Mengenal 6 Tingkatan Valuasi Startup, Ada Cockroach hingga Hectocorn

Mengenal 6 Tingkatan Valuasi Startup, Ada Cockroach hingga Hectocorn
info gambar utama

Beberapa tahun ke belakang, banyak startup yang bermunculan di Indonesia. Beberapa tahun ini banyak juga pemberitaan mengenai startup unicorn asal Indonesia, yang membuat istilah ini tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.

Namun, dibalik populernya startup unicorn di Indonesia, apa sih sebenarnya startup unicorn itu? Unicorn adalah sebutan bagi startup yang sudah mencapai suatu tingkat valuasi tertentu.

Di samping unicorn, masih ada lima tingkatan startup lain, yang masing-masing diantaranya menunjukkan nilai valuasi sebuah startup. Nah, di bawah ini kita akan membahas tentang enam tingkatan startup berdasarkan nilai valuasinya. 

Cockroach

Cockroach adalah tingkatan startup yang paling bawah. Seperti namanya, startup tingkatan cockroach memiliki sifat seperti seekor kecoa, yaitu memiliki sifat ulet karena baru memulai merintis bisnisnya.

Startup cockroach biasanya memiliki sifat yang ulet dalam menarik investor untuk meningkatkan valuasinya. Startup yang tergolong startup cockroach adalah startup yang nilai valuasinya masih kecil, kurang dari USD $10 Juta.

Ponies

Startup ponies adalah startup yang bisnisnya sudah mulai berkembang. Umumnya, pada tingkatan ini startup akan dihadapkan dengan persaingan yang semakin ketat dan panas.

Bagi startup ponies yang stabil dan mampu bersaing. Startup ini akan mulai banyak dilirik oleh investor untuk menanamkan modal. Startup yang tergolong sebagai ponies memiliki nilai valuasi antara USD $10 Juta hingga USD $100 Juta.

Centaur

Ilustrasi│Per Lööv/Unsplash
info gambar

Centaur adalah tingkatan startup yang telah memiliki nilai valuasi sebesar USD $100 Juta hingga USD $1 Miliar. Dengan nilai valuasi yang sudah cukup tinggi, banyak investor yang berani memberikan modal besar, dan kemungkinan si startup untuk berkembang lagi menjadi lebih besar.

Unicorn

Tidak banyak startup di dunia yang mencapai level unicorn. Maka dari itu, kabar tentang startup asal Indonesia yang mencapai tingkatan unicorn sangat membanggakan dan menyebar dengan cepat.

Startup unicorn memiliki valuasi lebih dari USD $1 Miliar atau setara dengan Rp.14 Triliun. Startup asal Indonesia yang telah mencapai level ini adalah Bukalapak, Traveloka, Ovo, Xendit dan Ajaib.

Decacorn

Di atas unicorn, masih ada juga decacorn yang memiliki nilai valuasi yang lebih tinggi. Startup decacorn adalah startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari USD $10 Miliar.

Saat ini, hanya ada dua startup asal Indonesia yang telah mencapai tingkatan decacorn. Startup pertama yang mencapai decacorn di Indonesia adalah GoTo, dan disusul oleh J&T Express yang juga menjadi decacorn pada Desember 2021.

Hectocorn

Tingkatan teratas dari startup adalah hectocron. Startup hectocorn adalah startup yang memiliki nilai valuasi diatas USD $100 Miliar. Saat ini, hanya ada dua startup hectocron di dunia, yaitu Bytedance asal Cina, dan SpaceX milik Elon Musk.

Referensi: DailySocialBigAlphaKatadata

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini