Meski begitu, Rea tidak mampu menyalip Toprak untuk menjadi juara dunia karena akumulasi poin yang terlampau jauh.

Sempat Tertunda Karena Cuaca Buruk

Pada gelaran WSBK di Mandalika kemarin, beberapa pembalap sempat mengeluhkan cuaca panas di Mandalika. Wajar saja, para pembalap yang mayoritas berasal dari Eropa dan Amerika ini belum terbiasa dengan iklim tropis Indonesia yang panas. Namun, cuaca yang panas berubah drastis saat balapan akan dimulai.

Race 1 yang seharusnya digelar pada Sabtu sore (21/11/2021) harus ditunda karena badai yang menerpa Mandalika. Race 1 pun akhirnya harus dilaksanakan di hari Minggu pagi (20/11/2021). Race 2 yang dijadwalkan pada Minggu sore pun juga sempat ditunda karena hujan lebat di Mandalika. Namun akhirnya Race 2 tetap bisa dilaksanakan pada Minggu sore setelah hujan reda dan hanya berjalan selama 12 putaran.

Momen Lucu Selama WSBK Mandalika

Pembalap Mandi Hujan│@worldsbk/Instagram
info gambar

Banyak sekali momen lucu selama gelaran WSBK di Mandalika kemarin. Beberapa diantaranya juga sempat viral di sosial media, seperti anak kecil yang bermain di genangan air hujan, Toprak Razgatlıoğlu memotong rumput, hingga aksi pembalap yang mandi hujan saat balapan ditunda.

Kedatangan pembalap internasional ini menarik antusiasme masyarakat lokal, seperti yang terjadi dengan dua pembalap Dani Valle dan Unai Orradre. Mereka berdua sempat berkeliling kampung menggunakan sepeda motor. Selama berkeliling, mereka sempat berfoto bersama ibu-ibu yang mereka temui selama berkeliling. Selain itu mereka berdua juga sempat membeli bensin eceran di pinggir jalan.

Itu dia beberapa hal menarik selama gelaran WSBK 2021 di Sirkuit Internasional Mandalika kemarin. Tentu adanya sirkuit Mandalika ini menjadi kebanggan bagi seluruh masyarakat Indonesia, akhirnya Indonesia bisa menjadi tuan rumah bagi ajang balapan internasional.

Referensi: Presiden RITimes IndonesiaOkezoneSuara

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini