Desa Wisata Coal di NTT Terapkan Konsep Storynomic Village Tourism

Desa Wisata Coal di NTT Terapkan Konsep Storynomic Village Tourism
info gambar utama

Nama Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) tentu sudah tak asing lagi. Terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kini Labuan Bajo juga diproyeksikan untuk menjadi destinasi wisata premium berkelas dunia.

Gerbang menuju Taman Nasional Komodo ini memang menyimpan pesona alam yang begitu menarik perhatian, mulai dari deretan pulau dan pantai eksotis, pesona bawah laut menakjubkan, ditambah dengan keberadaan komodo sebagai hewan purba yang hanya bisa ditemukan di Indonesia.

Selain nama-nama pulau, pantai, dan bukit yang sudah tersohor seperti Pulau Rinca, Pulau Kanawa, Pantai Pink, dan Gili Laba, di Labuan Bajo juga ada sebuah kampung kecil yang tak kalah menarik. Namanya adalah Desa Coal yang terletak di timur Labuan Bajo.

Namanya mungkin masih asing sebab Desa Coal memang merupakan salah satu desa wisata baru atau desa wisata rintisan yang belum lama dikembangkan oleh masyarakat secara swadaya dan melibatkan anak-anak muda yang menciptakan ide kreatif dan inovatif. Ada hal menarik apa saja di Desa Coal?

Konsep Storynomic Village Tourism

Desa Coal dikembangkan dengan konsep Storynomic Village Tourism yang memiliki makna yaitu mengedepankan narasi, konten kreatif, living culture, serta kekuatan budaya. Desa Coal menawarkan berbagai atraksi dari alam, budaya, dan wisata buatan yang dinarasikan dengan cerita yang menarik.

Pengelola desa juga mengembangkan konten kreatif di media sosial sebagai media promosi kepada wisatawan. Konsep living culture diaplikasikan dalam aktivitas keseharian warga desa yang memang sudah biasa dilakukan sejak dulu dan ini bisa diikuti wisatawan. Kegiatannya dimulai dari pergi ke kebun, minum kopi pada pagi hari, saling bertukar cerita, dan tradisi penyambutan tamu.

Bukit Porong

Salah satu daya tarik di Desa Coal adalah Bukit Porong di Kecamatan Kuwus. Area ini memiliki spot foto dengan konsep kekinian yang tengah mengetren di kalangan anak muda. Dari bukit ini juga pengunjung bisa melihat pemandangan air terjun, sungai, dan perkampungan warga yang berhiaskan area perbukitan dan hamparan sawah.

Nama Bukit Porong diartinya sebagai bukit harapan. Kata porong dalam bahasa Indonesia artinya adalah harapan dan melihat, menonton, atau menyaksikan. Di bukit tersebut ada sebuah harapan yang disampaikan menggunakan bahasa adat yang diyakini dapat didengar oleh Tuhan dan leluhur.

Harapan tersebut ialah Porong Uwa Haeng Wulang Langkas Haeng Ntala yang artinya adalah permohonan doa untuk kehidupan di masa depan yang lebih baik. Di salah satu area Bukit Porong ada sebuah spot di mana pengunjung bisa menitipkan harapannya dengan kalimat berbahasa adat yang sudah disedakan.

Atas inisiasi anak-anak muda menjadikan Bukit Porong sebagai objek wisata mampu mengubah pemahaman masyarakat untuk mengambil bagian dalam mengembangkan potensi yang ada di sekitar desanya. Setelah Desa Coal ditetapkan sebagai desa wisata di Manggarai Barat pada 30 April 2021 lalu, masyarakat mulai mengembangkan berbagai potensi dan atraksi, termasuk wisata alam, budaya, dan wisata buatan dengan kearifan lokal.

Selain mengunjungi Bukit Porong, wisatawan juga bisa dapat trekking ke beberapa air terjun yang lokasinya tak jauh dari bukit, antara lain Air Terjun Cunca Sekas, Cunca Durang, dan Cunca Wae Lowang.

Mencicipi kuliner lokal dan kopi khas Manggarai

Usai berkegiatan menyusuri kawasan Desa Coal, wisatawan bisa mengisi perut sambil mencoba makanan-makanan tradisional seperti jagung sangrai, pisang rebus, kue lemet yang terbuat dari ubi, kelapa parut, dan gula merah, serta kue serabbe dari tepung beras yang dimasak di atas arang kayu bakar. Tak lupa menyeruput secangkir kopi yang diseduh dengan jahe dan berbagai rempah.

Pada pagi hari, wisatawan bisa menikmati indahnya matahari terbit sambil menikmati ntala kopi, kopi asli Manggarai yang juga biasa dinikmati masyarakat setempat sehari-hari. Selain rasanya yang nikmat, ntala kopi memiliki makna yang kuat bagi masyarakat lokal dan ketika pengunjung menikmati kopi tersebut sudah menjadi tanda bahwa Anda dianggap sebagai keluarga.

Wisata budaya

Dari sisi kebudayaan, di Desa Coal terdapat seni pertunjukan tari tradisional Manggarai. Ini juga merupakan kreasi anak-anak muda desa dari Sanggar Porong Ntala sebagai wujud kesadaran anak muda desa dalam melestarikan nilai-nilai seni dan budaya.

Wisatawan dapat menonton pertunjukan tari caci, tarian uji ketangkasan, dan berbagai pentas seni tradisional Nusa Tenggara Timur lain sambil menikmati pemandangan dari Bukit Porong.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini