Tahun 2022, PDB Dunia Tembus 100 Triliun Dolar AS. Di Mana Posisi Indonesia?

Tahun 2022, PDB Dunia Tembus 100 Triliun Dolar AS. Di Mana Posisi Indonesia?
info gambar utama

Output ekonomi dunia (Produk Domestik Bruto / PDB) akan melampaui angka 100 triliun dolar AD untuk pertama kalinya pada tahun 2022, dua tahun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, menurut studi Centre for Economics and Business Research (CEBR).

Pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dari pandemi akan mendorong pertumbuhan ekonomi global, tetapi munculnya varian coronavirus Omicron menjadi satu ganjalan dan pengingat bahwa pandemi masih menjadi ancaman, bahkan saat angka vaksinasi sudah cukup tinggi di berbagai negara.

“Setahun yang lalu, kami berharap dampak ekonomi dari pandemi ini akan hilang dengan relatif cepat. Dan di satu sisi, memang seperti itu adanya,” kata CEBR.

“Kita sekarang mengharapkan PDB dunia dalam dolar pada tahun 2022 akan mencapai rekor lebih dari 100 triliun dolar AS untuk pertama kalinya.”

Laju pemulihan jauh lebih kuat dan ada "momentum yang jauh lebih besar" memasuki 2022 dari pada yang diperkirakan sebelumnya oleh lembaga think tank tersebut.

Ekonomi global, yang memasuki resesi terdalamnya tahun 2020 lalu, telah bangkit kembali dengan kuat dari perlambatan-perlambatan ekonomi yang didorong aktifitas ekonomi yang menurun selama pandemi. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan PDB dunia meningkat sebesar 5,9 persen tahun 2021 dan 4,2 persen pada 2022.

Namun, munculnya varian omicron dan lockdown yang terjadi di beberapa negara eropa dan di tempat lain telah menimbulkan banyak keraguan bahwa ekonomi dunia akan benar-benar melaju tahun depan.

Masalah besar lain adalah inflasi yang masih tinggi.

"Isu penting untuk tahun 2020-an adalah bagaimana ekonomi dunia mengatasi inflasi, yang kini telah mencapai 6,8 persen di AS," kata wakil ketua Cebr Douglas McWilliams, dikutip dari Reuters.

Menurut laporan CEBR tersebut, dibutuhkan waktu sedikit lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya bagi China untuk menyalip Amerika Serikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar dunia. CEBR memperkirakan bahwa China akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030, dua tahun lebih lambat dari yang diprediksi oleh World Economic League Table.

Di sisi lain, India diperkirakan akan menyalip Prancis tahun 2022 dan Inggris pada 2023, serta menempatkan India sebagai negara dengan ekonomi terbesar keenam di dunia.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa Jerman dipredisi segera menyalip Jepang dalam hal PDB pada tahun 2033, sementara Rusia juga bisa masuk 10 besar negara dengan PDB terbesar pada tahun 2036, sementara Indonesia diprediksi menempati posisi ke-9 dunia pada tahun 2034.

Indonesia sendiri telah menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas pada tahun 2020 dengan PDB perkapita (PPP) sebesar 12.345 dolar AS. Menurut CEBR, Indonesia cukup berhasil mengatasi penyebaran Covid-19, namun masih tumbuh minus pada tahun 2020 lalu.

Di sisi lain, pendapatan dari pajak yang menurun akibat pandemi, juga pengeluaran pemerintah yang besar terkait Covid-19 telah memaksa pemerintah untuk menutupnya dengan hutang yang proporsinya akan sebesar 39 persen dari PDB.

Hingga lima tahun mendatang, pertumbuhan ekonomi Indonesia dijangka akan mencapai 5,4 persen dari 2021 hingga 2025. Dan 10 tahun selanjutnya (2026-2035) akan turun menjadi 3.5 persen.

Awalnya, CEBR memprediksi bahwa ekonomi Indonesia yang kini di posisi 16 dunia, akan naik ke posisi 11 pada 2034, namun dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara eropa, Indonesia diyakini akan menduduki peringkat 8 dunia pada tahun 2035.

Sumber: WORLD ECONOMIC LEAGUE TABLE 2021

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini